TRENDING
Krisjiana Selalu Upayakan Semuanya, Meski Siti Badriah Tak Pernah Minta Apapun Selama Nikah
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Senin, 19 Jan 2026 09:10 WIBPasangan artis Krisjiana Baharudin dan Siti Badriah sudah hampir tujuh tahun menikah. Sejak resmi mengikat janji, rumah tangga pasangan ini jauh dari gosip miring, Bunda.
Baru-baru ini, Krisjiana mengungkap sisi lain kehidupan rumah tangganya bersama Siti ke publik. Salah satunya adalah soal nafkah yang diberikan Krisjiana untuk istrinya.
Krisjiana kerja keras untuk memenuhi kebutuhan istri
Setelah menikah, Krisjiana mengaku dirinya bekerja lebih keras untuk memenuhi semua kebutuhan sang istri. Hal ini dilakukan lantaran ia tak mau menurunkan gaya hidup istrinya yang sudah memiliki nama saat menikah.
"Aku nikahin Siti kan memang dia sudah besar namanya ya. Jadi aku enggak mungkin menurunkan gaya hidup yang dia sudah jalanin sebelumnya," kata Krisjiana, dalam acara Rumpi No Secret di Trans TV, belum lama ini.
"Jadi gimana caranya biar dia bisa ter-provide dan tidak mengurangi apa pun yang sudah dia jalankan saat itu? Jadi mau enggak mau aku harus kerja keras," sambungnya.
Krisjiana memang berusaha untuk memenuhi kebutuhan Siti selama menikah. Namun tak disangka, Siti justru tak pernah meminta apa pun dari suaminya.
Bunda dua anak ini lebih memilih untuk menabung uang yang diberikan sang suami. Bila menginginkan sesuatu, Siti baru menggunakan uang tersebut.
"Dia enggak mau terima sampai sekarang pun gitu. Dia enggak pernah minta apa pun, sama sekali. Iya (dibeliin saja)," ungkap Krisjiana.
"Jadi kalau mau sesuatu, misalnya ada uang bulanan kan. Itu ditabung, dia beli sendiri."
Mengatur keuangan rumah tangga jika pasangan bekerja
Mengatur keuangan rumah tangga jika pasangan bekerja seperti Krisjiana dan Siti Badriah memang bukan perkara mudah, Bunda. Saat suami istri memiliki penghasilan sendiri, maka keduanya perlu membuat kesepakatan bersama untuk mengatur keuangan rumah tangga.
"Semuanya dikembalikan lagi kepada pasangan masing2 kesepakatan apa yang dibuat yang berkaitan dengan keuangan rumah tangga tersebut," kata financial planner, Rista Zwestika S.Sos. AWP. CFP, kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.
"Ketika sudah ada ada keterbukaan keuangan, kemudian di bahas dan disepakati bersama kemudian kedua-duanya nyaman dengan pola pengaturan keuangan yang dipegang, ya tidak masalah," lanjutnya.
Bagi Bunda dan Ayah yang merasa kesulitan mengatur keuangan rumah tangga, Rista memiliki tipsnya nih. Berikut 5 tipsnya:
1. Transparan
Rista mengatakan, sifat terbuka dan adanya kesepakatan bersama merupakan salah satu hal yang penting dalam mengatur keuangan keluarga. Hal ini dilakukan agar suami istri tahu uang yang masuk dan keluar.
"Ada keterbukaan dan kesepakatan terlebih dahulu antara ayah dan Bunda, mulai dari berapa gaji masing-masing dan pola pengaturanya akan di gabung atau di pisah keuangannya. Untuk lebih aman sih keuangannya di gabung agar lebih transparan," ungkapnya.
2. Tentukan bendahara
Menentukan bendahara di keluarga juga penting dalam mengatur keuangan pasangan yang bekerja. Bunda dan suami dapat menentukan dengan kesepakatan bersama.
"Tentukan bendaharanya siapa? Apakah ayah atau Bunda," kata Rista.
3. Buat tujuan keuangan
Setiap rumah tangga pasti memiliki tujuan keuangan yang ingin dicapai. Nah, Bunda dan Ayah sebaiknya menentukan tujuan keuangan untuk jangka panjang atau pendek yang disepakati bersama.
"Kemudian buat anggaran dan tujuan keuangan baik jangka pendek, menengah, dan panjang secara bersama. Dan lagi-lagi, sesuai dengan kesepakatan bersama, jadi lebih jelas dan transparan keuangan rumah tangganya," ujar Rista.
4. Catat secara rutin
Mencatat keuangan secara rutin dan melakukan review bisa membuat keuangan rumah tangga menjadi lebih terpantau. Ada baiknya kalau Bunda melakukan nya setiap tiga atau enam bulan untuk melihat progresnya.
"Lakukan pencatatan keuangan secara rutin dan lakukan review keuangan per bulan, per tiga bulan atau per enam bulan, sesuai dengan kesepakatan saja, untuk melihat progress keuangannya."
5. Gabung dana darurat
Dana darurat menjadi hal yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Pada pasangan yang sudah menikah, ada baiknya bila dana darurat turut digabungkan.
"Ketika sudah berumahtangga sebaiknya di gabung dana daruratnya, dan dihitung dari pendapatan atau pengeluaran per bulan. Tapi lebih aman sih dihitung 12 kali dari total pendapatan ayah dan Bunda," ungkap Rista.
Demikian cerita Krisjiana tentang nafkah yang diberikan ke sang istri, dan penjelasan pakar terkait cara mengatur keuangan keluarga bila pasangan sama-sama bekerja. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)