trending
12 Negara di Asia Paling Terdampak Perang Timur Tengah, Indonesia Termasuk?
HaiBunda
Kamis, 02 Apr 2026 12:26 WIB
Sebelum konflik Timur Tengah memanas, 40 kapal tanker yang membawa 20 juta barel minyak mentah dan produk olahan minyak bumi melintasi Selat Hormuz setiap hari.
Namun, pada pertengahan Maret 2026, Iran hanya mengizinkan segelintir kapal tanker untuk melewati Hormuz, termasuk kapal-kapal dengan bendera India dan China.
Di tengah penjatahan dan kelangkaan minyak, negara mana yang paling berisiko kehabisan pasokan terlebih dahulu?
Dampak perang Timur Tengah terhadap negara lain
Dilansir dari laman Forbes, analis Mike Haigh dan tim analis pasar komoditasnya di Societe Generale memperkirakan bahwa untuk sementara aliran minyak melalui selat tersebut hanya sekitar 500.000 barel per hari, tergantung kebijakan Iran.
Menariknya, sebagian besar pasokan minyak yang tertahan masih bisa sampai ke pasar, atau setidaknya disimpan dalam tangki penyimpanan.
Sementara itu, Asia menjadi kawasan yang paling cepat merasakan guncangan energi akibat perang di Timur Tengah. Pada 2024, sekitar 21 juta barel minyak per hari melintasi Selat Hormuz.
Dari jumlah tersebut, sekitar empat perlima dikirim ke Asia. Oleh karena itu, ketika jalur vital ini terganggu, tekanan paling awal dan paling besar langsung dirasakan negara-negara di Asia.
12 Negara di Asia paling terdampak perang Timur Tengah
Seperti diketahui, China selama ini menjadi pembeli terbesar energi dari negara-negara Teluk. Meski porsi ketergantungannya tidak setinggi beberapa negara Asia lain, namun sekitar 35 persen pasokan energinya masih berasal dari kawasan tersebut.
Dengan nilai impor energi yang mencapai US$413 miliar pada 2024, gangguan pasokan ini tetap menjadi persoalan serius bagi Beijing.
Meski demikian, ada sejumlah negara Asia lain yang ketergantungannya bahkan lebih tinggi, Bunda. Pakistan menjadi salah satu negara di Asia yang paling rentan, dengan 81 persen impor energinya berasal dari kawasan Teluk.
Setelah itu ada Jepang sebesar 57 persen, Thailand 56 persen, disusul Korea Selatan sebesar 55 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa banyak negara Asia masih sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah.
Sementara itu, Indonesia relatif lebih rendah dibanding banyak negara Asia lain, dengan hanya 15 persen impor energinya yang berasal dari negara-negara Teluk. Namun, Indonesia tetap tidak sepenuhnya aman. Ketika harga energi global melonjak, dampaknya masih bisa terasa lewat kenaikan biaya impor, tekanan terhadap inflasi, hingga beban subsidi energi.
Lantas, negara mana lagi yang paling terdampak perang Timur Tengah? Simak daftarnya berikut ini dikutip dari CNBCIndonesia.com.
- Pakistan
- Jepang
- Thailand
- Korea Selatan
- India
- Taiwan
- China
- Malaysia
- Singapura
- Filipina
- Indonesia
- Turki
Nah, itulah beberapa negara yang mungkin terdampak perang Timur Tengah. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Tips Investasi yang Menguntungkan dan Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, IRT Juga Bisa
Pemerintah Jamin BBM Tidak Naik, Berikut Harga Terbaru Pertamax, Pertalite, & Solar
Imbauan Terbaru Menaker: Karyawan Swasta hingga BUMN WFH 1 Kali Seminggu