TRENDING
Cara Mengenali Orang Punya Percaya Diri Tinggi & Pendirian Teguh dari Kebiasaannya
Melly Febrida | HaiBunda
Jumat, 07 Aug 2026 06:50 WIBPercaya diri bukan berarti selalu ingin menjadi pusat perhatian. Dalam psikologi, rasa percaya diri yang sehat sering kali membuat seseorang lebih mampu mempertahankan nilai dan keputusan yang diyakininya.
Hal ini bukan berarti keras kepala atau menolak kritik, melainkan tetap terbuka terhadap masukan tanpa mudah goyah oleh tekanan maupun keinginan untuk selalu mendapat persetujuan dari orang lain.
Orang yang memiliki rasa percaya diri yang sehat juga umumnya tidak bergantung sepenuhnya pada pengakuan orang lain untuk merasa berharga. Mereka cenderung mampu mengendalikan emosi, menetapkan batasan, serta mengambil keputusan sesuai dengan prinsip yang diyakini.
Melansir YourTango, ada beberapa kebiasaan yang sering dimiliki orang dengan rasa percaya diri tinggi dan pendirian yang teguh. Sejumlah penelitian psikologi juga menunjukkan bahwa perilaku-perilaku tersebut berkaitan dengan kesejahteraan psikologis, regulasi emosi, dan hubungan sosial yang lebih sehat.
Mengapa orang percaya diri tidak mudah goyah?
Melansir artikel berjudul Self-efficacy: Toward a Unifying Theory of Behavioral Change, psikolog Albert Bandura menjelaskan bahwa self-efficacy adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk menghadapi tantangan dan menyelesaikan tugas tertentu.
Orang dengan self-efficacy yang tinggi cenderung lebih yakin mampu mengatasi hambatan, sehingga lebih tekun dalam menghadapi kesulitan dan tidak mudah menyerah.
Sementara itu, psikolog Kristin Neff dalam artikelnya yang berjudul Self-Compassion: An Alternative Conceptualization of a Healthy Attitude Toward Oneself menjelaskan bahwa kepercayaan diri yang sehat juga didukung oleh self-compassion, yaitu kemampuan memperlakukan diri sendiri dengan penuh kebaikan saat mengalami kegagalan atau kekurangan, tanpa terus-menerus menghakimi diri sendiri.
Sikap ini membantu seseorang lebih mampu bangkit setelah menerima kritik atau mengalami kegagalan.
8 Kebiasaan orang yang punya percaya diri tinggi dan pendirian teguh
Orang yang percaya diri tidak selalu berani tampil di depan orang. Dalam kehidupan sehari-hari, rasa percaya diri justru sering tercermin dari kebiasaan dan cara seseorang menghadapi berbagai situasi, mulai dari menerima kritik, menetapkan batasan, hingga mengakui kesalahan.
Berikut beberapa kebiasaan yang kerap dimiliki orang dengan rasa percaya diri tinggi dan pendirian yang teguh.
1. Tidak terburu-buru membalas saat dihina
Orang yang memiliki rasa percaya diri yang sehat cenderung tidak terpancing membalas hinaan dengan cara yang sama. Mereka memilih merespons setelah emosi mereda atau mengabaikan komentar yang memang tidak perlu ditanggapi.
Orang yang benar-benar percaya diri memahami nilai dengan mengambil jalan yang lebih baik. Ketika mereka merasa tidak dihargai, mereka tidak membalas dengan cara yang sama. Mereka meredakan situasi dengan tidak menanggapi.
2. Berani mengatakan "tidak"
Mengatakan tidak tidak selalu dikaitkan dengan hal negatif, melainkan cara untuk mengkomunikasikan batasan. Orang percaya diri memandang mengatakan "tidak" sebagai cara melindungi diri.
Mereka mampu mempertahankan keputusan yang dianggap tepat meski tidak selalu disetujui orang lain, selama keputusan tersebut tidak merugikan orang lain.
Orang yang percaya diri mengkomunikasikan kebutuhan dan batasan mereka dengan jelas, tanpa rasa bersalah. Alih-alih melihatnya sebagai penolakan langsung, mereka melihatnya sebagai kesempatan untuk membebaskan lebih banyak ruang pikiran dan kejelasan dalam hidup mereka.
Ketika seseorang terus-menerus memprioritaskan kebutuhan orang lain maka akan mengalami kelelahan.
Menurut Asosiasi Psikologi Amerika, secara konsisten mengorbankan perawatan diri untuk orang lain dapat berkontribusi pada peningkatan kadar kortisol, gangguan tidur, dan sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah. Ada batasan seberapa banyak yang dapat orang tanggung sebelum mulai merasa kelelahan.
3. Menjaga kontak mata saat berbicara
Orang yang memiliki rasa percaya diri yang sehat umumnya mampu menjaga kontak mata saat berbicara, baik ketika menyampaikan pendapat, mendengarkan lawan bicara. Kontak mata dapat menjadi salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang menunjukkan perhatian dan keterlibatan dalam percakapan.
Namun, penting dipahami bahwa kontak mata bukan satu-satunya tanda seseorang percaya diri. Kemampuan menjaga kontak mata juga dapat dipengaruhi oleh budaya, kepribadian, maupun kondisi tertentu, seperti kecemasan sosial atau autisme. Karena itu, menghindari kontak mata tidak selalu berarti seseorang kurang percaya diri.
4. Tidak meninggikan suara saat marah
Orang yang percaya diri bukan berarti tidak pernah marah. Namun, mereka cenderung berusaha menyampaikan pendapat dengan tenang tanpa harus membentak atau meninggikan nada bicara. Saat menghadapi situasi yang membuat frustrasi, mereka lebih memilih mengelola emosi agar pesan yang disampaikan tetap jelas dan tidak memperkeruh keadaan.
Kemampuan mengendalikan emosi dan berkomunikasi secara tenang dapat membantu membangun percakapan yang lebih efektif. Dengan cara ini, kedua belah pihak memiliki kesempatan untuk saling menyampaikan pendapat dan mencari solusi tanpa harus didominasi oleh luapan emosi.
5. Tidak terlalu bergantung pada penilaian orang lain
Orang yang percaya diri tetap terbuka terhadap masukan, tetapi tidak mudah mengubah pendapat hanya demi memperoleh persetujuan dari orang lain.
Mereka memahami bahwa pendapat orang lain dapat menjadi bahan evaluasi, namun tidak selalu menentukan nilai diri mereka.
Dalam teori Self-Determination Theory, motivasi yang berasal dari dalam diri (intrinsic motivation) berkaitan dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik dibandingkan jika seseorang hanya mengejar pengakuan dari luar.
6. Berani meninggalkan situasi yang tidak sehat
Ketika percakapan berubah menjadi saling merendahkan atau tidak lagi produktif, orang yang percaya diri cenderung memilih mengakhiri pembicaraan daripada terus terlibat dalam perdebatan yang tidak membangun.
Mereka memahami bahwa mempertahankan batasan yang sehat terkadang berarti mengambil keputusan yang tidak disukai semua orang.
Kemampuan menetapkan batasan (boundaries) merupakan salah satu aspek penting dalam hubungan interpersonal yang sehat. Dengan menetapkan batasan, seseorang dapat melindungi kesejahteraan emosionalnya sekaligus mendorong terciptanya komunikasi yang lebih saling menghargai.
7. Selektif memilih lingkungan pertemanan
Orang yang percaya diri cenderung mempertahankan hubungan dengan orang-orang yang saling menghargai, mendukung, dan memberikan pengaruh positif. Mereka juga lebih berani menjaga jarak dari hubungan yang terus-menerus membuat mereka merasa tidak dihargai atau tidak nyaman.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kualitas dukungan sosial berkaitan dengan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis. Karena itu, memiliki hubungan yang sehat dan saling mendukung dinilai lebih penting daripada sekadar memiliki banyak teman.
8. Berani mengakui kesalahan
Percaya diri bukan berarti merasa selalu benar. Sebaliknya, orang yang memiliki rasa percaya diri yang sehat mampu mengakui kesalahan dan bersedia belajar dari pengalaman tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa intellectual humility atau kerendahan hati intelektual berkaitan dengan keterbukaan terhadap informasi baru, kesediaan mengevaluasi kembali keyakinan yang dimiliki, serta kemampuan mengakui ketika diri sendiri keliru.
Sikap ini dapat membantu seseorang belajar dari kesalahan dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain.
Meski bersedia mengakui kesalahan, mereka juga tidak mudah mengubah keyakinan hanya karena mendapat tekanan. Jika memang terbukti keliru, mereka bersedia memperbaikinya berdasarkan fakta.
Sebenarnya, tidak semua orang menunjukkan rasa percaya diri dengan cara yang sama. Faktor kepribadian, pengalaman hidup, budaya, hingga kondisi kesehatan mental juga dapat memengaruhi cara seseorang bersikap dalam berbagai situasi.
Meski begitu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan seperti mampu mengelola emosi, menetapkan batasan, terbuka terhadap masukan, dan menjaga hubungan yang sehat dapat membantu seseorang membangun kepercayaan diri yang lebih baik.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)