HaiBunda

TRENDING

Cerita dr. Gia Pratama Dibiasakan Hidup Sederhana dari Kecil, Tak Sadar Hidup di Keluarga Berada

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 07 Aug 2026 14:25 WIB
Cerita dr. Gia Pratama Dibiasakan Hidup Sederhana dari Kecil, Tak Sadar Hidup di Keluarga Berada/ Foto: Instagram @giapratamamd
Jakarta -

Dokter Gia Pratama Putra belakangan dikenal publik karena sering membuat konten yang edukatif. Baru-baru ini, dokter Gia membuat channel YouTube, di mana ia membuat podcast tentang keluarga dan kesehariannya.

Di episode terbaru, dokter Gia membagikan podcast bersama keluarganya, termasuk orang tua dan adiknya. Dalam percakapan yang hangat ini, dokter Gia membahas tentang pola asuh orang tuanya, Bunda.

Dokter Gia dan sang adik dibiasakan hidup sederhana dari kecil

Dokter Gia dan adik perempuannya ternyata berasal dari keluarga yang berada, Bunda. Namun, sejak kecil keduanya dibesarkan dengan gaya hidup sederhana oleh sang ayah.


Adik dokter Gia mengaku ia dan kakaknya diajarkan hidup pas-pasan. Menurut sang adik, pola asuh ayahnya banyak membantu dirinya dan sang kakak untuk kuat secara mental.

"Jadi menurut Dede, salah satu yang mengajarkan kita punya mental toughness adalah ya itu. Hidup sederhana, hidup pas-pasan gitu. Padahal sebetulnya ya enggak sesulit itu," kata adik dokter Gia.

"Iya, jadi kita terbiasa gitu," tambah sang dokter, dikutip dari akun TikTok @giapratamamd.

Terbiasa naik angkutan umum dari kecil

Dokter Gia dan adiknya sudah dibiasakan naik angkutan umum sejak masih kecil, Bunda. Sang ayah sering mengajak mereka naik metromini untuk berangkat ke sekolah.

Ibunda dokter Gia sempat tidak setuju dengan pola asuh suaminya ini. Namun, ia tidak bisa berbuat banyak karena itu menjadi salah satu cara suaminya mendidik anak hidup mandiri.

"Kalau itu menjadi basic, itu yang harus (diucapkan) terima kasih itu Papa," kata ibunda dokter Gia.

"Setiap anak mau naik angkot yang nangis ini (ibunya). Dianterin ke metromini, Mama ngikutin sambil nyetir. 'Itu anak gue mau diapain sih?'. Diam-diam ngikutin metromini," sambungnya.

Ibunda dokter Gia mengatakan bahwa ia dan sang suami memang sering berbeda pendapat soal cara pengasuhan anak. Namun, di satu sisi, ia menyadari bahwa pola asuh suaminya tidaklah salah.

"Jadi sering sekali kita beda pendapat dalam hal itu. Tetapi Mama sebetulnya menyadari bahwa itu benar. Tapi hati seorang ibu tidak ikhlas, 'Masa anak gue (naik angkot)?', karena apa? Saya bisa nyetir, saya bisa nganterin ke kampus. Tapi enggak boleh (sama suami)," ujarnya.

Pentingnya mengajarkan anak hidup sederhana

Mengajarkan kesederhanaan ke anak sebenarnya tidak sulit, Bunda. Kuncinya adalah mengajarkan mereka tentang tujuan hidup.

"Memiliki tujuan hidup yang kuat adalah unsur penting untuk kebahagiaan dan kepuasan hidup," kata pakar dan penulis buku The Purpose Code, Jordan Grumet, MD., dilansir Psychology Today.

"Mengajarkan tujuan hidup dengan mencontohkan gairah yang dirasakan orang tuanya lebih efektif daripada sekadar memberikan nasihat kepada anak-anak," sambungnya.

Ada tiga cara untuk mengajarkan anak hidup sederhana sejak dini. Simak penjelasannya, seperti dikutip dari beberapa sumber:

1. Menjadi teladan bagi anak

Salah satu cara paling efektif untuk mengajarkan tujuan hidup kepada anak-anak adalah melalui teladan. Anak-anak adalah pengamat yang jeli. Mereka tidak hanya mendengar apa yang orang tuanya katakan, tapi juga melihat apa yang orang tua lakukan.

"Ketika orang tua menekuni aktivitas dan minat yang membuat mereka bersemangat, anak-anak akan memperhatikannya. Anak-anak akan melihat orang tua sangat terlibat dalam sesuatu yang memberi kegembiraan dan kepuasan, dan itu dapat memicu rasa ingin tahu mereka sendiri," ungkap Grumet.

2. Biarkan mereka memilih apa yang ingin disimpan dan disumbangkan

Sangat penting dalam proses penyederhanaan untuk memastikan anak-anak memiliki kendali atas barang-barang mereka sendiri. Biarkan mereka memilih apa yang akan disimpan dan apa yang akan dibuang.

Tindakan ini mungkin tidak selalu sesuai dengan keinginan orang tua, tetapi akan memberi mereka rasa aman karena mengetahui bahwa mereka bertanggung jawab atas harta benda mereka sendiri.

3. Sebutkan secara verbal manfaat dari hidup sederhana dan menyederhanakan sesuatu

Sebagai orang tua, kita juga perlu menjelaskan ke anak tentang manfaat hidup sederhana. Misalnya, saat Bunda dan Si Kecil merapikan rumah, cobalah untuk segera menunjukkan manfaatnya. Dengan melakukan hal tersebut, anak-anak belajar menghargai bahwa menyederhanakan barang sebenarnya memberi mereka lebih banyak waktu untuk melakukan apa yang benar-benar mereka sukai.

Demikian cerita dr. Gia Pratama yang dibiasakan hidup sederhana dari kecil oleh orang tuanya. Semoga cerita ini dapat menginspirasi ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Daftar Negara Paling Sepi di Dunia, Kepadatan Penduduknya Rendah

Mom's Life Amira Salsabila

Tanggapan Menkes soal Viral Dokter-Nakes 'Nirempati' terhadap Pasien BPJS

Mom's Life Tim HaiBunda

Segini Honor dan Bonus Paskibraka Nasional hingga Daerah

Mom's Life Tim HaiBunda

7 Manfaat Goji Berry untuk Ibu Hamil dan Kesuburan

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Kabar Bahagia! Irish Bella Umumkan Kehamilan dari Pernikahannya dengan Haldy Sabri

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Tanda Kepribadian Orang Percaya Diri dan Bermental Kuat, Tak Mudah Minder

10 Makanan Bantu Berat Badan Bayi Bertambah saat MPASI

Tanggapan Menkes soal Viral Dokter-Nakes 'Nirempati' terhadap Pasien BPJS

Cerita dr. Gia Pratama Dibiasakan Hidup Sederhana dari Kecil, Tak Sadar Hidup di Keluarga Berada

7 Manfaat Goji Berry untuk Ibu Hamil dan Kesuburan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK