aktivitas

Ketika Anak 12 Bulan Sekolah, Belajar Apa Saja Ya?

Nurvita Indarini Senin, 21 Agu 2017 - 12.12 WIB
Ilustrasi sekolah untuk anak 12 bulan/ Foto: dok. Wonder Works Preschool Ilustrasi sekolah untuk anak 12 bulan/ Foto: dok. Wonder Works Preschool
Jakarta - Beberapa sekolah memiliki program kelas untuk anak-anak mulai usia 12 bulan. Nah, di dalam kelas, mereka belajar apa ya?

Adalah Wonder Works Preschool, salah satu tempat yang membuka kelas untuk anak-anak mulai usia 12 bulan sampai 2 tahun. Untuk kelas yang disebut kelas toddler ini, anak-anak masih didampingi oleh orang tua atau pengasuhnya. Sementara di dalam kelas ada guru juga yang menjadi fasilitator.

"Aktivitas dimulai dengan eksplorasi. Jadi kami taruh mainan-mainan di matras lantai, lalu anak datang dan memilih mainan apa yang disukai. Ini bisa mendorong decision making anak-anak terkait mainan apa yang mereka mau lakukan pertama," tutur School Director Wonder Works Preschool, Amira Jufri, saat ngobrol dengan HaiBunda.

Selanjutnya anak melakukan kegiatan paralel play. Di sini anak akan bermain bersama-sama, meskipun tidak berkolaborasi. Selanjutnya nanti akan berbagi mainan sesuai dengan usia masing-masing.

"Kita juga ajarkan tanggung jawab dengan mengajak anak-anak membereskan mainan setelah kelas selesai. Ada circle time juga di mana anak menyanyi, ada action untuk melatih indranya, melihat, mendengar dan merasa," tambah perempuan yang akrab disapa Mira ini.

Baca juga: Banyak Saran, Begini Caranya Agar Ibu Tak Bingung dan Stres Saat pilih PAUD

Kelas untuk anak usia 12 bulan ini cuma berlangsung selama dua jam saja. Beda dengan kakak-kakaknya yang lebih besar, kegiatan sekolah anak-anak 12 bulan ini hanya berlangsung 2 kali dalam seminggu.

Sekolah untuk anak 12 bulan/Sekolah untuk anak 12 bulan/ Foto: dok. Wonder Works Preschool
Memang sih, Bun, judulnya "sekolah" tapi memang bukan sesuatu yang serius kalau buat anak-anak 12 bulan ini. Jadi di sini lebih sebagai tempat anak bermain sambil bersosialisasi karena bertemu dengan anak-anak lainnya. Selain itu, karena ada kurikulum, maka anak didorong untuk mengasah kemampuan sensorik dan motorik sesuai dengan usianya.

"Ada banyak mainan juga di sini yang bisa dipakai anak-anak. Mungkin kalau di rumah kan mainannya terbatas. Mainannya juga yang bisa mendukung perkembangan kognitif anak. Yang penting anak senang mengikuti kegiatannya," lanjut Mira.

Baca juga: Kita Nggak Perlu Paksa Anak untuk Ikut Les Ini Itu

Oh, iya kemandirian adalah salah satu hal utama yang ditanamkan kepada anak-anak di sini. Jadi pelan-pelan dan disesuaikan dengan usia, kemandirian pada anak sudah diperkenalkan. Karena jika sudah bisa mandiri, maka kemampuan lainnya akan lebih cepat dikuasai.

Ya, sekolah untuk anak-anak masih sangat dini usianya ini memang pilihan ya, Bun. Kalau memang memiliki visi dan misi yang sama, serta ada dananya, sah-sah saja anak sekolah sejak dini. Toh, mereka mendapatkan stimulasi sesuai usia dan bisa main-main sama anak-anak seumurannya. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi