aktivitas

Kita Nggak Perlu Paksa Anak untuk Ikut Les Ini Itu

Radian Nyi Sukmasari 10 Agu 2017
Anak ikut berbagai les/ Foto: thinkstock Anak ikut berbagai les/ Foto: thinkstock
Jakarta - Kadang kala, supaya anak makin pintar, kita minta anak untuk ikut berbagai macam les. Eits, tapi nggak bisa sembarangan, Bun. Sebab, kalau anak dipaksa ikut macam-macam les, ada dampak buruk buat mereka.

Kata psikolog anak Dr Rose Mini M.Psi., atau akrab disapa Bunda Romi, ketika anak dipaksa ikut les ini dan itu, anak jadi nggak niat untuk les. Lama-lama, anak bisa 'rontok' pertahanannya.

"Dalam artian nanti dia nggak mau lagi ikut les. Ngambek, nggak mau ikut les, disuruh les ada aja alasannya," kata Bunda Romi waktu ngobrol sama HaiBunda usai parenting class 'Stimulasi Multiple Intelligence untuk Batita' bersama Klinik dr Tiwi dan Merries di Casa Grande, baru-baru ini.

Makanya, kata Bunda Romi, sebaiknya kita kalau mau ikutkan anak les, ajak dulu dia ke tempat lesnya. Di sana, kita bisa lihat kira-kira anak mau nggak ya les di situ dan dia senang nggak sih. Karena, berkenalan atau melihat tempat lesnya bisa menimbulkan ketertarikan sendiri buat anak.

Lalu, apa perlu kita ikutkan anak ke berbagai les? "Nggak. Seharusnya dipilih salah stau karena nggak bisa semua les dikasih ke anak," kata Bunda Romi.

Jangan lupa, Bun, pertimbangkan juga umur anak sama les yang mau mereka ikut. Termasuk frekuensi les dalam seminggu berapa kali penting juga diperhatikan. Dengan begitu, bunda dan ayah bisa menghitung dalam seminggu anak les berapa kali dan apakah anak masih punya waktu untuk dirinya sendiri.

Jadi, waktu anak nggak habis cuma buat les dan sekolah dan pastinya, anak masih bisa bermain dan mendapat hiburan. Selain itu, anak juga masih punya waktu pribadi untuk dirinya. Terus, gimana kalau kita ikutkan anak ke berbagai les untuk tahu di mana bakatnya? Bunda Romi bilang, apalagi kalau anak masih usia balita (di bawah lima tahun) nggak usah terlalu memutuskan anak akan dileskan untuk bakat ini atau itu.

Yang penting, pengalaman dia tentang semua stimulasi kecerdasan multiple bisa dialami. Kata Bunda Romi, nanti di suatu titik misalkan pas anak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), sudah bisa kelihatan nih mana bidang yang lebih dengan senang hati anak lakukan.

"Mana yang lebih banyak dia lakukan pas di waktu luangnya, itu tanda-tanda dia tertariknya di bidang itu," ujar Bunda Romi. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi