aktivitas

Buat Anak, Ini Risiko di Balik 3.00 AM Challenge yang Lagi Nge-hits

Asri Ediyati Senin, 04 Sep 2017 - 07.00 WIB
Ilustrasi 3 AM Challenge/ Foto: Thinkstock Ilustrasi 3 AM Challenge/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Tantangan yang lagi nge-hits di YouTube bukan nggak mungkin bakal ditiru anak, Bun. Contohnya 3.00 AM Challenge yang akhir-akhir ini lagi ngetren. Tapi, Bunda perlu tahu nih risiko di balik tantangan ini.

Tantangan 3.00 AM ini memang sudah jadi 'trending video' pada bulan Mei lalu, di Youtube. Namun, ngehits lagi di bulan Agustus lalu. Jason Ethier, salah satu Youtuber muda menciptakan dan mengunggah video 3.00 AM Challenge di YouTube.

Video berdurasi hampir 12 menit ini berisi tantangan untuk menelisik aktivitas paranormal di jam 3 pagi. Banyak yang percaya kalau jam 3 pagi adalag waktu makhluk-makhluk halus berkeliaran. Kata Jason, dia membuat tantangan ini karena selalu tertarik sama hal-hal yang berbau hantu dan mistis.

Baca juga: Yuk, Belajar Sejarah Dunia dari Video YouTube Ini

"Yang membuat anak-anak takut sama video ini ketika saya mencoba memanggil hantu ke rumah. Bahkan bagi mereka yang nggak percaya, kalau nonton video ini bakal jadi penasaran sama keberadaan hantu," kata Jason dikutip dari Today.

Ternyata, nggak Cuma Jason yang mengunggah video challenge yang seram ini. Ruby Coker, bocah 11 tahun asal Inggris, mengunggah lebih dari 40 video yang menyeramkan. Meskipun video ini hanya untuk hiburan semata, tapi dampak dari video-video challenge itu bikin anak susah tidur lho. Bahkan, ada juga anak yang sengaja begadang hingga jam 3 pagi.

Ibu di Pennsylvania, Amerika Serikat, Rachel Greenway mengatakan kalau anak-anaknya mau ikutan challenge ini. Tiga putrinya ternyata penasaran ingin mencobanya setelah menonton video-video 3.00 AM challenge, tapi untungnya Rachel melarangnya.

Baca juga: Saat Anak Susah Tidur Siang, 3 Trik Ini Mungkin Bisa Membantu

Menurut psikolog keluarga, Dr Barbara Greenberg, orang tua harus lebih mengawasi tontonan anak yang ada di YouTube. Sebenarnya, normal sih, Bun kalau anak-anak cenderung senang nonton film atau dengar cerita horor.

"Sebagian besar dari kita saat kecil senang bertukar cerita horor dengan teman-teman, tapi masalahnya adalah dulu kita tak punya media sosial. Kalau sekarang, cerita-cerita horor sudah tersebar luas dan dilengkapi dengan tampilan visual," kata Greenberg.

Anak-anak memang sangat senang untuk mengeksplor apa yang membuat mereka penasaran. Mereka senang mengeksplorasi emosional mereka. Bagi orang dewasa, kita pasti tahu kan konten apa yang membuat kita takut atau yang membuat kita susah tidur, Bun. Tapi anak-anak, mereka cenderung penasaran dan tertarik mendengar dan melakukan hal yang sebenarnya membuatnya takut.

"Susah tidur adalah salah satu efek jika anak-anak terekspos sesuatu yang seram. Jika anak takut, sebaiknya kita menenangkannya, menemaninya tidur sepanjang malam, dan hibur anak dengan sesuatu yang menyenangkan," ujar psikolog anak, D'Arcy Lyness PhD dari Nemours Behavioral Health Care Washington, dikutip dari Kids Health.


(aci/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi