aktivitas

Menyikapi Anak yang Sering Kentut dan Ngupil di Depan Umum

Melly Febrida Jumat, 24 Nov 2017 - 16.30 WIB
Ilustrasi anak sakit perut lalu kentut/ Foto: Thinkstock Ilustrasi anak sakit perut lalu kentut/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Anak bersendawa, mengupil, dan kentut di depan umum? Duh, kadang suka bikin malu nggak sih, Bun? Rasa-rasanya seluruh mata mengarah ke kita dan bilang 'Duh, ini anak nggak diajarin sopan santun apa ya sama orang tuanya?'. Hiks.

Belum lagi kekhawatiran kita kalau orang-orang berpikir jangan-jangan si kecil meniru kita orang tuanya. Kalau anak nggak sengaja ngupil di depan umum, yang bisa kita lakukan adalah kasih tahu anak kalau orang lain nggak suka melihat hal itu. Tapi, mengingatkan anak kecil nggak bisa sekali ya, Bun.

Jadi, kita perlu mengingatkannya sesering mungkin. Sambil mengingatkan, kasih juga tisu ke si kecil dan sampaikan kalau dia mau ngupil baiknya sebisa mungkin lakukan saat anak sendirian. Itu yang bisa kita lakukan kalau anak ngupil di depan umum. Nah, kalau anak sendawa atau kentut, gimana baiknya kita bersikap?

Dikutip dari Baby Center, sendawa dan kentut pastinya menimbulkan suara dan kebanyakan anak-anak menganggapnya sangat lucu. Kalau Bunda dan suami suka tertawa terbahak-bahak saat ada yang kentut, anak akan berpikir tak masalah kentut di depan umum. Hmm, jadi mulai sekarang coba kita tahan tawa ketika ada orang yang kentut ya, Bun.



Untuk anak kurang dari usia 4 tahun, dia mungkin sulit mengendalikan sendawa atau kentut. Tapi untuk anak sampai umur 8 tahun, mereka sudah bisa mulai diajari sampai nanti mampu mengontrolnya. Kita juga bisa lho, Bun, ngajarin anak bilang maaf ketika dia kelepasan bersendawa atau kentut karena hal itu kurang sopan dilakukan di depan umum.

Praktik nggak semudah teori sih memang. Ketika kita udah melakukan itu, masih aja anak sering kelepasan bersendawa, ngupil, atau kentut di depan umum. Kalau begitu, apa yang perlu dilakukan? Betsy Brown Braun, penulis 'Just Tell Me What to Say: Sensible Tips and Scripts for Perplexed Parents' bilang ketika orang lain melihat ke arah anak saat dia kentut, saat itulah kita bisa melakukan sesuatu.

"Kita bisa katakan ke anak, 'Inilah saatnya kamu bilang maaf'. Orang tua jangan bersikap konyol karena itu menandakan Anda merasa malu. Ingatlah karena kadang orang sesekali bisa kelepasan kentut di depan umum. Sementara untuk ngupil, minta anak berlatih menahan diri untuk nggak ngupil di depan umum," kata Betsy.

Kalau anak udah berumur 8 tahun, Betsy bilang kita bisa mengajari mereka menahan diri untuk nggak kentut atau bersendawa di depan umum, bilang maaf ketika mereka nggak sengaja melakukan itu dan belajar nggak tertawa kalau dengar orang lain bersendawa atau kentut, juga kalau melihat orang lain ngupil.

Beberapa waktu lalu, psikolog anak dari Tiga Generasi Anastasia Satriyo atau akrab disapa Anas bilang ketika menegur anak, usahakan nggak pas di depan umum ya, Bun. Kalau anak melakukan sesuatu yang dirasa kurang pantas, kita kasih tahu anak aja apa yang semestinya mereka lakukan. Nah, ketika di rumah atau di situasi yang privat, baru deh kita bisa menegur anak.



"Kita bisa kasih tahu kalau tadi yang dia lakukan nggak baik dan sertai alasannya kenapa. Terus, kasih tahu yang semestinya dilakukan apa. Baiknya hindari menegur atau langsung memarahi anak di depan umum karena itu bisa bikin dia merasa dipermalukan. Jangan lupa kita orang tua juga mesti ngasih contoh ke anak," tutur Anas. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait
Rekomendasi