aktivitas

Ikhtiar Menumbuhkan Minat Baca Anak-anak

Amelia Sewaka 17 Des 2017
Ilustrasi anak baca buku/ Foto: Thinkstock Ilustrasi anak baca buku/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Menumbuhkan minat baca pada anak-anak bukanlah hal yang mudah. Perlu ada kerja sama berbagai pihak, seperti orang tua, guru di sekolah, dan masyarakat.

"Kita semua bisa kok berkontribusi untuk menumbuhkan minat baca anak, karena situasi pendidikan kita emang udah gawat darurat," papar Najeela Shihab, psikolog, pendidik sekaligus pendiri Inibudi.org yang ditemui disela-sela acara 'Pustaka Digital: Banyak Membaca, Banyak Belajar', Membangun Pembelajaran Berkualitas bagi Anak: Membina Budaya Membaca bersama Guru dan Mitra di Seluruh Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dikatakan wanita yang akrab disapa Ela ini, banyak anak sekolah namun tidak benar-benar belajar. Masih ada 6 persen anak sekolah dasar yang tidak bisa membaca.



Bunda saat kuliah pernah merasa salah jurusan nggak? Jangan sedih, Bunda nggak sendiri. Soalnya 87 persen anak-anak kuliah merasa dirinya salah jurusan. Banyak faktor mengapa bisa begini. Salah satunya dipengaruhi apa yang dibacanya.

Jadi bisa aja nih, dulu kita kurang informasi karena kurang banyak membaca terkait jurusan saat kuliah. Atau pada saat kita sudah kuliah, kita mendapat informasi lain dari berbagai bacaan yang belum lama dibaca. Dari sini bisa disimpulkan literasi anak berpengaruh pada masa depannya.

"Kolaborasi antara berbagai pihak dan metodologi yang mendukung skala besar jarang bisa terwujud. Kami percaya bahwa teknologi dalam dunia pendidikan adalah instrumen yang sangat efektif," tutur Ela.

Memahami pentingnya mengembangkan minat baca, Google pun memberikan hibah kepada IniBudi, Room to Read dan Taman Bacaan Pelangi untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca pada 200 ribu anak usia sekolah di seluruh Indonesia dalam kurun waktu 3 tahun ke depan.

Caranya adalah dengan membangun platform digital yang mempermudah akses ke cerita anak dalam bahasa Indonesia. Nggak cuma itu, dikembangkan juga materi pelajaran dan pelatihan bagi para guru tentang metode pengajaran yang dapat meningkatkan kemampuan membaca. Ada pula bantuan bagi para penulis dan ilustrator buku untuk mengasah kemampuan mereka.



"Melalui hibah ini kami ingin menciptakan platform berskala besar untuk menghadirkan konten pengajaran digital bagi para guru di Indonesia," papar Shinto Nugroho, Head of Public Policy Google Indonesia.

Di Indonesia sendiri saat ini, dari setiap 100 siswa yang masuk ke sekolah hanya 25 siswa mampu lulus dengan memenuhi standar internasional minimum dalam hal kemampuan membaca dan berhitung. Demikian dikutip dari The Economist. (aml/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi