aktivitas

Ajak Anak Belanja, Jangan Salah Gandeng Seperti Bapak Ini Ya

Nurvita Indarini 13 Jun 2018
Ajak Anak Belanja, Jangan Salah Gandeng Seperti Bapak Ini Ya/ Foto: thinkstock Ajak Anak Belanja, Jangan Salah Gandeng Seperti Bapak Ini Ya/ Foto: thinkstock
Jakarta - Menjelang Lebaran, biasanya banyak nih yang berbelanja untuk keperluan kumpul bersama keluarga di hari yang Fitri. Maklum, banyak yang mudik dan ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Nah, kalau Ayah dan Bunda berniat mengajak si kecil berbelanja keperluan Lebaran di pasar atau pusat perbelanjaan lainnya, harus lebih hati-hati ya. Iya, jangan sampai gagal fokus karena keramaian yang ada, alhasil jadi salah gandeng deh.

Seperti video yang beredar di dunia maya baru-baru ini, Bun, yang memperlihatkan seorang ayah salah gandeng. Terlihat di video, ada seorang ayah yang mengajak anak-anaknya belanja.

Nah, si ayah menggendong anaknya yang masih balita dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya menggandeng anak perempuan. Di sekitar dia, ada beberapa anak-anak lainnya. Si ayah lantas mengganti posisi gendong anaknya menjadi di sebelah kiri.



Sambil berjalan pelan-pelan, tangan kanannya berusaha meraih tangan anak laki-lakinya. Hup, dapatlah tangan yang dimaksud. Eh tapi, kok tangannya kaku dan kayaknya si anak nggak mau berjalan.

Si ayah pun melihat ke arah anak yang digandeng. Duh, betapa kesal dan malunya si ayah karena yang digandeng bukanlah anak laki-lakinya melainkan tangan patung alias mannequin.



Lucu sih, Bun, saat melihat video ini. Tapi ada pelajaran berharga yang bisa kita petik nih. Jadi saat belanja bersama anak, kita jangan sampai lengah dan hilang fokus. Karena bisa jadi nanti anak terpisah. Amit-amit ya.

Ya, anak yang terpisah dari orang tuanya memang rentan banget terjadi saat situasi sangat ramai. Ini sering dilaporkan terjadi di pasar, mal, atau tempat wisata. Orang tua terkadang jadi nggak fokus saat suasana luar biasa ramai. Karena itu ada baiknya mengajak serta orang dewasa lainnya untuk membantu menjaga anak-anak. Atau bisa dipilih waktu yang sekiranya nggak terlalu ramai.



Selain itu, ada kriteria anak yang mudah hilang saat berada di tengah keramaian juga yang perlu kita pahami, Bun. Dituturkan psikolog anak Debora Basaria, MPsi, anak-anak yang ramah lebih sering dilaporkan mudah hilang di tengah keramaian.

Selain itu anak yang polos dan mudah dihasut juga rentan jadi sasaran orang jahat yang berniat menculiknya. Anak-anak ini umumnya pemalu. Benda-benda tertentu sangat mudah menarik perhatian mereka. Demikian dikutip dari detikHealth.

Selamat berkumpul bersama keluarga ya, Bunda. Tetap ingat untuk selalu waspada dan jangan biarkan anak lepas dari pengawasan, utamanya saat berada di tempat-tempat ramai. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi