aktivitas

Panduan Memilih Olahraga yang Tepat Sesuai Usia Anak

Melly Febrida Kamis, 17 Jan 2019 - 07.02 WIB
Ilustrasi anak/ Foto: iStock Ilustrasi anak/ Foto: iStock
Jakarta - Ingin mengajak anak supaya lebih aktif olahraga, tapi bingung apa jenis latihan yang cocok? Perhatikan dulu usia anak, Bun. Beda usia, beda pula jenis olahraga yang dianjurkan.

Pada usia dini, tahap perkembangan anak mungkin belum cukup secara mental atau fisik untuk melakukan jenis olahraga tertentu. Sebaliknya, anak yang sudah mulai besar juga tidak cocok melakukan olahraga yang terlalu ringan.

Menurut pakar kesehatan anak dari Department of Sports Medicine Pal Alto Medical Foundation di Palo Alto, California, Sally Harris, perkembangan antara satu anak dengan anak lainnya juga berbeda-beda, sehingga orang tua perlu cermat memilih jenis olahraga yang tepat.

"Kebanyakan orang dewasa menentukannya berdasarkan akal sehat dan pengalaman," kata Sally, dikutip dari bukunya yang berjudul Roots and Wings 2.


Sally menyarankan beberapa panduan olahraga untuk kelompok usia, berikut rangkuman informasinya:

1. Usia 2 - 5 tahun

Sally mengatakan, anak-anak baru mempelajari keterampilan dasar seperti melempar, menangkap, berlari, dan melompat. Sebaiknya orang tua memilih kegiatan yang berkaitan dengan berbagai keterampilan tersebut.

Namun demikian, hindari mengombinasikan gerakan-gerakan tersebut dengan cara yang terlalu rumit.

2. Usia 6 - 9 tahun

Ilustrasi anakIlustrasi anak/ Foto: thinkstock
Pada tahap usia ini, jenis olahraga yang dilakukan bisa menggabungkan beberapa keterampilan dasar dalam gerakan-gerakan yang berhubungan dengan olahraga sesungguhnya.

Misalnya seperti melempar jauh, melempar dan berusaha tepat sasaran, serta mundur untuk menendang bola.

"Kemampuan mengingat dan mengambil keputusan yang lebih baik memudahkan mereka untuk menghadapi strategi dasar atau permainan bisbol atau sepakbola yang sederhana," katanya.

3. Usia 10 - 12 tahun

Seiring bertumbuh semakin besar, pada usia ini anak seharusnya sudah bisa menguasai keterampilan motorik yang rumit dan memiliki kemampuan kognitif untuk mempelajari strategi sebagian besar olahraga untuk orang dewasa, termasuk sepakbola dan bola basket.

Pakar kesehatan olahraga, Paul Stricker, menyebutkan pada tahapan ini anak-anak sudah mampu mengembangkan keterampilan olahraga secara berurutan, sama seperti yang mereka lakukan saat duduk, berjalan, dan berbicara.

Sayangnya, lanjut Paul, masih banyak orang tua maupun pelatih yang belum mengerti urutan tersebut. Sebenarnya anak perlu melakukan aktivitas fisik setidaknya satu jam setiap hari, Bun. Itu berdasarkan rekomendasi Centre Disease of Control (CDC) di Amerika Serikat.

Menurut CDC dan National Health Services, setidaknya tiga hari dalam seminggu anak-anak perlu melakukan latihan penguatan otot, seperti senam, memanjat, atau bermain di monkey bar.

Kemudian, lakukan juga latihan untuk memperkuat tulang, seperti melompat, lompat tali, atau berlari, Bun. Yang penting diingat, anak-anak aktif adalah anak yang lebih sehat.

"Salah satu alasan paling penting anak-anak harus aktif adalah untuk kesehatan tulang mereka, seperti yang ditunjukkan pada usia remaja, 33-43 persen dari total massa tulang diperoleh," kata Craig Williams, profesor fisiologi pediatrik dan direktur Children's Health and Exercise Research Centre di the University of Exeter, Inggris, dikutip dari detikcom.

(rdn/muf)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi