HaiBunda

HAIBUNDA SQUAD

Cara Mudah Bonding ke Anak Selain dengan Skin to Skin

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 25 Aug 2021 16:35 WIB
Cara Mudah Bonding ke Anak Selain dengan Skin to Skin/ Foto: iStock
Jakarta -

Kedekatan antara orang tua dan anak bisa terjalin bila tercipta bonding time nih, Bunda. Bonding dapat dilakukan kapan saja dan sebaiknya ketika anak masih kecil.

Menurut dokter anak dr. Wulan Patricia, Sp.A, secara sederhana, bonding merupakan kedekatan atau keterikatan secara emosional antara orang tua, yakni Ayah atau Bunda, dengan Si Kecil. Manfaat bonding tidak bisa langsung terlihat dalam waktu singkat ya.

"perlu ditekankan bahwa bonding adalah suatu proses, jadi butuh waktu dan usaha untuk menciptakan hasil yang terbaik," kata Wulan,  dalam acara kolaborasi Lazada dengan Haibunda di Lazada Baby and Kids Festival pada Rabu (25/8/21).


Bonding sangat penting karena bisa memengaruhi perkembangan mental dan fisik anak, Bunda. Sebab, dalam bonding tercipta kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

"Ini sangat penting karena kedekatan emosional yang baik akan memengaruhi perkembangan kesehatan mental anak. Memang ada banyak faktor yang bisa memengaruhi, tapi ini salah satu faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Di samping itu, ini juga bisa menunjang pertumbuhan fisik anak," ujar Wulan.

Salah satu bonding yang sering dipraktikkan adalah skin to skin atau melalui sentuhan langsung. Biasanya, proses ini dilakukan dengan cara memeluk anak.

Selama proses ini berlangsung, Bunda atau Ayah perlu benar-benar fokus menjalin kebersamaan ya. Jangan lupa untuk menikmati prosesnya agar menghasilkan manfaat untuk buah hati.

Nah, selain skin to skin, sentuhan ternyata juga bisa diberikan secara tak langsung lho. Wulan mengatakan, orang tua bisa tetap melakukan ini dengan memenuhi kebutuhan anak yang bikin dia nyaman. Salah satunya dengan mengenakan pakaian yang lembut atau memakaikan popok yang nyaman untuk buah hati.

"Salah satunya memang sentuhan langsung seperti dekapan atau pelukan. Tapi ada juga sentuhan tidak langsung, yakni dengan memilih barang yang digunakan untuk anak, seperti bahan pakaian atau popok dengan pilihan tepat. Itu bisa merangsang rasa nyaman untuk anak," kata Wulan.

Bonding dengan sentuhan langsung atau tidak langsung memang memberikan manfaat luar biasa pada anak. Selain untuk kesehatan mental dan fisik, anak juga bisa tumbuh menjadi percaya diri dan memiliki kemampuan problem solving yang baik.

Wulan menjelaskan, tekanan-tekanan yang dirasakan anak generasi alfa akan berbeda dengan generasi mineral di masa depan. Anak yang tidak bonding dengan baik dengan orang tuanya akan mudah stres, depresi, tidak percaya diri, dan tidak mampu membangun komunikasi yang baik dengan orang di sekitarnya.

"Anak yang bonding bagus dengan orang tuanya sejak kecil akan mudah percaya diri, mudah bergaul, peka dengan situasi sekitar, kreatif, dan penerimaan diri sendiri lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memiliki bonding bagus dengan orang tuanya," ungkap Wulan.

Simak juga 7 manfaat skin to skin untuk bayi yang baru lahir, dalam video berikut:

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Lisa BLACKPINK Syuting Film di Jakarta & Tangerang, Ini Dampaknya ke Lalu Lintas

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Samuel Zylgwyn dan Franda Temani Kedua Putri Bermain Salju untuk Pertama Kalinya

Parenting Amira Salsabila

Cairan Pra Ejakulasi: Fakta, Risiko Kehamilan, Tips Perlindungan Aman & Bedanya dengan Sperma

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Ciri-ciri Orang yang Membosankan, Sering Ucapkan 11 Kalimat Ini Menurut Psikolog

Mom's Life Amira Salsabila

Jangan Langsung Nyalakan Lampu Saat Masuk Kamar Hotel, Ini Alasannya

Mom's Life Angella Delvie & M Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Lisa BLACKPINK Syuting Film di Jakarta & Tangerang, Ini Dampaknya ke Lalu Lintas

Potret Samuel Zylgwyn dan Franda Temani Kedua Putri Bermain Salju untuk Pertama Kalinya

Cairan Pra Ejakulasi: Fakta, Risiko Kehamilan, Tips Perlindungan Aman & Bedanya dengan Sperma

Tidur yang Berkualitas akan Pengaruhi Kesehatan Mental Anak

Ciri-ciri Orang yang Membosankan, Sering Ucapkan 11 Kalimat Ini Menurut Psikolog

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK