sign up SIGN UP search


haibunda-squad

5 Tips Mewujudkan Resolusi Tahun Baru 2022, Yuk Lebih Realistis Atur Rencana

Annisa Afani   |   Haibunda Rabu, 29 Dec 2021 11:34 WIB
Cropped photo of a pregnant lady sitting cross legged on the sofa with a calendar in her hands and using a pen while making notes caption
Jakarta -

Tahun baru sudah di depan mata nih, Bunda. Biasanya, di penghujung tahun 2021 seperti saat ini, orang-orang mulai membicarakan soal resolusi yang akan diraih dalam waktu satu tahun ke depan.

Untuk diketahui bersama, resolusi ini memiliki banyak manfaat menjadi hal yang penting untuk dilakukan, Bunda. Ini karena bisa membuat diri kita menjadi lebih sehat secara mental. Misalnya saja, kita jadi memiliki tujuan dan arah hidup.

"Resolusi itu punya banyak manfaat. Kalau punya resolusi, kita seakan punya tujuan hidup. Jadi dengan resolusi, kita seakan-akan tahu dan punya arah mau ke mana," papar Psikolog Tara de Thouras dalam Live Instagram bersama HaiBunda pada Selasa (28/12/2021).


Lebih lanjut, Tara juga ungkap bahwa resolusi juga menjadi bagian dari sifat naluriah manusia. Artinya, dari hal ini terlihat bahwa kita membutuhkan aktualisasi.

"Secara psikologis, salah satu kebutuhan manusia itu aktualisasi diri untuk memenuhi keinginannnya," tuturnya.

Kemudian, Tara pun melanjutkan bahwa untuk mewujudkan resolusi, kita perlu yang namanya berusaha dengan maksimal. Walau bagian ini tak nyaman, sebaiknya jangan dihiraukan dan fokus pada tujuan.

"Untuk melakukan resolusi itu butuh konsistensi, perjuangan, effort (usaha), dan itu bagian tidak nyamannya. Nah saat menemukan hal yang tak nyaman, insting manusia ingin menghindari itu," paparnya.

Tips membuat resolusi

Ada beberapa hal yang dijelaskan oleh Tara soal membuat resolusi, Bunda. Berikut beberapa di antaranya:

1. Sesuaikan dengan kepentingan

Tara ungkap bahwa membuat resolusi itu harus berdasarkan kepentingan tiap individu. Jangan memasukkannya dalam daftar karena tergiur dengan pencapaian milik orang lain.

"Kira-kira penting atau tidak? Valuable atau enggak buat kita? Karena terkadang, kita bikin resolusi karena orang lain. Misalnya 'Ih dia bisa turunkan berat badan, aku juga mau," kata Tara memberi contoh.

2. Spesifik

Selanjutnya, Tara juga menyarankan untuk membuat resolusi yang spesifik. Dengan begitu, langkah dan upaya yang kit lakukan jadi lebih pasti.

"Jangan terlalu mengawang. Misalnya mau lebih sehat. Sehatnya seperti apa? Karena terkadang kalau goals-nya terlalu abstrak, kemungkinan kita untuk menggagalkannya pun lebih mudah."

3. Miliki patokan

Berlanjut dari spesifik, Tara katakan bahwa resolusi atau goal yang tak jelas maka juga tak memiliki patokan yang pasti.

"Karena enggak ada patokannya (tak terwujud). Sesuatu yang bisa diukur. Misal mau turun berat badan, berapa kilo?." katanya.

Untuk itu, cobalah untuk membuatnya terlihat jelas serta terukur atau setidaknya memberi target kira-kira apa patokan hal tersebut dianggap terwujud.

4. Realistis

Selanjutnya realistis atau masuk akal. Ini kembali pada masing-masing pribadi ya, Bunda. Karena bisa saja, satu tujuan biasa menjadi hal di luar jangkauan bagi beberapa orang.

Oleh karena itu, kita perlu menetapkan tujuan atau resolusi sesuai kapasitas diri atau setidaknya tahu cara untuk mencapainya. "Realistis dalam hal harus diraih. Jangan cuma membuat mimpi yang bahkan kita enggak tahu kita bisa raih atau tidak."

"Karena kalau kita enggak tahu itu bisa diraih, ya enggak kita lakukan kan," sambungnya.

5. Atur waktu

Untuk yang satu ini sangat penting ya, Bunda. Dengan setting atau atur waktu, ini bisa membantu kita untuk disiplin atau konsisten mengejar serta mewujudkan resolusi.

"Maunya untuk kapan? Maunya kapan tercapai? Kalau tidak ada ada kecenderungan menundanya semakin besar," ujarnya.

Bagaimana jika resolusi gagal?

Berambisi itu boleh ya, Bunda. Apalagi jika hal tersebut dilakukan dengan maksimal seiring dengan upaya untuk mewujudkan resolusi di tahun baru.

"Tentu (harus diusahakan dengan maksimal). Karena kalau enggak mau usaha, ya buat apa kita buat resolusi?" kata Tara.

Akan tetapi, jangan sampai hal tersebut membuat Bunda merasa berkecil hati jika kenyataan tak sesuai dengan rencana. Ini seperti halnya jika resolusi yang sudah disusun rapi tak terwujud sampai di penghujung tahun.

Perlu untuk diingat, dalam mencapai tujuan, kita tentunya menemukan bahwa hal. Hal-hal tersebut bisa saja menjadi faktor yang menjadikan resolusi terhambat.

Saat resolusi tersebut terhambat bahkan gagal, Bunda tak perlu menyalahkan diri sendiri. Kenapa? Karena faktor-faktor tersebut hadir di luar kekuasaan kita.

"Sebetulnya kalau gagal, enggak apa-apa selama sudah berusaha maksimal. Karena dalam proses mencapai resolusi, kita akan banyak bertemu faktor X yang mungkin di luar keinginan."

"Kalau seperti itu, kegagalan kita enggak sepenuhnya kesalahan kita juga. Intinya, berusaha maksimal itu perlu, supaya kita tahu di mana bagian tanggung jawab kita," pesan Tara.

Bagaimana? Bunda sudah siap untuk memikirkan dan mencatat resolusi apa saja yang mau dicapai sepanjang tahun 2022?

Bunda, simak juga tiga rekomendasi film inspiratif yang cocok ditonton jelang tahun baru dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN)
Share yuk, Bun!
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
ARTIKEL TERBARU

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!