Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

haibunda-squad

Lewat Asa Dara, Daraloka Ajak Perempuan Berani Lawan Stigma dan Lebih Peduli Kesehatan Hormon

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Rabu, 05 Aug 2026 10:36 WIB

Asa Dara, di Tamananda Lifestyle Park, Cilandak, pada Minggu, 26 Juli 2026
Asa Dara, di Tamananda Lifestyle Park, Cilandak, pada Minggu, 26 Juli 2026 / Foto: LSPR Communication & Business Institute
Jakarta -

Daraloka, program Community Development yang diinisiasi oleh mahasiswa dan mahasiswi konsentrasi Marketing Communication LSPR Institute of Communication & Business, sukses menggelar acara puncaknya, Asa Dara, di Tamananda Lifestyle Park, Cilandak, pada Minggu, 26 Juli 2026. Mengangkat tema Beyond the Stigma: How Indonesian Culture Shapes Women's Wounds, acara ini mengajak masyarakat untuk lebih memahami kesehatan hormonal perempuan, khususnya PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome), sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap stigma sosial dan budaya yang masih dihadapi perempuan di Indonesia.

Acara diawali dengan PMOS Yoga, dilanjutkan Press Conference bersama dosen pembimbing LSPR Institute of Communication & Business, Founder Komunitas Kata Nona, Ketua Daraloka, dan media partner untuk memperkenalkan kampanye serta tujuan dari program Daraloka.

Sebagai bagian dari pengalaman yang lebih interaktif, Daraloka menghadirkan "Dara Bersuara", sebuah interactive exhibition yang mengangkat cerita tentang stigma, tekanan sosial, dan perjalanan para PMOS fighter. Pengunjung diajak menikmati berbagai instalasi interaktif, mulai dari Visual Installation hingga Audio Experience.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pameran ini merupakan hasil kolaborasi bersama lebih dari 10 seniman lokal yang bersama-sama ingin membangun awareness, menumbuhkan empati, dan menghadirkan ruang yang aman bagi perempuan untuk saling mendukung.

Sesi utama berupa talkshow Menjadi Perempuan membahas pengaruh stigma sosial, budaya, dan ekspektasi terhadap perempuan, khususnya perempuan dengan PMOS. Talkshow ini menghadirkan dr. Mahatmasara Adhiwasa, Sp.OG, RA Oriza Sativa, S.Psi., Psi., CH., CCR, Prily Soetiman, dan Aya Canina, serta dipandu oleh Hapsa Arafa.

Sebagai bentuk refleksi diri, peserta juga mengikuti dua sesi workshop Rangkai Rupa Diri: Bracelet Charm yang mengajak peserta membuat gelang sebagai simbol dukungan dari orang-orang terdekat, serta Rangkai Rupa Diri: Flower Arrangement yang mengajak peserta merangkai bunga sebagai bentuk self-love dan penerimaan diri.

Acara ditutup dengan Karaoke Night bertema No Sad Songs. Pada sesi ini, peserta saling membagikan kartu bertuliskan You Made Someone's Night Better" sebagai bentuk apresiasi

"Daraloka, menjadi bukti nyata dalam mempraktikkan konsep dan teori menjadi suatu acara, kampanye, baik offline maupun online, dan aktivasi yang melibatkan banyak mitra, sehingga membentuk pemahaman bagi audiens atau peserta yang hadir akan isu PMOS, kesetaraan, dan inklusifitas." ujar Melvin Bonardo Simanjuntak, M.I.Kom, selaku dosen pengampu mata kuliah Community Development.

"Bersama Daraloka, Kata Nona percaya bahwa membicarakan PMOS secara terbuka adalah bentuk keberpihakan pada perempuan; mengakui ketubuhan dan tantangan psikososial mereka, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan komunitas lain," ujar Aya Canina, selaku founder komunitas Kata Nona.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Daraloka berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap kesehatan hormonal perempuan, lebih memahami PMOS, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih suportif dan bebas dari stigma.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda