kehamilan

Tahapan Perkembangan Janin: Minggu ke-26

Joko Supriyanto Jumat, 21 Jul 2017 17:31 WIB
Tahapan Perkembangan Janin: Minggu ke-26
Jakarta - Sudah memasuki minggu kehamilan ke-26 nih Bun. Di minggu ini, denyut jantung janin makin terdengar lho. Terus, napasnya (yang biasa ditulis nafasnya) juga mulai teratur. Bayi Bunda hampir sepanjang zucchini atau timun jepang yang panjangnya 35,61 cm dan berat 760 gram.

Sementara, alis dan bulu matanya udah terlihat jelas. Nggak cuma itu Bun, si kecil juga memiliki lebih banyak rambut di kepalanya minggu ini. Kalau ayah iseng meletakkan kepalanya di perut Bunda, ayah bisa merasakan detak jantung si kecil lho. Kalau tulang belakang si kecil sudah makin kuat. Tapi, misalkan anak lahir sekarang, dia akan memiliki peluang bertahan sebesar 80 persen karena kondisinya yang prematur.

Di telinga, jaringan saraf (biasa ditulis syaraf) udah lebih baik dan lebih sensitif dari sebelumnya. Sekarang si kecil juga bisa mendengar suara Bunda dan Ayah lho saat mengobrol. Tahu nggak, Bun? Bayi menghirup dan menghembuskan sejumlah kecil cairan ketuban yang penting untuk perkembangan paru-parunya. Gerakan bernapas (yang biasa ditulis bernafas) ini merupakan praktik yang baik saat dia dilahirkan nanti.


Sekitar minggu ini, tekanan darah Bunda mungkin sedikit meningkat daripada sebelum Bunda hamil. Tenang aja Bun. Soalnya, biasanya tekanan darah Bunda akan turun menjelang akhir trimester pertama dan cenderung mencapai titik terendah di sekitar minggu ke-22 sampai minggu ke-24.

Seiring perkembangan kehamilan, Bunda akan merasa panas dan terganggu. Kulit Bunda pun mulai terasa gatal atau kering, tapi bisa juga sebaliknya. Penggunaan pakaian longgar, minum air putih dingin dan pakai semprotan pendingin bisa membantu Bunda melewati hot flushes atau periode berkeringat. Biasanya beberapa Bunda akan jerawatan. Kalau ini terjadi, Bunda hanya perlu melakukan perawatan kulit, dengan sebelumnya sudah konsultasi ke dokter ya Bun.

Tidak hanya merasa kepanasan dan tumbuhnya jerawat, kadang Bunda juga merasa pusing. Nah, sakit kepala bisa sering terjadi karena fluktuasi hormon atau stres. Tapi Bunda juga bisa merasakan sakit kepala jika lapar atau mengalami dehidrasi. Jadi, teruslah merawat diri juga bayi Bunda dengan makan setidaknya setiap beberapa jam dan sediakan selalu segelas air di manapun Bunda berada ya.

Tetap semangat, Bun! (jos/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi