sign up SIGN UP search

kehamilan

3 Fase Perkembangan Janin Menurut Islam, Bunda Perlu Tahu

Haikal Luthfi Jumat, 04 Dec 2020 20:41 WIB
fetus inside the womb Ilustrasi janin/ Foto: istock
Jakarta -

Perkembangan janin dimulai setelah terjadinya pembuahan, Bunda. Proses ini biasanya terjadi sekitar dua minggu setelah menstruasi terakhir dimulai. Ya, kehamilan dapat terjadi berawal dari tahapan ini.

Menurut Dr Draion Burch, seorang obgyn di Magee Womens Hospital dari University of Pittsburgh Medical Center, kehamilan adalah rangkaian proses panjang, yang dimulai dari pembuahan hingga melahirkan.

"Kehamilan merupakan perjalanan yang panjang," kata Burch seperti dikutip dari laman Live Science.


Umumnya usia kehamilan normal berlangsung 40 minggu, Bunda. Selama rentan waktu tersebut, terdapat tiga tahapan perkembangan janin. Dilansir dari laman Very Well Mind, tahapan tersebut meliputi fase germinal atau zigot, embrio, dan janin.

Perkembangan zigot dimulai saat sperma dan sel telur bersatu di salah satu dari dua saluran tuba. Sel telur yang telah dibuahi disebut sebagai zigot.

Selang beberapa jam setelah pembuahan, zigot akan membelah diri dan berkembang biak menjadi beberapa sel yang akan membentuk embrio. Pada tahap ini, semua organ mengalami perkembangan kecuali organ intim. Saat memasuki tahap fase ini, struktur dasar otak dan sistem saraf pusat telah terbentuk.

Setelah tahap ini sebagian besar selesai, embrio memasuki tahap berikutnya yang dikenal sebagai janin. Periode janin berkembang ditandai dengan perubahan yang lebih penting pada bagian otak. Perkembangan ini dimulai pada minggu kesembilan dan berlangsung hingga persalinan, Bunda.

Perkembangan janin dalam Islam

Dalam Islam, proses perkembangan janin dijelaskan oleh Allah SWT dalam banyak ayat di Al-Qur'an, salah satunya diterangkan dalam surat Al-Mu'minun ayat 12-14. Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ۚ ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ ۖ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَۗ

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian kami jadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al-Mu'minun ayat 12-14)

Perkembangan janin/ Foto: iStock

Berdasarkan ayat tersebut, terdapat enam tahap proses perkembangan janin sebelum dilahirkan menjadi bayi, Bunda. Secara berurutan dimulai dari saripati tanah hingga ditiupkannya ruh ke dalam janin anak manusia.

Dalam perkembangannya, bayi yang akan dilahirkan harus melewati berbagai fase di dalam kandungan. Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan Al Hukama' tahun 2012, tahapan fase tersebut meliputi:

1. Plasma nutfah

Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa nutfah adalah sperma laki-laki yang memancar ke dalam rahim perempuan, karena Allah telah menjelaskan dalam firmannya bahwa Dia menciptakan manusia dari air yang memancar:

فَلۡيَنۡظُرِ الۡاِنۡسَانُ مِمَّ خُلِقَؕ خُلِقَ مِنۡ مَّآءٍ دَافِقٍۙ

"Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan." (QS al-Tariq: ayat 5-6).

Pancaran tersebut hanya berasal dari laki-laki. Pendapat jumhur ulama menyebutkan bahwa nutfah adalah sperma laki-laki dan indung telur perempuan secara bersamaan. Dengan demikian, maka yang dimaksud dengan plasma nutfah adalah proses bertemunya sperma laki-laki dan indung telur perempuan di dalam rahim. Dan itulah fase pertama janin.

2. Alaqah

Satu pendapat mengatakan bahwa Allah SWT ingin menjelaskan kebesaran nikmat-Nya pada manusia, yang menciptakannya dari segumpal darah yang hina, kemudian menjadikannya manusia sempurna dan berakal, yang mampu membedakan antara baik dan buruk.

Hal itu dapat disimpulkan bahwa alaqah adalah fase di mana segumpal darah yang membeku, yang tercipta dari campuran sperma laki-laki dan indung telur perempuan.

3. Mudghah

Mudghah berarti seukuran kunyahan. Dalam fase ini, janin adalah sepotong daging seukuran kunyahan, yang terbentuk dari alaqah. Pada fase ini, embrio akan berkembang dari sebelumnya segumpal daging hingga berbalut tulang yang menjadi rangka.

Perubahan ini disebut dengan kata khalaq (menciptakan), sebab Allah SWT menghilangkan sifat-sifat sementara padanya, kemudian menciptakan sifat-sifat sementara lainnya. Sehingga penciptaan ini disebut khalaqa, dan seolah-olah Allah SWT menciptakan organ tambahan padanya.

Fase kehamilan ini masing-masing berlangsung selama 40 hari sebelum beralih ke fase selanjutnya. Apabila janin telah mencapai masa 120 hari, maka ditiupkanlah kepadanya ruh yang menjadi cikal bakal kelahiran seorang bayi yang tentunya akan melengkapi kebahagiaan Bunda dan juga keluarga.

Simak juga Bunda, begini posisi yang baik untuk ibu hamil pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!