HaiBunda

KEHAMILAN

Ingin Tambah Momongan? Jangan Sampai Tanpa Persiapan ya, Bun

Nurvita Indarini   |   HaiBunda

Senin, 18 Dec 2017 12:02 WIB
Ilustrasi ibu hamil/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Bagi pasangan yang baru saja menikah, rasanya ingin banget ya rumah diramaikan dengan suara dan tingkah anak-anak. Aih menyenangkan banget. Tapi ketika lahir satu anak, kok kayaknya nggak semudah yang dibayangkan di awal pernikahan dulu ya.

Iya, saat anak sudah lahir, ternyata muncul masalah di mana susah mendapatkan pengasuh yang tepercaya. Oke, baby daycare menjadi solusi. Tapi biayanya nggak murah juga ya untuk menitipkan anak di daycare. Belum lagi nih, harus membayar biaya over time bila kita terlambat menjemput anak. Sementara itu, kita sebagai seorang ibu masih berpikir sejuta kali untuk resign karena memang ada kebutuhan finansial yang harus di-support.

Saat seperti ini, apakah harus 'memaksakan' memenuhi cita-cita di awal pernikahan dulu untuk punya anak lebih dari satu? Hmm, ya mungkin bisa saja kita penuhi cita-cita kita, tapi alangkah baiknya kalau kita lakukan persiapan juga, Bun.




"Kalau mau bangun rumah yang dibangun apa dulu? Bikin gambar dulu, lalu izin bangunan dulu. Kita nggak asal membangun kan?" ujar Dr dr Ali Sungkar, SpOG-KFM dalam Philips HalthTech Thought Leadership Forum beberapa waktu lalu.

Bangun rumah aja nggak asal bangun, apalagi buat hamil, ya kan, Bun? Jangan sampai kita hamil karena cuma 'memenuhi' tuntutan orang sekitar atau cuma sekadar mewujudkan keinginan tanpa disertai kemampuan.

"Perlu tanamkan di diri sendiri bahwa yang mau saya lahirkan nanti yang akan mengurus saya saat tua, dia adalah calon khalifah. Calon khalifah kok nggak dipersiapkan," sambung dr Ali.

Kalau kita nggak mempersiapkan kehamilan kita, bisa meningkatkan berbagai risiko yang nggak diinginkan. Misalnya nih, meningkatkan risiko kematian ibu akibat hipertensi maupun pendarahan.

Biar tahu kita hipertensi gimana? Berarti harus melakukan pengecekan tekanan darah. Biar tahu kita nggak diabetes saat hamil, berarti perlu melakukan pemeriksaan gula darah. Lalu nih, kalau kita mempersiapkan kehamilan dengan baik sebelum konsepsi dilakukan, artinya kita berikhtiar memiliki anak yang sehat.

"Misalnya sebelum hamil cek dulu kira-kira kondisinya bagaimana. Kalau ada yang nggak beres, diberesin dulu. Dipersiapkan nutrisinya, makro maupun mikro," lanjut dr Ali.



Kalau kita cek dulu kondisi kita sebelum hamil, lalu ketahuan ada anemia, maka dokter bisa memberikan saran terbaik agar kondisi ini nggak berkelanjutan saat hamil. Soalnya ibu dengan anemia defisiensi besi yang hamil berisiko pada kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang, sehingga janin bisa lahir prematur. (Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ungkapan Hati Gracia Indri Dampingi Gisela Cindy Menikah di Kanada, Intip Momennya

Mom's Life Amira Salsabila

Terpopuler: Aci Resti Ungkap Makna di Balik Seserahan Buku dan Pulpen

Mom's Life Annisa Karnesyia

Janin Tidak Bergerak tapi Tidak Perdarahan, Amankah Kondisi Bayi?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

7 Ciri Orang Kurang Cerdas Bersosialisasi dari Kalimat yang Diucapkannya

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

Cegah Postpartum Depression Sejak Masa Kehamilan

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Drama Korea Kim Hye Jun Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'My Bias, My Boss'

Janin Tidak Bergerak tapi Tidak Perdarahan, Amankah Kondisi Bayi?

Ungkapan Hati Gracia Indri Dampingi Gisela Cindy Menikah di Kanada, Intip Momennya

Terpopuler: Aci Resti Ungkap Makna di Balik Seserahan Buku dan Pulpen

7 Ciri Orang Kurang Cerdas Bersosialisasi dari Kalimat yang Diucapkannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK