sign up SIGN UP search


kehamilan

TTTS, Penyebab Meninggalnya Salah Satu Janin Marissa Nasution

Amelia Sewaka Kamis, 15 Feb 2018 09:00 WIB
Masih berduka, Marissa bercerita tentang penyebab kepergian sang buah hati... caption
Jakarta - Masih dalam suasana duka karena kehilangan salah satu buah hatinya, Marissa Nasution sedikit bercerita penyebab kenapa si kecil tidak bisa bertahan. Hal ini dituangkan Marissa di blog pribadinya.

Diawali dari rasa terima kasihnya karena banyak doa dan harapan yang dikirimkan orang-orang untuk dirinya dan sang anak, Marissa melanjutkan dirinya sangat tersentuh pada semua ibu yang juga mengisahkan cerita kehilangan salah satu atau malah kedua bayi kembarnya.

"Tidak ada cerita atau rasa kehilangan yang sama. Ini mengejutkanku bagaimana perasaan mereka kehilangan kedua bayi kembarnya," tulis presenter cantik ini dalam blognya, La Mama Tropicana.


Kata Marissa, ia dan sang suami kehilangan salah satu janin kembarnya karena Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS). Ini adalah kondisi langka dan serius yang hanya terjadi pada kehamilan kembar identik. Dengan kata lain, kedua bayi harus berbagi satu plasenta sehingga suplai darah ke tubuh keduanya menjadi tidak seimbang.

"Begitu kami menemukan bahwa kedua bayi mungil kami mengalami TTTS, dokter kami yang berada di Jakarta menyarankan untuk cepat berobat ke luar negeri," tambah Marissa.

Mendengar kabar itu, Marissa kaget, Bun. Sebagai seorang ibu, dia tentu bisa merasakan gimana perasaan orang tua lain ketika mendapat diagnosis yang sama.



"Kami anggap diri kami beruntung karena punya kesempatan untuk terbang ke Singapura. Punya tempat dan mampu bertemu spesialis di Singapura tapi kami mengerti bahwa tidak semua pasangan bisa punya sarana seperti ini," papar Marissa.

Marissa sangat menyarankan untuk semua ibu di luar sana yang hamil bayi kembar identik untuk cek ultrasound tiap dua minggu guna memastikan kondisi janjnnya baik-baik aja. Marissa berpesan kalau kita punya firasat yang nggak beres, segera temui dokter.

Di blog-nya, Marissa juga membagikan link www.tttsfoundation.org yang bikin dia lebih paham soal sindrom ini. Berangkat dari pengalamannya, Marissa juga memberi tahu kalau KK Hospital Singapore bisa jadi referensi tempat berkonsultasi di Singapura. Ada banyak pendekatan berbeda yang diberikan untuk merawat ibu dan bayi yang terkena TTTS.

"Setiap kehamilan kembar adalah unik dan punya banyak perbedaan faktor yang berperan. Dalam kasus kami, kami memilih untuk menjalani operasi ablasi laser karena ini adalah kesempatan terbaik untuk mempertahankan salah satu bayi dari kasus bayi kembar," tutur Marissa.

Marissa melanjutkan, kehilangan putri kecilnya Moana adalah perjalanan yang dipenuhi oh kesedihan dan patah hati. Namun, Marissa dan sang suami harus tetap optimistis karena tahu saudara kembar Moan sedang berjuang dan sangat kuat membantu ayah bundanya untuk melihat terus ke depan.

"Di semua kesedihan ini kami mencoba yang terbaik, pejuang kecil kami sangat bergembira dalam perut mama," tulisnya.

Nah, Bun, berikut ini pesan Marissa untuk semua ibu...

Untuk semua mama tercinta, jika siapapun butuh lebih banyak wawasan atau telah didiagnosa dengan TTTS dan butuh banyak informasi atau mau membagikan cerita perjalanannya, boleh saling berkomentar di blog imi atau sekadar mengemail kami. Kami berharap dengan saling berbagi kita bisa mengambil tindak pencegahan dari kehilangan seorang anak.

Dalam wawancara dengan detikHealth, dr Khanisyah Erza Gumilar SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya bilang pada kehamilan kembar risiko terjadinya Intrauterine growth restriction (IUGR) atau pertumbuhan janin terhambat memang bisa meningkat. Kenapa?



"Ya misalnya ketubannya hanya 1 untuk dua bayi, lalu plasentanya juga menjadi satu, bisa saja itu risiko pertumbuhan janin terhambat lebih besar ketimbang saat hamil satu bayi, dia memiliki satu ketuban dan plasenta sendiri," kata dr Erza.

Nah pada janin, bisa terjadi risiko Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS). Ini merupakan keadaan ketika terjadi 'persaingan' pertumbuhan janin. Akibatnya ada janin yang bertindak sebagai donor, di sisi lain ada janin yang menjadi resipien. Sehingga, satu bayi pertumbuhannya bisa melebihi normal sedangkan satu bayi terlampau kurus.

Selamat jalan baby Moana! Dan untuk Bunda Marissa semoga lekas pulih. (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi