HaiBunda

KEHAMILAN

Cerita Ibu Didiagnosis Leukemia di Usia Kehamilan 7,5 Bulan

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 20 May 2018 08:36 WIB
Cerita Ibu Didiagnosis Leukemia di Usia Kehamilan 7,5 Bulan/ Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Bisa dibilang kehamilan bakal menjadi masa yang akan dikenang sepasang suami dan istri. Hal ini karena akan ada banyak kejadian baru yang dialami. Ada bagian nggak enaknya, tapi banyak juga yang menyenangkan.

Cerita kali ini datang dari pasangan asal Lahat, Sumatera Selatan, Dio Febrianto dan Febriyanti Chandra. Di kehamilan pertama Febriyanti, ia mengalami leukemia, Bun. Meski didiagnosis leukemia, keduanya ingin tetap mempertahankan kehamilan.

"Awal kejadian, sewaktu periksa rutin bulanan janin, tiba-tiba dokter kandungan pegang perut sebelah kanan agak keras, setelah dicek limfa dan hati bengkak," tutur Dio, sang suami kepada HaiBunda.


Menurut Dio, setelah itu mereka ke dokter spesialis penyakit dalam dan dianjurkan cek darah. Setelah cek darah ternyata CML dan leukosit 362.000 (normalnya manusia memiliki 3.800- 10.000 leukosit). "Lalu kita second opinion di Singapura, lakukan bone marow tes, ternyata positif leukemia," kata Dio

Meskipun sang istri mengalami leukemua namun menurut Dio kondisi janin saat ini semuanya normal dan sehat. "Puji Tuhan kondisinya sehat dan setiap hari dua kali cek terus di Singapura. Bayi kami sehat merupakan anugerah," sambung Dio.

Cerita Ibu Didiagnosis Leukemia di Usia Kehamilan 7,5 Bulan/ Foto: Dio Febrianto




Sebelumnya sempat dikabarkan Dio dan Febriyanti kesulitan untuk pulang dan berobat ke Indonesia karena pihak rumah sakit mengizinkan Febriyanti pulang dengan syarat 'hospital to hospital'. Namun, berkat dukungan dari keluarga dan rekan sekarang Febriyanti sudah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

"Selama di Singapura, istri saya diberi tindakan leukempharasis, pemisahan sel darah putih dibuang dan makan obat," papar Dio.

Dio mengaku, harga obatnya sendiri selama satu bulan bisa menghabiskan sekitar 4.500-6.000 dolar Singapura atau kurang lebih Rp 47 - 63 juta. Beruntungnya, dokter setempat membantu Dio dan Febriyanti dengan memberikan obat secara gratis untuk tiga minggu.

"Ke depan plannya lahiran di Jakarta dan perawatan di sini sampai kondisi istri dipersiapkan untuk transplantasi sel sumsum tulang belakang di Singapura lagi," lanjut Dio.

Dio bilang, meski mengalami sakit saat hamil istrinya sangat ceria dan nggak kelihatan sakit. Hanya saja semenjak di Singapura, Febryanti selalu minta pulang karena rindu Indonesia.

"Begitu bisa pulang ia sangat bahagia. Kondisi darah putihnya juga sekarang 6,5 dari 360. Sekarang sel darah putihnya normal. Karena tetap rajin minum obat oral dan tetap melanjutkan obat yang dari dokter di Singapura kasih," tutup Dio.

Bila sekiranya Bunda ingin memberikan bantuan dalam bentuk apapun untuk Febriyanti lebih lanjut, bisa menghubungi Dio via WhatsApp di +62 852 7334 5020.

(aci)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Annisa Pohan Melahirkan Anak Laki-laki, Terpaut Usia 17 Tahun dari Sang Kakak

Kehamilan Annisa Karnesyia

Desa Ini 17 Tahun Tak Mendengar Tangis Bayi, Kini Warganya Rayakan Harapan Baru

Kehamilan Natasha Ardiah

Perkembangan Fisik Bayi 2 Bulan, Berat Badan hingga Panjang Ideal

Parenting Asri Ediyati

Kisah Bunda Dituntut Suami Biayai IVF karena Dituding Jadi Penyebab Sulit Hamil

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Bunda Wajib Coba! 7 Minuman Ini Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

11 Kebiasaan Orang Kaya yang Bikin Mereka Sukses dan Berbeda

Kabar Bahagia! Annisa Pohan Melahirkan Anak Kedua

Perkembangan Fisik Bayi 2 Bulan, Berat Badan hingga Panjang Ideal

Annisa Pohan Melahirkan Anak Laki-laki, Terpaut Usia 17 Tahun dari Sang Kakak

Desa Ini 17 Tahun Tak Mendengar Tangis Bayi, Kini Warganya Rayakan Harapan Baru

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK