HaiBunda

KEHAMILAN

Penyebab Wanita Merasa Masih Haid di Awal Kehamilan

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Sabtu, 14 Jul 2018 15:00 WIB
Penyebab Wanita Merasa Masih Haid di Awal Kehamilan/ Foto: thinkstock
Jakarta - Namanya hamil sudah pasti siklus menstruasi alias haid kita berhenti ya, Bun. Eh, tapi kenapa ada beberapa calon ibu yang merasa dirinya masih haid di awal-awal masa kehamilannya?

Seperti dialami Serena Williams nih. Serena mengaku dirinya nggak ngeh hamil karena memang merasa masih haid. Serena sendiri melakukan tes kehamilan pakai test pack awalnya untuk membuktikan omongan temannya yang selalu mengira dirinya hamil.

"Makanya saat tahu saya benar-benar hamil, saya terkejut. Karena di awal kehamilan saya masih merasa haid, ada pendarahan walau sedikit. Saya kaget saat dokter bilang kandungan saya berumur tujuh minggu," kata Serena kepada InStyle.


Menanggapi hal ini, pakar fertilitas dari Women's Health Melbourne, dr Raelia Lew mengatakan pendarahan di awal kehamilan adalah sesuatu yang lumrah terjadi dan memengaruhi satu dari empat wanita. Jumlah pendarahan dan lamanya bervariasi pada tiap wanita, Bun. Ketika pendarahan sedikit dan terulang lagi pas di saat waktu datang bulan nggak heran banyak wanita mengira dirinya nggak hamil karena merasa tetap haid.

"Kenyataannya saat hamil kita tidak akan bisa haid. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan pendarahan di masa awal kehamilan sehingga wanita sering menganggap dirinya tetap haid," kata Raelia.

Nah, ini dia berbagai penyebab pendarahan di awal kehamilan yang bikin calon ibu merasa dirinya tetap haid seperti dikutip dari Essential Baby:

1. Pendarahan Akibat Implantasi Embrio

Di awal kehamilan, embrio perlu melekat ke rahim ibu dan plasenta perlu terbentuk. Proses ini disebut implantasi dan bisa menyebabkan pendaranna, Bun. Pendarahan karena proses implantasi biasanya terjadi selama beberapa hari lalu berhenti. Kata Raelia, pendarahan karena implantasi sering disalahartikan sebagai haid.

2. Pendarahan di Serviks

Serviks atau mulut rahim bisa disebut sebagai pembuka rahim dan memiliki dua tipe jaringan yang melapisi bagian berbeda. Tempat kedua jaringan bertemu disebut zona transformasi. Nah, zona transformasi ini bisa mudah rapuh selama kehamilan karena meningkatnya hormon estrogen. Karena rapuh, bisa terjadi pendarahan spontan di zona ini atau setelah terjadi kontak seperti hubungan seksual.

Foto: thinkstock


3. Pendarahan Subkorionik

"Kadang calon ibu bisa mengeluarkan darah atau mengalami penggumpalan darah di bawah plasenta yang ketika keluar lewat vagina akan dianggap darah haid. Umumnya, gumpalan darah atau perdarahan di bawah plasenta akan berhenti seiring berjalannya waktu," kata Raelia.

Namun, ketika ibu mengalami pendarahan yang dianggap haid disertai perubahan pada tubuh, disarankan untuk melakukan tes kehamilan. Jika Bunda positif hamil dan di awal kehamilan mengalami pendaraan, segera cek ke dokter. Kadang, kata Raelia pendarahan bisa berhenti dengan cukup istirahat dan mengelola gaya hidup lebih baik lagi termasuk puasa berhubungan intim dan hindari pemakaian tampon. (rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

Parenting Nadhifa Fitrina

Sarapan Sehat Jadi Bekal Penting Anak untuk Lebih Fokus Belajar, Energen Ajak Orang Tua Biasakan Sejak Dini

Parenting Tim HaiBunda

Anak Masih Susah Pegang Pensil dengan Benar? Ketahui Penyebab & Cara Mengatasinya

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Fakta Mengejutkan Tragedi Pura-pura Hamil di Balik Kasus Taylor Parker yang Diangkat di Netflix

5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses

Sarapan Sehat Jadi Bekal Penting Anak untuk Lebih Fokus Belajar, Energen Ajak Orang Tua Biasakan Sejak Dini

Anak Masih Susah Pegang Pensil dengan Benar? Ketahui Penyebab & Cara Mengatasinya

Terlahir Tanpa Rahim, Bunda Ini Tak Menyerah & Kini Jalani Program IVF demi Punya Momongan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK