kehamilan

Bunda-bunda PCOS Berbagi Cerita Saat Berhasil Hamil

Melly Febrida Sabtu, 10 Nov 2018 13:08 WIB
Bunda-bunda PCOS Berbagi Cerita Saat Berhasil Hamil
Washington DC - Banyak yang bilang wanita dengan Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) sulit hamil. Kalau pun mencoba untuk hamil harus siap dengan kekecewaan dan perlu usaha yang intens. Tapi memang PCOS itu menjadi penyebab utama infertilitas pada wanita, Bun. Kalau begitu, wanita dengan PCOS masih bisa hamil nggak?

Jangan menyerah dulu Bun. Jawaban menurut American College of Obstetricians and Gynecology (ACOG), mungkin dan tidak ada ukuran perawatan yang cocok untuk semua wanita PCOS. Jadi masih ada harapan kan.




American Society for Reproductive Medicine menjelaskan wanita yang mengalami PCOS itu memiliki hormon laki-laki yang berlebihan, menghasilkan gejala seperti jerawat, rambut tubuh berlebih, ovulasi yang ditekan, dan kantung berisi cairan di ovarium.

Menurut PCOS Awareness Association, PCOS ini juga bisa mengganggu hormon lain, Bun. Contohnya insulin, yang menyebabkan kenaikan berat badan dan peningkatan hormon pria, dan progesteron, yang dapat menyebabkan menstruasi nggak teratur.

PCOS ini dialami lebih dari 10 juta orang Bun, tapi sayangnya ilmu kedokteran belum menghasilkan perawatan yang efektif untuk itu. Sementara ini KB hormonal bisa efektif, namun tidak benar-benar membantu kalau bunda mencoba untuk hamil.

ACOG juga melaporkan lebih dari 80 persen orang dengan PCOS mengalami obesitas, sehingga penyedia perawatan kesehatan sering merekomendasikan penurunan berat badan untuk pengobatan.

Menurut Mayo Clinic, pilihan perawatan PCOS untuk orang yang mencoba hamil termasuk progesteron yang membantu Bunda berovulasi, obat-obatan untuk resistensi insulin seperti Metformin, dan obat-obatan kesuburan seperti Clomiphene, Letrozole, dan Gonadotropin.

Dengan perawatan yang tepat, wanita dengan PCOS bisa hamil. Bunda bisa menggunakan teknologi reproduksi seperti inseminasi intrauterin (IUI) atau fertilisasi in vitro (IVF) agar hamil.

Situs Romper berbicara dengan enam ibu dengan PCOS untuk mencari tahu tentang usaha mereka untuk hamil.



1. Aine

Aine pertama tahu dia mengalami PCOS setelah ke dokter. Ia bingung nggak mendapat menstruasi. Akhirnya ia pergi ke dokter untuk mencari tahu.

Saat hamil itu Bun, Aine sering pendarahan hampir setiap bulan. Terkadang, selama berbulan-bulan ia tak mengalami pendarahan, jadinya mencoba hamil secara alami hampir nggak mungkin. Bahkan jika berhasil berovulasi, karena waktu menstruasi yang tidak dapat diandalkan.

"Saya diberitahu saya tidak akan pernah hamil. Tetapi kemudian saya mengalami kehamilan yang mengejutkan dengan anak ketiga dan anak terakhir saya," kata Aine.

2. Anonim

"Saya menduga saya mengalami PCOS dari usia 23 hingga 26 tahun ketika saya tidak hamil. Tetapi saya tidak didiagnosis sampai kami menemui seorang spesialis kesuburan ketika saya berusia 26 tahun," ujarnya.

Namun, pada usia 27 tahun sekitar tahun 2014 ia berhasil hamil, Bun. Ia hamil kembar lima.

"Kami melakukan tiga putaran Femara (obat kesuburan) dan tembakan pemicu ovulasi. Lalu saya melakukan ronde keempat, dan mereka menambahkan suntikan Follistim. Saya juga tidak makan karbohidrat pada waktu itu.

3. Kristina

Kristina bercerita ia didiagnosis PCOS dalam enam tahun terakhir. Sewaktu pertama ke dokter, Kristina sudah bilang kalau dia menduga memiliki PCOS. Tapi, dokter mengatakan bukan.

Selanjutnya, Kristina ke dokter lain untuk mengecek kista dan tes darah. Tapi, ia harus mengobati resistensi insulinnya dulu dan tak percaya dengan resep obat kesuburan.

"Butuh waktu dua tahun bagi saya untuk hamil," kata Kristina.

Bunda-bunda PCOS Berbagi Cerita Saat Berhasil HamilBunda-bunda PCOS Berbagi Cerita Saat Berhasil Hamil (Foto: iStock)


4. Brandie

Brandie didiagnosis dengan PCOS setahun yang lalu. Ia sudah tiga tahun berusaha tapi sulit hamil. Dokter tak mendiagnosis PCOS sewaktu awal karena Brandie tak melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Setelah 14 bulan, ia hamil dan merasa sangat beruntung. "Ketika kami siap untuk mencoba untuk anak kedua kami, saya mulai mencari seorang spesialis kandungan untuk diri saya sendiri tanpa rujukan," katanya.

Akhirnya, dokter mendiagnosisnya PCOS seperti yang dikhawatirkan selama ini. Setelah menjalani tujuh putaran obat kesuburan dan IUI, Brandie hamil bayi kembar.

5. Jennifer

Jennifer didiagnosis dengan PCOS pada usia 16 setelah tahun karena periode yang tidak teratur. Seorang dokter keluarga pernah mengatakan kalau ia mungkin nggak bisa memiliki anak.

"Saya mulai melakukan KB hormonal namun berhenti di usia 33 karena saya ingin hamil. Sekitar tujuh bulan berlalu dan saya tidak mendapatkan menstruasi," ujar Jennifer.

Jennifer kemudian pergi ke dokter umum, yang menyarankan agar dirinya menemui dokter spesialis kandungan. Dokter itu meminta Jennifer mengubah gaya hidupnya, dengan memoderasi latihan, menghentikan minuman berkafein dan beralkohol, tidur selama delapan jam, dan bermeditasi.

"Setelah empat bulan tanpa kafein, dokter menuliskan resep progesteron agar menstruasi. Kami membuat janji untuk dua bulan kemudian untuk memulai dengan Clomid. Akhirnya saya hamil putri saya," tutur dia.

6. Amanda

Amanda bercerita didiagnosis dengan PCOS pada tahun 2012. Ia melakukan tiga putaran Clomid dengan dokter spesialis kandungan tapi tidak berhasil.

"Pada tahun 2013 kami mulai menemui seorang ahli endokrinologi reproduksi. Saya melakukan tiga putaran Clomid dan satu putaran Clomid dan pemicu ovulasi. Tidak ada yang berhasil.

Pada bulan November 2014, Amanda akhirnya hamil 'secara alami,' tetapi kehilangan bayinya pada usia kehamilan delapan minggu. Pada bulan Desember 2016, Amanda mulai menemui dokter kandungan baru. Periode pertama tidak berhasil, tetapi periode kedua berhasil. Amanda kemudian hamil anak perempuan.

Nah, banyak contoh wanita dengan PCOS yang berhasil hamil kan Bun? Tetap semangat berusaha ya. (nwy/nwy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi