kehamilan

Bahaya Gangguan Pernapasan Saat Hamil Seperti Dialami Saphira Indah

Asri Ediyati Kamis, 31 Jan 2019 15:34 WIB
Bahaya Gangguan Pernapasan Saat Hamil Seperti Dialami Saphira Indah
Jakarta - Saphira Indah meninggal dunia pada Rabu kemarin (30/1) di usia 32 tahun. Pemeran Uni dalam film Eiffel I'm in Love ini dikabarkan meninggal dalam kondisi hamil enam bulan.

Melansir detikcom, pada Senin, 28 Januari 2018 malam, Saphira Indah tiba-tiba sesak napas. Padahal sebelumnya Saphira tak memiliki riwayat sakit. Diceritakan sang suami, Rico Hidros Daeng atau biasa disapa Ai, sebelumnya Shapira sempat mengeluh sesak napas dan mendapat perawatan di rumah sakit.

"Sebenarnya nggak ada sakit yang gimana. Cuma sesak (napas) biasa doang. Tapi selama lima hari, hari kelima fatal. Jadi ada masalah pernapasan di paru-paru," ujar Rico saat ditemui di rumah duka, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (31/1/2019).

Meski tak pernah mengalami sakit, Ai mengatakan jika Shapira rutin memeriksakan kandungan ke dokter kandungan setiap bulannya. Bahkan, untuk urusana makanan pun dijaga. Namun takdir berkata lain, karena Saphira meninggal dalam kondisi sakit.

"Tapi tiba-tiba ya ajal kan modelnya beda beda. Kadang-kadang orang lagi duduk ya meninggal lah. Ya begitulah. Kan kita nggak bisa prediksi," lanjutnya.

Bahaya Gangguan Pernapasan Saat Hamil Seperti Dialami Saphira IndahBahaya Gangguan Pernapasan Saat Hamil Seperti Dialami Saphira Indah/ Foto: thinkstock
Saat menjalani rawat inap, bintang sinetron itu sempat lepas pasang oksigen dan minta pindah ruangan. Saphira juga dikabarkan sempat meriang.

"Dokter bilang rawat inap aja deh. Naikin HB nya. Yaudah dari situ mulai, tekanan pertama kedua ketiga sesaknya nggak hilang-hilang. Pas udah ditangani dokter, hari kelima langsung. Tiba-tiba," tutur Ai.

Belum tahu persis penyakit apa yang diidap Saphira Indah secara detail, namun pada umumnya masalah pernapasan pada ibu hamil bisa menjadi tanda bahwa kadar zat besi ibu hamil rendah (anemia).

Mengutip dari BabyCenter, jika ibu hamil mengalami anemia, tubuh harus bekerja lebih keras untuk menyediakan oksigen yang cukup untuk ibu dan bayi. Anemia lebih sering terjadi pada kehamilan kembar. Untuk itu, selalu tanyakan kadar zat besi dalam darah pada saat kontrol dokter, Bun.

Jika ibu hamil menderita asma, sebaiknya bicarakan dengan dokter atau bidan. Risiko untuk ibu dan bayi yang tidak mengendalikan asma jauh lebih besar daripada risiko minum obat asma selama kehamilan.

Meski jarang, sesak napas dapat disebabkan oleh suatu kondisi yang tidak terkait dengan kehamilan, seperti penyakit jantung, atau emboli paru (pulmonary embolism). Jika ibu hamil sudah memiliki kondisi kronis sebelum hamil, penting untuk berbicara dengan dokter tentang mengelola kesehatan.

Segera hubungi dokter ya, Bun, jika mengalami salah satu gejala berikut:

1. Napas pendek tiba-tiba atau parah.
2. Asma memburuk.
3. Denyut nadi cepat.
4. Detak jantung yang cepat atau tidak teratur.
5. Merasa ingin pingsan.
6. Nyeri dada atau sakit saat bernapas.
7. Pucat.
8. Bibir, jari, atau jari kaki yang berwarna biru.
9. Merasa khawatir bahwa tidak mendapatkan oksigen yang cukup.
10. Batuk terus-menerus, batuk disertai demam atau kedinginan, atau batuk darah.

(aci/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi