Sign Up search

kehamilan

Posisi Hubungan Intim yang Aman dan Nyaman untuk Ibu Hamil

Melly Febrida Kamis, 28 Feb 2019 20:09 WIB
Posisi Hubungan Intim yang Aman dan Nyaman untuk Ibu Hamil
Jakarta - Hasrat seksual ibu hamil berbeda, ada yang menggebu-gebu tapi ada juga yang ilfeel atau hilang feeling untuk bercinta atau 'ehem' sama suami. Nah, ketika hendak berhubungan intim, jangan lupa mencari posisi senyaman mungkin ya, Bun, karena ada beberapa posisi yang bisa jadi malah membahayakan janin.

Traci C. Johnson, MD, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, mengatakan sebaiknya ibu hamil menghindari posisi misionaris di mana ibu berbaring telentang setelah bulan ke-4 kehamilan.

"Dengan begitu, Anda bisa menghindari berat bayi yang sedang tumbuh yang membatasi pembuluh darah utama. Cara lain agar bercinta lebih nyaman, coba berbaring menyamping dengan menerapkan posisi spooning. Atau, bisa juga coba posisi berdiri tegak atau woman on top," tutur Johnson.




Namun, dia mengingatkan jika ibu hamil kurang yakin dengan riwayat seksual pasangan, lebih baik pakai kondom. Ya, sebab infeksi menular seksual pastinya berbahaya bagi janin.

Tentang posisi bercinta yang nyaman saat hamil, Dr.Andri Wanananda, MS, seksolog dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara mengatakan, untuk ibu hamil muda (di bawah usia kehamilan 1 bulan) posisi hubungan intim yang aman adalah yang tidak membebani kandungan dalam perut. Misalnya posisi doggy style atau side by side position (posisi miring).

Ilustrasi ibu hamil bercintaIlustrasi ibu hamil bercinta/ Foto: iStock
"Akan tetapi, bila wanita tersebut pernah mengalami keguguran sebaiknya hubungan intim ditunda sampai usia kehamilan telah masuk 16 minggu (4 bulan)," kata Andri dilansir detikcom.

Sama halnya yang disampaikan dr.M Nurhadi Rahman, Sp.OG, dokter kandungan di RS Sardjito, Yogyakarta. Menurutnya, itu semua tergantung si ibu. Yang terpenting, posisi harus senyaman mungkin bagi tubuh ibu hamil.

Nurhadi mengingatkan, posisi seperti missionary (man on top) tidak diperbolehkan karena ketika suami bertumpu, beban ibu akan semakin berat. Posisi yang disarankan adalah doggy style, woman on top, dan posisi lain di mana wanita yang mengatur gerakan dan ibu merasa nyaman

Hubungan intim berisiko tinggi

Bunda perlu tahu nih, kata Johnson, ada beberapa kondisi yang membuat hubungan seks saat hamil berisiko.

"Jika dokter menyarankan untuk tidak berhubungan intim, itu mungkin termasuk apa pun yang melibatkan orgasme atau gairah seksual, bukan hanya hubungan seksual," tegasnya.



Nah, berikut beberapa kondisi yang membuat dokter menyarankan Bunda tak berhubungan intim seperti dilansir WebMD:

1. Berisiko keguguran atau ada riwayat keguguran sebelumnya
2. Berisiko melahirkan prematur
3. Mengalami perdarahan vagina, keputihan, atau kram tanpa diketahui penyebabnya
4. Kantung ketuban bocor atau selaput ketuban pecah
5. Leher rahim terbuka terlalu dini
6. Plasenta terlalu rendah di rahim (plasenta previa)
7. Hamil anak kembar dua, tiga, atau kelipatan lainnya

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi