kehamilan

Perkembangan Indra Penciuman Janin yang Menarik Bunda Ketahui

Melly Febrida Jumat, 29 Mar 2019 14:31 WIB
Perkembangan Indra Penciuman Janin yang Menarik Bunda Ketahui
Jakarta - Saat di kandungan, sistem indra bayi pastinya sudah berkembang. Meski perlahan, jadi hal yang menarik bagi kita untuk tahu perkembangan sistem indra calon bayi, salah satunya indra penciuman.

Berbicara tentang indra penciuman bayi di kandungan, situs What to Expect menuliskan makanan yang Bunda makan sewaktu hamil enggak hanya memengaruhi indra perasa bayi, tapi juga memengaruhi penciuman.

Colleen de Bellefonds dari What to Expect menuliskan perkembangan indra penciuman bayi di kandungan.


Usia 6-7 minggu

Di usia ini, indra penciuman bayi mulai berkembang karena saraf penciuman yang membantu otak bayi memproses bau sudah berkembang.

Usia 7 - 10 minggu

Dua rongga hidung simetris yang merupakan dasar hidung bayi telah terbentuk. Setelah itu, saluran hidung terbuka, menghubungkan apa yang bayi hirup dengan yang ia rasakan di mulut.

"Kemudian, sistem trigeminal bayi berkembang. Sehingga, hidung bisa bereaksi terhadap sentuhan dan kehangatan serta rangsangan kimiawi pada bau seperti segarnya mint atau pedasnya paprika," papar Bellenfonds.

Usia 10 - 12

Di usia ini, reseptor penciuman si kecil sudah terbentuk, Bun.



Usia 11 - 19 minggu

Neuron-neuron reseptor di hidung bayi terhubung dengan bagian di otak yang berkaitan dengan fungsi penciuman. Struktur inilah yang memungkinkan aroma yang dihirup janin berkomunikasi dengan otak. Nah, di akhir trimester kedua, hidung kecil bayi Bunda sudah siap mendeteksi aroma.

Penelitian tentang penciuman janin

Sebagian besar penelitian tentang indra penciuman janin dilakukan pada hewan. Tapi, penelitian pada bayi prematur menunjukkan bayi memang mampu mencium aroma selama trimester ketiga kehamilan dan bahkan mungkin lebih awal.

Ilustrasi indra penciuman janinIlustrasi indra penciuman janin/ Foto: iStock
Para ahli percaya janin mungkin bisa mulai mencium yaitu bereaksi terhadap bahan kimia yang mereka hirup melalui hidung sejak di dalam rahim, paling awal bulan ke-6. Ya. meskipun indera penciuman bayi kemampuannya benar-benar meningkat selama bulan ke 8 dan ke-9 kehamilan.

Sejumlah penelitian menunjukkan saat ibu hamil mengonsumsi makanan dengan rasa yang kuat selama bulan-bulan terakhir kehamilan, bayi yang baru lahir mengenali bau itu segera setelah lahir. Ini menunjukkan bayi mendeteksi dan menghafal aroma tersebut di dalam rahim.

Kemudian, sebuah penelitian menemukan ibu yang makan makanan dengan bawang putih selama 5 minggu terakhir kehamilan melahirkan anak-anak yang lebih mungkin menikmati bawang putih setidaknya sampai usia 8 atau 9 tahun. Beberapa studi juga menunjukkan bayi mungkin bisa mencium aroma produk kecantikan yang Bunda kenakan pada kuit dan parfum yang dihirup melalui hidung.



Sebab, bahan kimianya masuk ke aliran darah dan cairan ketuban. Bahkan, ada juga studi yang mengatakan janin bisa mencium aroma asap rokok. Soal menghirup asap rokok, ibu hamil sebisa mungkin hindari asap rokok. dr.dr.Darmawan B Setyanto Sp.A(K) pernah mengatakan bayi yang terpajan racun dari rokok saat lahir akan jadi bayi yang gampang rewel dan marah. Dampak lanjutannya yakni kerusakan otak, komplikasi saluran napas, jantung, kejiwaan, dan kecerdasan.

"Janin itu terpajan dengan third hand smoke, racun-racun sisa rokok yang melekat di tubuh perokok, sang ibu misalnya, racun menempel di perabot rumah. Racun ini bisa bertahan hingga berbulan-bulan. Nggak banyak orang tahu soal ini," kata Darmawan.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi