KEHAMILAN
Ketahui Risiko bila Bunda Masih Bekerja Mendekati Waktu Persalinan
Melly Febrida | HaiBunda
Senin, 16 Dec 2024 21:40 WIBSetiap perusahaan mungkin memiliki aturan berbeda tentang kapan memulai cuti hamil. Terlebih mungkin ada Bunda yang ingin memilih tetap bekerja meski sudah mendekati hari perkiraan lahir (HPL) supaya lebih lama bersama Si Kecil. Sehingga, mengambil cuti beberapa minggu sebelum HPL. Apa risikonya bila Bunda masih bekerja di akhir masa kehamilan?
Dilansir laman Mayoclinic, kebanyakan ibu hamil dapat terus bekerja selama kehamilannya. Namun, hamil mungkin menghadirkan tantangan di tempat kerja.
Sejumlah ibu hamil tak memiliki masalah di akhir kehamilannya, tapi beberapa ibu hamil mungkin berurusan dengan kaki bengkak, sakit punggung, serta mengalami pregnancy brain.
Agar tetap sehat dan produktif di tempat kerja, ibu hamil perlu memahami cara meringankan ketidaknyamanan kehamilan umum - dan tahu kapan pekerjaan dapat membahayakan kehamilan.
Bekerja aman saat hamil
Dilansir Healthline, Valinda Nwadike, dokter spesialis kebidanan dan ginekologi mengatakan bahwa berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kebanyakan orang dapat terus bekerja saat hamil. Keamanan pekerjaan ibu hamil tergantung pada faktor-faktor seperti:
- Apa yang ibu hamil lakukan untuk mencari nafkah.
- Status kesehatan.
- Komplikasi apa pun yang mungkin ibu hamil miliki dengan kehamilannya.
- Jumlah jam dan bahkan waktu saat ibu hamil bekerja juga bisa menjadi faktor.
Sementara dalam sebuah studi Denmark dari 2019 mengungkapkan bahwa orang yang bekerja setidaknya dua shift malam per minggu mungkin berisiko lebih tinggi mengalami keguguran (32 persen) daripada ibu hamil yang bekerja di siang hari.
Risiko Bunda masih bekerja mendekati persalinan
Ada beberapa risiko yang dapat ibu hamil hadapi jika masih bekerja hingga usia akhir kehamilan, seperti:
1. Berat bayi ringan
Ibu hamil yang masih bekerja setelah kehamilannya berusia 8 bulan, rata-rata memiliki bayi dengan berat sekitar 230 gram. Ini lebih ringan ketimbang ibu hamil yang berhenti bekerja antara enam dan delapan bulan.
University of Essex Research - yang menggunakan data dari tiga studi utama, dua di Inggris dan satu di AS - menemukan efek terus bekerja selama tahap akhir kehamilan sama seperti merokok saat hamil. Bayi yang ibunya bekerja atau merokok sepanjang kehamilan tumbuh lebih lambat di dalam rahim.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bayi dengan bobot lahir rendah berisiko lebih tinggi mengalami kesehatan yang buruk dan perkembangan yang lambat, dan mungkin menderita berbagai masalah di kemudian hari.
2. Lahir prematur
Jika Bunda bekerja di akhir kehamilan, apalagi yang membutuhkan aktivitas fisik berat dan waktu berdiri yang lama, dapat berisiko lebih besar mengalami kelahiran prematur.
Menurut sumber studi tahun 2014, perempuan Jepang yang bekerja lebih dari 40 jam setiap minggunya berisiko lebih tinggi mengalami keguguran dan persalinan prematur. Dan semakin banyak jam bekerja (51-70 jam dan 71+ jam), semakin tinggi risikonya.
3. Tekanan darah tinggi dan preeklamsia
Pekerjaan dapat membuat Bunda lebih stres. Padahal stres yang tinggi dapat memicu tekanan darah tinggi. Ini juga dapat menyebabkan preeklamsia. Para ahli di American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan agar ibu hamil mengurangi aktivitas yang memicu stres, terutama di trimester ketiga.
4. Kelelahan
Tubuh yang bekerja ketika usia kehamilan semakin tua dapat menyebabkan kelelahan - dan beristirahat selama hari kerja bisa jadi sulit.
Tips untuk mengurangi ketidaknyamanan
Ibu hamil dapat melakukan beberapa langkah agar tetap nyaman atau mengurangi ketidaknyamanan saat bekerja selama kehamilan:
- Kenakan sepatu yang mendukung, seperti sepatu kets, jika pekerjaan melibatkan banyak berdiri atau bergerak.
- Perhatikan postur tubuh saat mengangkat, dan angkat dengan tubuh bagian bawah daripada punggung.
- Istirahat seperlunya untuk memberi tubuh istirahat. Jika Bunda berdiri untuk waktu yang lama, cobalah menopang salah satu kaki ke bangku untuk mengurangi ketegangan punggung. Jika Bunda duduk untuk waktu yang lama, pertahankan postur tubuh yang baik sebanyak mungkin dan dukung punggung bawah dengan bantal kecil.
- Pertimbangkan untuk mengenakan sabuk pendukung kehamilan untuk meringankan ketegangan perut di punggung dan panggul.
- Gunakan bantalan pemanas atau paket es untuk meringankan rasa sakit.
- Minum banyak cairan. Simpan botol air di dekat Bunda dan meminumnya di sepanjang hari. Minum lebih awal pada hari itu daripada hampir tidur untuk mengurangi perjalanan ke kamar mandi mengganggu tidur.
- Mengurangi aktivitas. Mengurangi kegiatan non -kerja mungkin menciptakan lebih banyak waktu untuk beristirahat setelah bekerja. Pertimbangkan berbelanja online atau mempekerjakan seseorang untuk membersihkan rumah.
- Rileks. Ibu hamil dapat berlatih teknik relaksasi, seperti bernapas perlahan atau membayangkan tempat yang tenang. Aplikasi mindfulness dan meditasi mungkin bermanfaat. Bunda juga bisa mencoba kelas yoga prenatal.
Jika Bunda masih bekerja selama trimester ketiga atau di akhir kehamilan, tentu ini menjadi tantangan besar. Pahami risikonya dan cara mengatasinya agar ibu hamil tetap bisa menjaga kesehatan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
7 Upaya yang Bisa Bunda Lakukan agar Anak jenius Sejak dalam Kandungan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bunda Masih Harus Bekerja saat Hamil Trimester 3? Simak Tips Amannya
Panas yang Ekstrem Bisa Bahayakan Ibu Hamil? Ini Penjelasan Pakar Bun
Fenomena Cuaca Panas Bisa Berdampak Serius Pada Bumil, Waspadai Dehidrasi
Wanita Hamil Kurang Dapat Dukungan Karier di Tempat Kerja
TERPOPULER
6 Hal yang Bisa Diungkap dari kebiasaan Orang Bicara Sambil Menyentuh Hidung
Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?
Momen Siraman dan Pengajian Syifa Hadju Jelang Nikah, Ayu Berkebaya Hijau Usung Adat Jawa
Ternyata Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Mudah Cemas dan Ganggu Mentalnya
Kisah Langka Perempuan Perutnya Selalu Tampak Hamil 9 Bulan setiap Usai Makan
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Skincare Lokal untuk Ibu Hamil yang Aman & Punya Manfaat Terbaik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Mesin Cuci 1 Tabung Bukaan Depan yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Kering, Bantu Melembapkan Sepanjang Hari
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Pompa ASI Handsfree Bagus, Berkualitas, & Anti Ribet Beserta Harganya
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lanyard ID Card Brand Lokal yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
6 Hal yang Bisa Diungkap dari kebiasaan Orang Bicara Sambil Menyentuh Hidung
Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?
3 Tips Menjaga Kesehatan Selama Beribadah Haji
Ternyata Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Mudah Cemas dan Ganggu Mentalnya
Kisah Langka Perempuan Perutnya Selalu Tampak Hamil 9 Bulan setiap Usai Makan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Meyden Temukan Catatan Terakhir Sang Ayah yang Meninggal Sendirian, Isinya...
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Unik Orang dengan Kecerdasan Tinggi di Rumahnya
-
Female Daily
YSL Libre Berry Crush: Flanker Terbaru yang Juicy dan Cocok untuk Siang Hari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Selamat! Wakil Banten Agnes Aditya Rahajeng Juara Puteri Indonesia 2026
-
Mommies Daily
Kuis: Tipe Transportasi yang Paling Cocok dengan Kepribadianmu