KEHAMILAN
Studi Temukan Ibu Hamil yang Terkena COVID-19 Lebih Berisiko Lahirkan Bayi Autisme
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Selasa, 31 Dec 2024 13:30 WIBMasih ingatkah Bunda dengan fenomena pandemi COVID-19 yang pernah menggemparkan dunia pada 2020 silam? Bagaimana tidak, fenomena COVID-19 adalah salah satu peristiwa global yang akan dikenang sepanjang sejarah. Pandemi ini bukan hanya soal penyakit, tetapi juga bagaimana dunia merespons, beradaptasi, dan berubah.
Pandemi COVID-19 tentunya sangat membawa banyak tantangan, terutama bagi Bunda yang saat itu sedang hamil. Baru-baru ini, sebuah studi menarik perhatian dunia kesehatan. Ibu hamil yang terkena COVID-19 berpotensi memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan gejala spektrum autisme.
COVID-19 pada ibu hamil dan risiko autisme
Saat COVID-19 melanda California pada awal 2020, dokter spesialis penyakit menular anak, Karin Nielsen, merasa khawatir dengan krisis yang terjadi di bangsal bersalin. Para ibu hamil harus menggunakan alat bantu hidup dan menjalani operasi caesar darurat karena virus tersebut memicu komplikasi yang parah. Beberapa di antaranya meninggal.
Nielsen pun memulai penelitian tersebut dengan menganalisis video anak-anak yang berbaring telentang. Sebanyak 14 persen bayi menunjukkan tanda-tanda masalah perkembangan. Tes ini mengevaluasi fungsi motorik awal dan sering digunakan untuk menilai risiko gangguan perkembangan saraf termasuk cerebral palsy.
Pada usia 6-8 bulan, 13 dari 109 bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi, hampir 12 persen gagal mencapai tonggak perkembangan. Sebaliknya, semua bayi dalam kelompok kontrol yang lahir sebelum pandemi menunjukkan perkembangan normal.
Ketika bayi tertua yang terpapar COVID mencapai usia 28 bulan, penelitian menemukan pola lain yang mengkhawatirkan 23 dari 211 anak hampir 11% dinyatakan positif mengidap gangguan spektrum autisme.
Temuan tersebut yang dipresentasikan pada Mei di sebuah konferensi medis di Kopenhagen, dibandingkan dengan prevalensi yang diharapkan sebesar 1-2 persen pada usia tersebut, ketika beberapa anak mulai menunjukkan tanda-tanda kondisi tersebut. Sekitar satu dari 36 atau kurang dari 3% anak akhirnya didiagnosis mengidap autisme, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.
"Ada sesuatu yang benar-benar terjadi. Kami tidak ingin membuat dunia khawatir, tetapi itulah yang ditunjukkan oleh data kami,” kata Nielsen seperti dikutip dari Japantimes.
Bagaimana COVID-19 pada ibu hamil picu risiko autisme?
Meskipun virus tersebut secara umum diketahui menyebabkan gejala yang lebih parah pada orang dewasa daripada pada anak-anak, penelitian yang muncul menunjukkan bahwa bayi yang terpapar COVID-19 dalam kandungan menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk kelahiran prematur, kelainan jantung bawaan, dan kondisi langka, seperti organ yang berkembang di sisi tubuh yang berlawanan.
Menurut Bnnbloomberg, peluang autisme yang lebih besar akibat paparan COVID-19 dalam kandungan akan menambah bagian lain pada teka-teki tersebut. Sebab, hubungan antara virus dan autisme masih belum meyakinkan. Beberapa penelitian sejalan dengan temuan Nielsen, sementara yang lain melaporkan sedikit atau tidak ada peningkatan risiko masalah perkembangan atau perilaku.
Sementara itu, menurut spesialis kedokteran ibu-janin di Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston, Andrea Edlo, autisme masih menjadi misteri, dengan pemicu pastinya yang masih belum jelas.
Bahkan, ia mengklaim bahwa penelitian yang dilakukan Nielsen masih belum bisa membuktikan secara pasti soal peluang tersebut. Sebab, katanya, diperlukan Penelitian skala besar seperti itu sulit dilakukan, terutama selama gelombang pandemi yang paling mematikan ketika pembatasan klinik dan keadaan darurat medis menghalangi pengujian yang konsisten.
“Pemahaman yang kuat tentang dampak virus kemungkinan memerlukan penelitian yang melibatkan lebih dari 10.000 anak,” kata Edlo.
Kendati demikian, para ilmuwan menduga adanya hubungan antara faktor genetik dan lingkungan, tetapi kondisi ini muncul dalam berbagai bentuk. Banyak individu dengan autisme juga mengalami masalah kesehatan yang terjadi bersamaan seperti gangguan kurang perhatian/hiperaktivitas, kejang, atau masalah gastrointestinal kronis.
Di sebagian besar dunia, kesadaran akan autisme baru mulai muncul. Prevalensi autisme global diperkirakan 1 dari 127 pada tahun 2021 dalam sebuah penelitian yang diterbitkan minggu lalu, lebih dari dua kali lipat rasio 1 dari 271 yang dilaporkan pada tahun 2019, dan para peneliti mengatakan hal ini kemungkinan didorong oleh peningkatan kesadaran dan praktik diagnostik yang lebih baik.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Ketahui Risiko Kehamilan bagi Bunda dengan Obesitas
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi Terbaru Tunjukkan Vaksin COVID-19 Tak Sebabkan Cacat Lahir pada Bayi
Pertolongan Pertama Saat Ibu Hamil Terpapar COVID-19
USG Tertunda karena Corona, Ibu ini Tak Sadar Janinnya Sudah Meninggal Lama
7 Tips agar Ibu Hamil Tidak Stres Selama Pandemi Corona
TERPOPULER
Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen
Kapan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026? Simak Tanggalnya
Bukan Sembarangan, Ini Alasan Uang Kusam Tak Dipakai dalam Angpao Imlek
5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen
Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Kapan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026? Simak Tanggalnya
Bukan Sembarangan, Ini Alasan Uang Kusam Tak Dipakai dalam Angpao Imlek
Mengenal Kanker Usus Besar, Penyakit yang Diidap James Van Der Beek Sebelum Meninggal
Bunda Hamil/Promil, Apa Harus 'Buang' Kucing Peliharaan?Ini Penjelasan Dokter Hewan
Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Feni Rose Ikut Emosi Ibu Virgoun Terus Serang Inara Soal Rumah
-
Beautynesia
5 Negara Asia dengan Biaya Kuliah Terjangkau untuk Mahasiswa Internasional
-
Female Daily
Dari Uban Pertama sampai Eksplor Warna, Style Rambut Sekarang Bisa Ngikutin Trend dengan Hasil Tetap Lembut
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tunangan Mick Jagger Syok Setelah Alami Serangan Fisik di Klub Eksklusif London
-
Mommies Daily
Cara Menjelaskan Makna Puasa ke Anak Balita dan Usia SD Menurut Psikolog