KEHAMILAN
Pemerintah China Gencar Dorong para Lajang untuk Segera Menikah dan Melahirkan Anak, Alasannya..
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Sabtu, 04 Jan 2025 18:50 WIBPemerintah China sedang gencar mendorong para lajang untuk segera menikah dan melahirkan anak. Alasannya, populasi di sana mulai menua, dan angka kelahiran menurun drastis. Jadi, demi menjaga kestabilan ekonomi dan sosial, berbagai kebijakan unik mulai bermunculan.
Nah, kira-kira kebijakan seperti apa, ya, yang mereka buat? Yuk, Bunda kita bahas!
Kampanye untuk berkencan, menikah, dan melahirkan
Dilansir dari Finansial Times, Tiongkok telah meningkatkan kampanye nasional untuk meyakinkan para lajang untuk berkencan, menikah, dan memiliki anak saat Beijing bergulat dengan krisis demografi yang semakin parah.
Menariknya ya Bunda, pemerintah daerah di China sampai menghubungi para perempuan yang sudah menikah untuk menanyakan rencana mereka untuk memiliki anak dan memberikan uang tunai kepada para orang tua untuk mendorong mereka memiliki lebih dari satu anak.
Sementara itu, perempuan yang sudah menikah berusia 20-an dan awal tiga puluhan di seluruh negeri telah menerima telepon dari pejabat setempat yang menanyakan tentang rencana mereka untuk memulai sebuah keluarga, menurut beberapa orang yang berbicara dengan Financial Times dan memposting di media sosial.
Dalam beberapa kasus, penelepon meminta perempuan untuk menghadiri pemeriksaan tubuh prenatal. Penelepon lainnya lebih langsung, menawarkan subsidi kepada perempuan yang memiliki lebih dari satu anak. Pasangan harus memiliki rata-rata 2,1 anak untuk mencapai tingkat penggantian populasi.
'Hari Jomblo Nasional' jadi ajang cari jodoh
Kalau di sini ada Valentine’s Day, di China ada Singles’ Day pada 11 November. Awalnya, ini hari belanja besar-besaran. Namun, kini pemerintah mengubah maknanya, termasuk jadi ajang pertemuan para lajang. Jadi, semacam pesta cari jodoh, Bunda!
Selain itu, pemerintah sekitar juga meminta Universitas di China untuk memperkenalkan kursus cinta bagi para mahasiswa lajang. Bahkan ya Bunda, dalam beberapa bulan terakhir, People’s Daily dan Life Times yang dikelola pemerintah telah mempromosikan pendapat ilmiah yang mengatakan bahwa melahirkan baik untuk kesehatan ibu dan bahkan dapat membantu mencegah kanker dan mengobati penyakit tertentu.
Alasan pemerintah China
Ternyata, alasan utama pemerintah China membuat kampanye untuk mendorong warganya menikah dan memiliki anak karena populasi Tiongkok menyusut. Di mana jumlah kematian melebihi kelahiran yang menambah tekanan pada pemerintah daerah untuk mengatasi prospek demografi yang semakin suram.
Banyak orang di China memilih fokus pada karier atau menunda menikah karena merasa biaya hidup makin mahal. Hal itulah yang membuat pemerintah khawatir populasi mereka makin sedikit, sementara jumlah lansia terus bertambah.
“Populasi Tiongkok menghadapi tiga tren utama: Penuaan, kelahiran rendah, dan tingkat pernikahan yang rendah. Jumlah anak-anak lebih sedikit dan jumlah orang tua lebih banyak. Kecepatan dan skala penuaan di Tiongkok belum pernah terjadi sebelumnya,” kata ekonom terkemuka Ren Zeping dikutip dari Ft.
Pro dan Kontra kebijakan pemerintah China
Kebijakan pemerintah China untuk mendorong warganya menikah dan memiliki anak memicu beragam tanggapan. Bahkan seorang penduduk Zhejiang, Cina menolak penawaran subsidi sebesar Rmb100.000 (US$14.000) dari para pejabat menawarkan kepada para perempuan setempat untuk memiliki anak kedua.
“Tidak ada kebijakan yang jelas, tetapi jika Anda memintanya, desa akan mencarikan cara untuk mendapatkan subsidi. Saat ini, subsidi untuk anak-anak ditentukan oleh pemerintah daerah tergantung pada kesehatan keuangan mereka,” katanya dikutip dari Skynews.
Kebijakan ini merupakan langkah ambisius pemerintah China untuk menjaga stabilitas demografis dan ekonomi. Langkah ini dinilai mengundang kritik terkait dampaknya terhadap kebebasan individu dan efektivitasnya.
Di beberapa kasus, perempuan seringkali merasa terbebani karena ekspektasi sosial untuk segera menikah dan memiliki anak. Ini dapat memperkuat stereotip gender dan menghambat kemajuan kesetaraan.
Para ahli skeptis menilai bahwa langkah-langkah resmi untuk meningkatkan angka kelahiran akan membujuk kaum muda untuk memulai keluarga, terutama karena meningkatnya pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang lesu telah mengendalikan pengeluaran.
Seorang ahli demografi Tiongkok di University of California, Irvine, Wang Feng, mengatakan para pejabat menggunakan buku pedoman yang sama tentang penggunaan kekuatan administratif untuk mencapai tujuan demografi yang terbukti selama era kebijakan satu anak, 35 tahun sejak 1980 ketika keluarga dibatasi untuk memiliki satu anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Gangguan Gigi dan Mulut yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil Trimester 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bagai Bom Waktu, Dunia Kini Panik Hadapi Baby Bust Alias Krisis Angka Kelahiran
70 Persen Warga Hong Kong Enggan Miliki Anak, Besarnya Biaya Jadi Alasan Utama
Alasan Korea Selatan Diperkirakan Jadi Negara Pertama yang Bakal Musnah di Bumi
Singapura Berikan Bonus pada Pasutri yang Ingin Punya Anak Selama Pandemi
TERPOPULER
Momen Haru Shanty Lepas Sang Putra Kuliah di Luar Negeri, Tak Kuat Tahan Tangis
4 Emosi yang Sering Sulit Diungkapkan Anak, Begini Cara Membantunya
Curhatan Bunda Alami Breastfeeding Gaslighting hingga Berhenti Menyusui setelah Sebulan
Terpopuler: Zahwa Massaid Kunjungi Rumah Sang Nenek di Belanda
Curhat Shenina Cinnamon Pertama Kali Kerja setelah Melahirkan: Rasanya Campur Aduk!
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Momen Haru Shanty Lepas Sang Putra Kuliah di Luar Negeri, Tak Kuat Tahan Tangis
4 Emosi yang Sering Sulit Diungkapkan Anak, Begini Cara Membantunya
Curhatan Bunda Alami Breastfeeding Gaslighting hingga Berhenti Menyusui setelah Sebulan
Sedang Naik Daun, Ini 5 Potret Jing Boran Pemeran Luke di Drama China 'The Early Spring'
Curhat Shenina Cinnamon Pertama Kali Kerja setelah Melahirkan: Rasanya Campur Aduk!
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Punya Rice Cooker Digital? Beberapa Menu Bisa Bikin Masak Makin Praktis
-
Beautynesia
9 Olahraga yang Aman Dilakukan di Rumah untuk Terhindar dari Abu Vulkanik
-
Female Daily
Adidas Originals Sport: Koleksi Baju Olahraga yang Bikin Workout Makin Stylish
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
8 Drama China Jing Boran yang Wajib Ditonton, The Early Spring Lagi Viral!
-
Mommies Daily
Cari Krim Ruam Popok Terbaik? Ini 10 Pilihan Favorit Mommies Berdasarkan Survei 2026