KEHAMILAN
Mengira Hipertensi, Bunda Ini Baru Sadar Tengah Hamil dan Melahirkan 4 Jam Kemudian
Melly Febrida | HaiBunda
Sabtu, 22 Feb 2025 19:20 WIBSeorang perempuan dari Tiongkok tak menyadari dirinya hamil. Ia baru tahu tengah hamil saat hendak memeriksakan dirinya karena curiga hipertensi.
Perempuan berusia 36 tahun dari Hangzhou, Tiongkok, ini hanya diidentifikasi dengan nama belakang Gong melahirkan seorang bayi laki-laki. Padahal sebelumnya diberi tahu bahwa ia tidak akan pernah bisa mempunyai anak.
Melansir NDTV, semua berawal ketika perempuan itu datang ke rumah sakit untuk mencari pengobatan hipertensi, tapi dokter terkejut saat mengetahui ia hamil 34 minggu.
Menurut laporan dari Chao News, Gong dan suaminya sebelumnya berkonsultasi dengan dokter tentang fertilisasi in vitro (IVF). Tetapi dokter menyarankan untuk menurunkan berat badan terlebih dahulu sebelum melanjutkan prosedur. Berat badan Gong tidak diungkapkan dalam laporan tersebut, tetapi ia digambarkan tinggi dan kelebihan berat badan.
Kehamilannya itu baru terungkap ketika pada Desember 2024 Gong mengalami mati rasa di lengannya. Setelah pemeriksaan fisik di klinik yang lebih kecil, tekanan darahnya diketahui tinggi. Ini membuatnya harus mencari perawatan lebih lanjut di rumah sakit yang lebih besar.
Dalam pemeriksaan, ia menceritakan ke tenaga kesehatan bahwa siklus menstruasinya tidak teratur. Ini menyebabkan dokter melakukan USG dan terungkap bahwa Gong mengandung bayi.
Dokter menganggap kondisi Gong kritis sehingga dokter segera melakukan operasi caesar darurat. Bayi laki-lakinya lahir dengan berat 2 kg. Gong tentu terkejut bercampur senang.
"Hanya butuh waktu empat jam sejak mengetahui bahwa saya hamil hingga kelahiran bayi saya," kata Gong.
Menurut SCMP, bertahun-tahun lalu seorang perempuan dengan berat badan 100 kg dirawat untuk operasi dan mengetahui bahwa ia hamil 23 minggu.
Dr Yang Liwei, seorang dokter kandungan di rumah sakit tersebut, mengatakan bahwa perempuan dengan berat badan berlebih sering tidak menyadari tanda-tanda kehamilan karena berat badannya tidak bertambah secara signifikan dan gerakan janinnya sangat minim.
“Perempuan yang tidak tahu bahwa dirinya hamil tidak akan melakukan pemeriksaan pranatal, yang membuat sulit untuk memastikan keselamatan ibu dan bayinya,” imbuh Dr Yang.
Risiko badan gemuk ketika hamil
Kegemukan saat hamil dapat meningkatkan risiko beberapa komplikasi seperti diabetes gestasional. Melansir laman HNS, ibu yang mengalami obesitas biasanya didefinisikan memiliki indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih, dan sedang hamil.
Namun Bunda yang kegemukan jangan mencoba menurunkan berat badan selama kehamilan. Hal ini tidak akan mengurangi risiko komplikasi dan mungkin tidak aman.
Cara terbaik untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi adalah dengan melakukan semua pemeriksaan antenatal. Hal ini dilakukan agar bidan, dokter, dan profesional kesehatan lainnya dapat membantu mengatasi masalah yang mungkin ibu hamil hadapi dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah atau mengatasinya.
Jika ibu hamil kelebihan berat badan meningkatkan kemungkinan komplikasi pada ibu dan bayi. Semakin tinggi BM, semakin tinggi kemungkinan komplikasi.
Untuk mengetahui apakah Bunda mengalami obesitas (sangat kelebihan berat badan), gunakan kalkulator berat badan sehat BMI.
Berikut risiko yang dihadapi ibu hamil dengan kelebihan berat badan:
- Keguguran
- Diabetes gestasional
- Tekanan darah tinggi dan preeklamsia
- Gumpalan darah
- Bahu bayi 'tersangkut' selama persalinan (distosia bahu)
- Perdarahan yang lebih banyak dari biasanya setelah melahirkan
- Berisiko memerlukan alat bantu (forsep atau ventouse), atau operasi caesar darurat
Sedangkan risiko yang dihadapi bayi jika ibu hamil kelebihan berat badan adalah:
- Lahir prematur (sebelum 37 minggu).
- Peningkatan kemungkinan lahir mati.
- Ada juga kemungkinan lebih tinggi bayi mengalami kondisi kesehatan, seperti cacat tabung saraf seperti spina bifida.
Meskipun kemungkinan masalah ini meningkat jika ibu hamil mengalami obesitas, sebagian besar kehamilan akan menghasilkan bayi yang sehat.
Cara mengatasi kelebihan berat badan saat hamil
Ibu hamil dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah atau mengatasi masalah kelebihan berat badan:
1. Makan dan berolahraga
Penting untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang serta melakukan aktivitas fisik setiap hari. Ibu hamil harus dirujuk ke ahli gizi atau profesional kesehatan lainnya untuk mendapatkan saran tentang pola makan sehat dan aktivitas fisik. Aktif secara fisik selama kehamilan tidak akan membahayakan bayi.
Cobalah makan makanan sehat (termasuk mengetahui makanan apa yang harus dihindari selama kehamilan) dan melakukan aktivitas seperti berjalan atau berenang.
Jika Bunda tidak aktif sebelum hamil, sebaiknya konsultasikan dengan bidan atau dokter sebelum memulai rencana olahraga baru saat hamil.
2. Perawatan selama kehamilan
Jika Bunda mengalami obesitas selama kehamilan maka akan ditawari tes untuk diabetes gestasional.
Bunda mungkin juga dirujuk ke dokter anestesi untuk membahas masalah seperti pereda nyeri saat persalinan. Bunda kemungkinan besar akan menjalani persalinan dengan alat bantu (ventouse atau forcep atau operasi caesar), dan mungkin sulit untuk diberikan epidural.
Bicarakan dengan bidan atau dokter tentang pilihan persalinan. Tanyakan apakah ada masalah keselamatan tertentu yang terkait persalinan di rumah atau di kolam bersalin.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Benarkah Orang dengan Mata Minus & Retina Tipis Tidak Bisa Melahirkan Secara Pervaginam?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Alami Kram Perut dan Miliki Endometriosis, Bunda Ini Kaget Harus Melahirkan 2 Jam Kemudian
Mengenal Kehamilan Kriptik: Gejala, Penyebab & Cara Mengatasi Hamil yang Tak Disadari
Cerita Mikaila Patritz Pernah Tak Sadar Sedang Hamil Anak Pertama, Kok Bisa?
4 Penyebab Cryptic Pregnancy, Kehamilan yang Sering Tak Disadari Bunda
TERPOPULER
5 Ucapan Orang Tua yang Bisa Melukai Kondisi Psikologis Anak
Fobia Hamil Kian Marak, Media Sosial Disebut Jadi Pemicu Utamanya
Cara Mengenali Orang Bermental Kuat, Pakar Ungkap 21 Tandanya
Waspada! Zat Kimia yang Masuk Lewat ASI Diduga Ganggu Hormon Bayi sejak Dini
Apa Itu Diet TKTP, Pola Makan untuk Mendapatkan Berat Ideal dengan Cara Sehat
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tinted Sunscreen, Lindungi Kulit Wajah dari Sinar UV dengan Coverage Natural
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Matcha Bubuk yang Enak, Berkualitas hingga Terjangkau
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin D untuk Promil, Bagus untuk Suami Istri
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Deep Fryer Kecil Multifungsi Stainless Steel Anti Lengket dan Tahan karat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sampul Buku Lengkap dari Aesthetic, Plastik Bening, Cokelat, dan Warna
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tanggapan Oki Setiana Dewi Jawab Rumor Poligami & Keretakan Rumah Tangga
5 Ucapan Orang Tua yang Bisa Melukai Kondisi Psikologis Anak
Waspada! Zat Kimia yang Masuk Lewat ASI Diduga Ganggu Hormon Bayi sejak Dini
Fobia Hamil Kian Marak, Media Sosial Disebut Jadi Pemicu Utamanya
18 Film Bioskop Terbaru Juli 2026 dari Indonesia hingga Hollywood
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Ini Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat yang Bikin Athalia Praratya Murka
-
Beautynesia
4 Kampus dengan Jurusan Farmasi Terbaik di Indonesia Tahun 2026 Menurut QS World University Ranking
-
Female Daily
Lip Liner Trick, Cara Overline Bibir agar Terlihat Lebih Penuh tapi Tetap Natural!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Niat Glow Up, Wanita Malah Alami Luka Bakar Permanen Usai Facial Mahal
-
Mommies Daily
11 Pertanyaan saat Survei Sekolah SD, Wajib Ditanyakan Orang Tua agar Tak Menyesal