KEHAMILAN
7 Ciri-ciri Keguguran saat Hamil Muda yang Wajib Diketahui
Melly Febrida | HaiBunda
Selasa, 25 Feb 2025 11:10 WIBKeguguran menjadi salah satu kejadian yang paling ditakuti ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Mengetahui ciri-ciri keguguran saat hamil muda dapat membantu para calon ibu untuk bertindak dengan segera mencari pertolongan medis.
Keguguran selama kehamilan memang sering terjadi. Ada sekitar 10 sampai 20 persen kehamilan berakhir dengan keguguran. Seperti dilansir dari Insider, sebagian besar keguguran terjadi di awal kehamilan dan 80 persen terjadi dalam tiga bulan pertama kehamilan.
Keguguran saat hamil muda sering disertai gejala. Namun, sejumlah Bunda tidak menyadari sedang hamil hingga keguguran.
7 Ciri-ciri keguguran saat hamil muda yang wajib diketahui
Keguguran merupakan proses kehilangan kehamilan spontan sebelum usia kehamilan 20 minggu. Ciri-ciri keguguran saat hamil muda ini bisa bervariasi dari orang ke orang.
Baca Juga : Keguguran |
Berikut 7 ciri keguguran saat hamil muda yang wajib Bunda ketahui:
1. Perdarahan vagina
Perdarahan vagina menjadi tanda paling umum dari keguguran. Darah ini bisa berupa bercak ringan atau flek hingga pendarahan berat dengan gumpalan darah. Jika Bunda mengalami perdarahan yang disertai kram perut, segeralah menghubungi dokter
2. Kram perut
Salah satu tanda keguguran adalah kram perut yang intens, mirip dengan nyeri haid. Rasa nyeri ini biasanya terasa di bagian bawah perut dan menjalar ke punggung bawah.
3. Nyeri punggung
Rasa nyeri punggung yang parah dan tidak biasa juga dapat menjadi ciri keguguran. Apalagi jika disertai gejala perdarahan. Segera hubungi dokter jika Bunda mengalaminya.
4. Keluar cairan atau gumpalan dari vagina
Jika dari vagina keluar cairan atau gumpalan, apalagi disertai perdarahan, ini bisa menjadi tanda keguguran. Janin telah keluar dari rahim.
5. Kontraksi teratur
Kontraksi yang teratur dan menyakitkan bisa menjadi tanda tubuh mengeluarkan janin. Ciri-ciri ini mirip dengan persalinan.
6. Tidak ada detak jantung janin
Ketika dokter memeriksakan kandungan dengan USG, jika tidak ada detak jantung janin setelah usia kehamilan 6-7 minggu bisa menjadi tanda keguguran.
7. Hilangnya gejala kehamilan
Gejala kehamilan yang umum dialami ibu hamil muda seperti mual, payudara sensitif, serta kelelahan. Jika Bunda mengalaminya ini bisa menjadi tanda kadar hormon kehamilan (hCG) menurun, yang mungkin mengindikasikan keguguran.
Penyebab dan faktor risiko keguguran
Penyebab dan faktor risiko keguguran cukup beragam pada setiap orang. Terkadang, penyebab keguguran ini tak selalu bisa ditentukan dengan pasti. Umumnya, keguguran bisa terjadi karena perkembangan janin yang tidak normal akibat kelainan genetik atau ada masalah pada plasenta.
Selain itu keguguran juga bisa disebabkan karena beberapa hal berikut:
- Penyakit autoimun, seperti sindrom antifosfolipid dan lupus.
- Penyakit kronis, seperti penyakit ginjal atau diabetes.
- Infeksi seperti rubella, toxoplasmosis, malaria, sifilis, gonore, dan HIV.
- Masalah hormon, seperti PCOS atau penyakit tiroid.
- Kelainan pada rahim, seperti serviks lemah dan miom.
- Obat-obatan, seperti retinoid, methotrexate, dan obat anti inflamasi non-steroid.
Lalu ada beberapa faktor lain yang membuat ibu hamil lebih berisiko mengalami keguguran, seperti:
- Pernah keguguran sebelumnya.
- Hamil pada usia di atas 35 tahun.
- Konsumsi minuman alkohol.
- Merokok.
- Penyalahgunaan NAPZA.
Apa yang terjadi saat keguguran?
Apa yang terjadi saat keguguran? Ketika keguguran, selain hilangnya detak jantung ketika di USG, seorang bunda mengalami juga beberapa gejala yang past
Ketika ibu hamil keguguran, tubuhnya akan mengeluarkan jaringan kehamilan dari rahim. Ini bisa disertai perdarahan, kram perut, serta keluarnya gumpalan atau jaringan.
Jaringan kehamilan mungkin terlihat seperti gumpalan darah besar, atau tampak putih atau abu-abu. Itu tidak terlihat seperti bayi.
Pada keguguran yang tidak lengkap memerlukan intervensi medis seperti kuretase untuk membersihkan rahim.
Apa yang harus dilakukan setelah keguguran?
Sebagian besar keguguran terjadi pada trimester pertama, sebelum usia kehamilan 13 minggu. Kebanyakan terjadi sebelum 10 minggu atau dinamakan keguguran dini. Sedangkan, keguguran pada trimester kedua biasanya memerlukan penanganan yang berbeda.
Jika mengalami keguguran maka harus melakukan hal-hal di bawah ini dari berbagai sumber
- Menghubungi dokter: Bunda yang mengalami tanda-tanda keguguran, segera berkonsultasi dengan dokter agar segera mendapat penanganan.
- Cukup istirahat: Bunda yang keguguran butuh istirahat untuk pemulihan. Istirahatlah dengan cukup dan hindari aktivitas berat.
- Dukungan emosional: Keguguran membuat ibu berada pada kondisi sangat emosional. Cobalah mencari dukungan dari suami, keluarga, teman, atau konselor.
- Pemeriksaan lanjutan: Dokter mungkin akan merekomendasikan Bunda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dalam menentukan penyebab keguguran serta mempersiapkan kehamilan berikutnya.
Cara mencegah keguguran saat hamil muda
Valinda Riggins Nwadike, MD mengatakan keguguran tidak bisa dicegah pada kebanyakan kasus keguguran. Keguguran adalah kehamilan yang berakhir secara tak terduga di minggu atau bulan awal kehamilan. Keguguran disebut juga aborsi spontan.
Menurut Nwadike, faktor-faktor yang menyebabkan sebagian besar keguguran tidak bisa dihindari. Termasuk juga kelainan kromosom dan masalah perkembangan janin.
"Meskipun keguguran sulit dicegah, akan jadi hal yang baik bila ibu bisa melakukan berbagai hal agar kehamilan yang dimiliki lebih sehat. Ini bisa menurunkan risiko keguguran dan risiko bayi lahir prematur," papar Nwadike dilansir HealthLine.
Berikut cara mencegah keguguran sebagai upaya untuk menjaga janin tetap sehat dan lahir tanpa kurang suatu apapun.
1. Konsumsi asam folat
Studi menunjukkan, mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari bisa mengurangi risiko cacat lahir yang bisa berakhir dengan keguguran. Asupan kaya asam folat antara lain sayuran hijau seperti bayam dan kangkung, kacang-kacangan seperti kacang merah, asparagus, roti gandum, sereal, tomat, dan alpukat.
2. Menerapkan gaya hidup sehat
Nwadike menyarankan hindari faktor risiko yang sudah pasti tidak sehat untuk perencanaan hamil juga mencegah keguguran alami.
"Faktor risiko yang tidak sehat dan perlu dihindari yaitu merokok, menjadi perokok pasif, minum alkohol, memakai obat tertentu sembarangan, dan tidak membatasi asupan kafein. Ibu hamil disarankan maksimal konsumsi kafein 300 mg per hari," jelas Nwadike.
3. Cegah infeksi
Infeksi dapat tersalur ke janin sehingga perkembangan janin tidak optimal, bahkan ketika tidak bertahan, janin bakal keguguran. Untuk itu, cegah infeksi salah satunya dengan rutin cuci tangan pakai sabun sesering mungkin serta bermasker.
"Cara ini bisa membantu ibu hamil terhindari dari penyakit infeksi seperti flu dan radang paru-paru yang mudah menyebar dan pada ibu hamil bisa menyebabkan dampak fatal," terang Nwadike.
4. Jangan sembarang minum obat
Ibu hamil bisa mengalami pusing, diare, atau pegal. Terkadang ibu hamil minum obat yang dijual bebas untuk meredakannya. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan seperti keguguran, usahakan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
"Bahkan di awal kehamilan Anda bisa tanya ke dokter apa obat yang ada di pasaran yang bisa diminum untuk mengurangi keluhan saat hamil yang umum terjadi. Jangan asal konsumsi obat ya," pesan dokter obgyn Kecia Gaither, dilansir dari WebMD.
5. Kelola stres
Stres dapat memengaruhi kesehatan kehamilan. Bunda dapat mencoba teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
4 Bunda Seleb Ibadah Umrah saat Hamil, Ada Mahalini hingga Dinda Hauw
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Tips Agar Mimpi Hamil Muda Bunda Bisa Menjadi Kenyataan
Kenali Ciri-ciri Hamil Muda 1 Minggu Pertama, Salah Satunya Mudah Lelah Bun!
Catat Bun! Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui Suami Saat Istri Hamil Muda
5 Perubahan Tubuh Wanita di Awal Kehamilan
TERPOPULER
Momen Shireen Sungkar Dampingi Sang Anak yang Alami Autisme Adaptasi di Tempat Baru
Setop Bilang 'Enggak Ada Uang' ke Anak! Ini Kalimat yang Lebih Baik Menurut Pakar
Kisah Anak 2 Th Bantu Selamatkan Adik dI Kandungan, Berawal dari Gerakan Janin Tak Terasa
Begini Cara Orang dengan EQ Tinggi Menghadapi Orang Tidak Sopan
Gerhana Matahari 12 Agustus 2026 Tak Terlihat di Indonesia, Apakah Tetap Perlu Salat Gerhana?
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Anak Perempuan 4 Tahun Terserang Stroke, Berawal Keluhkan Gejala Tak Biasa Ini
Momen Shireen Sungkar Dampingi Sang Anak yang Alami Autisme Adaptasi di Tempat Baru
Kisah Anak 2 Th Bantu Selamatkan Adik dI Kandungan, Berawal dari Gerakan Janin Tak Terasa
Setop Bilang 'Enggak Ada Uang' ke Anak! Ini Kalimat yang Lebih Baik Menurut Pakar
Gerhana Matahari 12 Agustus 2026 Tak Terlihat di Indonesia, Apakah Tetap Perlu Salat Gerhana?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Takut Jatuh Pakai Heels ke Acara Formal? Coba Sandal Wedges Ini
-
Beautynesia
Ferragamo Tampilkan Kampanye Nuansa Surealisme bersama Seniman AS
-
Female Daily
Tren Milky Lip Gloss Lagi Viral, Ini 5 Rekomendasi Produk yang Bisa Kamu Coba
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
A-Beauty Jadi Tren Skincare Baru, Apa Bedanya dengan K-Beauty dan J-Beauty?
-
Mommies Daily
7 Gaya Hijab Nikita Willy yang Simpel tapi Tetap Anggun