sign up SIGN UP search


Ilustrasi Keguguran

Bundapedia

Keguguran

  |   Haibunda

Setiap ibu hamil tentu ingin kehamilannya berjalan dengan lancar, sehat dan selalu dalam kondisi yang prima hingga saatnya melahirkan. Namun, ada kalanya kehamilan berjalan tidak seperti yang diharapkan dan Bunda terpaksa menghadapi yang namanya keguguran, atau terpaksa kehilangan janin yang sedang dikandungnya. Apa itu keguguran dan apa saja yang Bunda perlu tahu mengenai keguguran? Simak lengkapnya berikut ini, Bunda.

Apa itu keguguran?

Keguguran menurut Healthline adalah peristiwa yang mengakibatkan hilangnya janin sebelum usia kehamilan 20 minggu. Keguguran umumnya terjadi dalam periode trimester pertama, atau tiga bulan pertama kehamilan.

Berbagai alasan medis bisa menjadi alasan terjadinya keguguran dan mayoritas di luar kendali Bunda yang sedang mengandung bayinya. Tetapi jika Bunda memahami faktor risiko, tanda, dan penyebabnya, maka akan lebih mudah untuk memahami kejadian tersebut serta untuk mendapatkan dukungan atau perawatan yang mungkin dibutuhkan oleh Bunda.


Tanda-tanda keguguran

Ilustrasi KeguguranIlustrasi keguguran/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Gejala keguguran bervariasi dan biasanya tidak sama pada setiap orang, dan juga biasanya tergantung pada tahap kehamilan yang sedang dijalani Bunda. Dalam beberapa kasus, keguguran terjadi begitu cepat sehingga Bunda bahkan mungkin tidak menyadari bahwa Bunda sedang hamil sebelum terjadi keguguran.

Berikut beberapa gejala keguguran yang bisa menjadi perhatian Bunda:

  • Muncul bercak berat
  • Perdarahan vagina
  • Keluarnya jaringan atau cairan dari vagina Bunda
  • Sakit perut parah atau kram
  • Sakit punggung ringan hingga berat

Hubungi dokter segera jika Bunda mengalami gejala-gejala ini selama kehamilan. Meskipun gejala-gejala di atas bisa menjadi tanda keguguran, tapi bukan berarti ketika Bunda mengalami gejala di atas kemudian berarti sudah pasti akan mengalami keguguran. Biasanya dokter meminta melakukan beberapa tes untuk memastikan kondisi Bunda dan kandungan baik-baik saja. 

Penyebab terjadinya keguguran

Meskipun ada beberapa hal yang dipercaya dapat meningkatkan risiko keguguran, namun umumnya hal-hal tersebut bukan akibat dari sesuatu yang Bunda lakukan atau tidak lakukan. Jika Bunda mengalami kesulitan mempertahankan kehamilan, dokter Bunda mungkin akan memeriksa beberapa penyebab keguguran yang dapat diketahui.

Selama kehamilan, tubuh Bunda memasok hormon dan nutrisi ke janin yang sedang berkembang di dalam rahim. Hormon dan nutrisi ini akan membantu janin untuk tumbuh dan berkembang. Sebagian besar keguguran pada trimester pertama terjadi karena janin tidak berkembang secara normal. 

Masalah genetik atau kromosom

Kromosom memegang gen. Pada janin yang sedang berkembang, satu set kromosom disumbangkan oleh ibu dan satu lagi oleh ayah.

Contoh kelainan kromosom ini meliputi:

  • Kematian janin intrauterin: Embrio terbentuk tetapi berhenti berkembang sebelum Bunda dapat melihat atau merasakan gejala keguguran
  • Blighted ovum: Tidak ada embrio sama sekali di dalam rahim
  • Kehamilan mola: Kedua set kromosom berasal dari ayah, hal ini berarti tidak terjadi perkembangan janin.
  • Kehamilan mola parsial : Kromosom ibu tetap ada, tetapi ayah juga menyediakan dua set kromosom.
  • Kesalahan juga dapat terjadi secara acak ketika sel-sel embrio membelah, atau karena sel telur atau sperma yang rusak. Masalah dengan plasenta juga dapat menyebabkan keguguran.

Kondisi yang mendasari dan kebiasaan gaya hidup

Berbagai kondisi kesehatan yang mendasari dan kebiasaan gaya hidup juga dapat mengganggu perkembangan janin. Namun yang Bunda perlu tahu, bahwa olahraga dan hubungan seksual tidak menyebabkan keguguran saat hamil. Bekerja juga tidak akan memengaruhi janin, kecuali jika Bunda terpapar bahan kimia atau radiasi berbahaya.

Kondisi yang dapat mengganggu perkembangan janin antara lain:

  • Pola makan yang buruk, atau malnutrisi
  • Penggunaan narkoba dan alkohol
  • Usia ibu di atas 35 tahun
  • Penyakit tiroid yang tidak diobati
  • Masalah dengan hormon
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Infeksi
  • Trauma
  • Kegemukan
  • Masalah dengan serviks
  • Rahim berbentuk tidak normal
  • Tekanan darah tinggi yang parah
  • Keracunan makanan
  • Obat-obatan tertentu

Selalu periksa dengan dokter sebelum minum obat apapun untuk memastikan obat yang Bunda konsumsi aman digunakan selama kehamilan.

Selain itu, menurut Planned Parenthood, ada juga beberapa penyebab keguguran lainnya, seperti:

  • Ketika sel telur yang dibuahi memiliki jumlah kromosom (gen) yang tidak normal. Ini terjadi secara acak, sehingga Bunda tidak dapat mencegah atau menyebabkan hal ini terjadi.
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes parah, dapat meningkatkan peluang mengalami keguguran.
  • Infeksi yang sangat serius atau cedera besar dapat menyebabkan keguguran.
  • Keguguran yang terlambat, atau sekitar setelah 3 bulan mungkin disebabkan oleh kelainan pada rahim.
  • Jika Bunda mengalami lebih dari 2 kali keguguran berturut-turut, kemungkinan besar Bunda akan mengalami keguguran lagi.

Apa saja jenis-jenis keguguran?

ilustrasi keguguranIlustrasi keguguran/ Foto: iStock

Ada beberapa jenis keguguran yang bisa Bunda ketahui:

1. Terancam keguguran

Bunda mengalami perdarahan vagina dan mungkin mengalami kram ringan, tetapi serviks tetap tertutup. Pada sebagian kasus, pendarahan dapat berhenti dan kehamilan Bunda berjalan normal. Namun sebagian dari keguguran yang terancam bisa menjadi menjadi keguguran yang tak terhindarkan, dan berakhir dengan keguguran.

2. Keguguran yang tak terhindarkan

Bunda mengalami peningkatan perdarahan, dan serviks Bunda terbuka. Jika ini terjadi, tidak ada kemungkinan kehamilan Bunda dapat berlanjut.

3. Keguguran tidak lengkap

Beberapa jaringan kehamilan keluar dari rahim Bunda, dan beberapa tetap di dalam. Bunda mungkin memerlukan perawatan lanjutan untuk mengangkat jaringan yang tersisa.

4. Keguguran total

Semua jaringan kehamilan keluar dari rahim Bunda. Pada keguguran total, biasanya Bunda tidak memerlukan perawatan ekstra.

5. Keguguran yang terlewatkan

Bunda tidak mengalami kram atau pendarahan. Tapi USG menunjukkan embrio tanpa detak jantung atau kantung kehamilan kosong tanpa embrio. Biasanya jaringan hilang dan keluar dengan sendirinya, tetapi pada keguguran jenis ini, Bunda mungkin memerlukan perawatan lanjutan.

Perawatan untuk keguguran termasuk obat-obatan atau prosedur yang sangat mirip dengan yang digunakan untuk aborsi. Selama aspirasi , perawat atau dokter memasukkan tabung plastik tipis ke dalam rahim dan mengeluarkan jaringan kehamilan dengan pengisapan lembut.

Keguguran bisa berbahaya jika tidak diobati. Hubungi dokter segera jika memiliki tanda atau gejala keguguran.

Upaya pencegahan

Dilansir dari Medical News Today, ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan untuk upaya dalam mencegah terjadinya keguguran. Beberapa perubahan gaya hidup sederhana dapat mengurangi risiko keguguran:

  • Hindari merokok, minum alkohol, dan menggunakan obat-obatan terlarang selama kehamilan.
  • Makan makanan yang sehat.
  • Pertahankan berat badan yang sehat sebelum dan selama kehamilan.
  • Berhati-hatilah untuk menghindari infeksi tertentu, seperti campak Jerman (rubella).

Bagaimana jika Bunda ingin hamil lagi?

Setelah keguguran, ada baiknya menunggu sampai Bunda siap secara fisik dan emosional sebelum mencoba untuk hamil lagi. Bunda mungkin ingin meminta bimbingan dokter atau membantu Bunda mengembangkan rencana konsepsi sebelum mencoba hamil lagi.

Keguguran biasanya hanya terjadi satu kali. Namun, jika Bunda mengalami dua atau lebih keguguran berturut-turut, dokter akan merekomendasikan pengujian untuk mendeteksi apa yang mungkin menyebabkan keguguran sebelumnya. Ini mungkin termasuk:

  • Tes darah untuk mendeteksi ketidakseimbangan hormon
  • Tes kromosom, menggunakan sampel darah atau jaringan
  • Pemeriksaan panggul dan rahim
  • USG

[Gambas:Video Haibunda]



Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!