KEHAMILAN
Bisakah Perempuan Hamil saat Masuki Masa Perimenopause?
Melly Febrida | HaiBunda
Minggu, 16 Mar 2025 14:30 WIBBanyak orang yang mempertanyakan bisakah perempuan hamil saat memasuki masa perimenopause? Masa perimenopause adalah fase transisi sebelum seorang perempuan memasuki menopause, ketika tubuh mulai mengalami perubahan hormonal yang signifikan.
Dilansir dari Cleveland Clinic, selama fase kehidupan ini, perempuan mulai mengalami perubahan hormonal yang besar, terutama penurunan estrogen, yang menyebabkan siklus menstruasi menjadi lebih tidak terduga.
Apa itu perimenopause?
Perimenopause adalah masa transisi alami sebelum menopause. Alex Robles, MD, seorang ahli endokrinologi reproduksi di Columbia University Fertility Center, mengatakan masa perimenopause ini biasanya dimulai pada usia 40-an, tetapi dapat berkisar dari usia 30-an hingga awal 50-an, yang berlangsung rata-rata tujuh hingga 10 tahun.
Usia saat ibu Bunda memasuki masa menopause dapat menjadi prediktor yang baik untuk menentukan kapan periode menstruasi terakhir Bunda.
Perimenopause ditandai dengan gejala seperti menstruasi tidak teratur, hot flashes, perubahan mood, dan penurunan kesuburan.
Bisakah perempuan hamil saat memasuki masa perimenopause?
Meskipun perimenopause menandai dimulainya akhir tahun-tahun reproduksi perempuan, Bunda masih mungkin untuk hamil selama tahap kehidupan ini.
Robles menjelaskan kehamilan selama perimenopause sepenuhnya mungkin terjadi meskipun menstruasi menjadi tidak teratur. Peluang hamil di masa perimenopause lebih rendah dibandingkan usia reproduktif yang lebih muda.
"Jika Anda mengalami menstruasi, kemungkinan besar Anda masih berovulasi," jelasnya dilansir dari The Bump.
Namun, ovulasi lebih jarang terjadi dan lebih tidak terduga selama perimenopause, dan kualitas sel telur juga akan mulai menurun seiring bertambahnya usia perempuan.
Ketidakteraturan siklus menstruasi yang biasanya dimulai pada masa perimenopause disebabkan oleh anovulasi. Anovulasi berarti Bunda tidak melepaskan sel telur bulan itu sehingga tidak dapat hamil.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perempuan masih berpeluang untuk hamil selama perimenopause, terutama di awal fase ini. Namun, peluangnya menurun seiring bertambahnya usia.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) menunjukkan bahwa tingkat kesuburan perempuan menurun drastis setelah usia 35 tahun, dengan penurunan signifikan setelah usia 40 tahun.
Ingin tahu bagaimana cara meningkatkan kesuburan selama perimenopause? "Tidak ada cara untuk 'meningkatkan' kesuburan Anda," kata Christie Messenger, MD, FACOG, seorang dokter kandungan dan ginekolog yang berfokus pada perawatan kesehatan reproduksi di Universitas New York.
Namun, cara terbaik untuk mencegah penurunan kesuburan yang lebih cepat adalah dengan mempertahankan gaya hidup yang sehat sebisa mungkin.
Bunda sebaiknya menjaga pola makan yang seimbang, berolahraga secara teratur, konsumsi obat-obatan dan/atau suplemen yang direkomendasikan dokter, serta menghindari kebiasaan yang tidak sehat, seperti alkohol berlebihan atau obat-obatan apa pun.
Bunda yang ingin mencegah kehamilan selama perimenopause juga tetap memerlukan bentuk kontrasepsi yang efektif.
Risiko hamil di masa perimenopause
Kehamilan di masa perimenopause tidak hanya lebih sulit terjadi, tetapi juga berisiko lebih tinggi untuk ibu dan janin. Beberapa risiko tersebut meliputi:
1. Keguguran
Berdasarkan penelitian dalam Human Reproduction Journal, bertambahnya usia meningkatkan risiko keguguran. Perempuan di atas 40 tahun berisiko keguguran hingga 50 persen.
2. Komplikasi kehamilan
Kehamilan di usia tidak muda lagi lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, dan preeklamsia.
3. Masalah kromosom pada janin
Bunda yang hamil di masa awal perimenopause berisiko mengandung bayi dengan kelainan kromosom, seperti Down syndrome yang meningkat seiring bertambahnya usia ibu.
Kapan menopause dimulai?
Seorang perempuan dinyatakan menopause setelah tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Setelah menopause, kehamilan alami tidak mungkin terjadi karena ovulasi telah berhenti.
Tips untuk perempuan di masa perimenopause
1. Gunakan kontrasepsi jika tidak ingin hamil
Pada masa perimenopause, Bunda masih mungkin untuk hamil. Jika ingin mencegah kehamilan, Bunda tetap membutuhkan metode kontrasepsi seperti pil KB, IUD, atau kondom.
2. Konsultasi dengan dokter
Bunda yang ingin program hamil di masa perimenopause, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengevaluasi kesuburan dan opsi yang tersedia.
3. Jaga kesehatan
Menjaga kesehatan reproduksi dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat, olahraga teratur, dan manajemen stres.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Darah Haid kok Hitam? Kenali 7 Penyebabnya Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ketahui Beda Postpartum dan Perimenopause, dari Tanda hingga Penyebabnya
5 Mitos dan Fakta Tentang Kesuburan Jelang Masa Perimenopause
17 Makanan Bantu Tingkatkan Kesuburan saat Jalani Program Hamil
Saat Program Hamil, Dukungan untuk Suami Juga Penting Diberikan
TERPOPULER
5 Potret Biby Alraen, Selebgram yang Kini Jadi Manajer Mantan Istri Suaminya
Cara Mengenali Orang yang Sangat Logis dari Cara Mereka Berbicara
Bayi Tengkurap Umur Berapa? Ini Tahapan Ideal & Cara Melatihnya
Sudah USG di Awal Kehamilan, Perlukah Periksa Lagi di Trimester Pertama? Ini Penjelasannya
Andalkan DBF dan Pumping, Amanda Manopo Targetkan MengASIhi hingga 2 Tahun
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin D untuk Promil, Bagus untuk Suami Istri
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Deep Fryer Kecil Multifungsi Stainless Steel Anti Lengket dan Tahan karat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sampul Buku Lengkap dari Aesthetic, Plastik Bening, Cokelat, dan Warna
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Alat Pel Lantai yang Bagus dari Putar, Tanpa Bilas & Otomatis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Hair Tonic Bantu Atasi Rambut Rontok
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Potret Biby Alraen, Selebgram yang Kini Jadi Manajer Mantan Istri Suaminya
Bayi Tengkurap Umur Berapa? Ini Tahapan Ideal & Cara Melatihnya
Cara Mengenali Orang yang Sangat Logis dari Cara Mereka Berbicara
Sudah USG di Awal Kehamilan, Perlukah Periksa Lagi di Trimester Pertama? Ini Penjelasannya
10 Drama Korea Terbaru Juli 2026, Terbaik Diprediksi Raih Rating Tinggi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Virgoun Disorot Usai Ulangi Ijab Kabul untuk Nikahi Lindi Fitriyana
-
Beautynesia
Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Hitam Agar Wajah Kembali Cerah dan Mulus
-
Female Daily
Review Darlings Studio: Salon Kuku Estetik dengan Hasil Nail Art yang Super Rapi
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
10 Kebiasaan yang Diam-diam Menghambat Kecerdasanmu
-
Mommies Daily
Rizki Eriansyah: Dari Meracik Soto Mie Hingga Menaklukkan Maraton, Garis Finishnya Selalu Keluarga