Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Tanda Melahirkan Pembukaan 1, Cara Mempercepat, dan Tips Menghadapinya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Minggu, 11 Jan 2026 13:30 WIB

Tired stressed pregnant woman sitting on a couch and holding her belly
Tanda Melahirkan Pembukaan 1, Cara Mempercepat, dan Tips Menghadapinya/Foto: Getty Images/damircudic
Daftar Isi
Jakarta -

Persalinan merupakan proses alami yang memberikan tanda-tanda tertentu ketika waktunya tiba. Simak tanda melahirkan pembukaan 1, cara mempercepat, dan tips menghadapinya, yuk.

Bagi setiap orang, prorses persalinan mereka mungkin berbeda satu sama lain. Ada sebagian perempuan yang merasakan proses persalinan sangat mudah dalam hitungan jam tetapi ada juga sebagian lainnya yang melewati proses persalinan yang lama dan menguji stamina fisik serta emosional.

Setiap persalinan memang selalu memiliki keunikan masing-masing ya, Bunda. Tahapan demi tahapan menuju persalinan pun diwarnai dengan kontraksi yang berbeda satu sama lainnya. Biasanya, kontraksi di awal masih pelan dan lama kelamaan menjadi semakin kuat seiring berjalannya waktu. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kontraksi tersebut pun berjalan terus secara teratur dan menyebabkan serviks terbuka yang disebut dilatasi. Adanya kontraksi juga membuat serviks semakin lunak, memperpendek, dan menipiskannya. Proses tersebut disebut penipisan serviks dan memungkinkan bayi bergerak ke dalam saluran kelahiran.

Tahap pertama persalinan merupakan tahapan yang terpanjang dari tiga tahap lainnya. Tahap ini dibagi menjadi dua fase yakni persalinan awal dan persalinan aktif seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.

10  Tanda melahirkan pembukaan 1

Memahami tahapan persalinan sedianya dapat membantu Bunda mengetahui apa yang terjadi selama persalinan dan kapan harus segera ke dokter. Berikut ini beberapa tanda melahirkan pembukaan 1 yang perlu Bunda tahu:

1. Leher rahim melunak dan terbuka.
2. Leher rahim menjadi cukup tipis dan dapat berlangsung berjam-jam atau berhari-hari.
3. Belum banyak merasakan apa pun untuk beberapa waktu.
4. Tidak ada pola dan kontraksi tidak teratur.
5. Keluar lendir bercampur darah.
6. Nyeri punggung bawah.
7. Nyeri seperti saat menstruasi yang datang dan pergi.
8. Alami diare.
9. Keluar cairan secara tiba-tiba dari vagina saat ketuban pecah atau selaput ketuban robek.
10. Gelisah dan lelah.

Cara menghadapi pembukaan 1 agar lebih nyaman

Pada awal persalinan, tubuh sedianya sedang mempersiapkan kelahiran ya, Bunda. Agar lebih nyaman, simak cara menghadapi pembukaan 1 di tahap awal persalinan yang membantu Bunda lebih tenang:

1. Tinggal di rumah terlebih dahulu dan tidak bepergian.
2. Makan camilan teratur agar membangun cadangan energi.
3. Istirahat sebanyak mungkin.
4. Cobalah bersantai di bak mandi atau shower air hangat.
5. Pergi ke toilet secara teratur dan buang air besar jika memungkinkan.

Seiring dengan pembukaan yang terus berlanjut ke tahap selanjutnya, Bunda mungkin akan merasakan rasa sakit yang lebih intens. Rasa sakit tersebut akan datang seperti gelombang, dimulai dari yang kecil dan meningkat hingga mencapai puncaknya lalu mereda kembali.

Saat Bunda mendekati tahap kedua persalinan, waktu antara setiap gelombang akan semakin singkat. Ketika kurang dari tiga hingga lima menit antara setiap gelombang cinta yang hadir, saatnya Bunda untuk segera ke rumah sakit.

Beda Tanda Mulas Biasa vs Kontraksi Jelang PersalinanBeda Tanda Mulas Biasa vs Kontraksi Jelang Persalinan/ Foto: HaiBunda/Novita Rizki

5 Cara mempercepat pembukaan 1 ke 10 yang aman dan efektif

Tahapan dari pembukaan satu hingga 10 mungkin bisa berlangsung lebih cepat atau bahkan lebih lama dari yang diperkirakan. Sebagian perempuan mungkin merasa tidak sabar menantinya dan melakukan beberapa hal yang membantu mereka dalam mempercepat pembukaan yang ada. Berikut ini beberapa cara yang bisa dipraktikkan ya, Bunda:

1. Bergerak lebih banyak

Bangunlah dari tempat tidur dan bergerak lebih banyak yang dapat membantu mempercepat pembukaan serviks dengan meningkatkan aliran darah.

2. Berhubungan intim

Banyak yang mengklaim bahwa hubungan seksual dapat mempercepat persalinan saat kehamilan cukup bulan. Mereka merasakan bahwa hubungan seksual dan orgasme meningkatkan pelepasan hormon oksitosin, yang dapat memicu kontraksi.

Namun, sebuah tinjauan tahun 2019 menilai 1.483 orang hamil di tiga studi dan tidak menemukan bukti bahwa hubungan seksual meningkatkan timbulnya persalinan spontan.

Dalam kebanyakan kasus, berhubungan seks selama kehamilan aman kecuali jika dokter menyarankan sebaliknya. Hal ini biasanya tidak disarankan jika ketuban sudah pecah, mengalami plasenta previa, terdapat riwayat persalinan prematur, hamil kembar, dan lainnya.

3. Gunakan bola persalinan

Penggunaan bola persalinan merupakan praktik sederhana yang bisa membantu seseorang tetap aktif, mengelola nyeri kontraksi, dan mempersiapkan bayi untuk lahir. 

4. Menenangkan diri

Jika belum mencapai hari prediksi lahir, tetaplah bersikap tenang dan membiarkan proses alami tubuh berjalan dengan sendirinya seperti dikutip dari laman Medical News Today.

5. Intervensi medis

Meskipun persalinan merupakan proses alami, ada kalanya dokter perlu melakukan intervensi. Biasanya, intervensi tersebut diperlukan jika bayi sudah lebih dari dua minggu terlambat lahir dan persalinan aktif belum dimulai, seseorang mengalami infeksi di rahim, ketuban pecah dan tak ada kontraksi, serta adanya kondisi medis yang mendasari atau mempersulit persalinan bagi ibu dan bayi.

Itulah serba serbi pembukaan dan cara mempercepat pembukaan jelang persalinan ya, Bunda. Semoga informasinya membantu, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda