HaiBunda

KEHAMILAN

Studi Terbesar Ungkap Fakta Keamanan Parasetamol untuk Ibu Hamil

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 26 Jan 2026 13:00 WIB
Ilustrasi Parasetamol untuk Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Istockexstock
Jakarta -

Keamanan parasetamol untuk ibu hamil belum lama ini dipertanyakan oleh publik. Hal ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan bahwa obat penghilang rasa sakit ini 'tidak baik' bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan autisme, Bunda.

Pernyataan presiden AS tersebut memicu kecemasan di kalangan ibu hamil, karena parasetamol adalah obat yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan di seluruh dunia. Obat ini dapat mengobati rasa sakit, seperti sakit kepala dan demam.

Keamanan parasetamol untuk ibu hamil

Sebuah studi terbesar baru-baru ini mengungkap keamanan parasetamol untuk ibu hamil. Studi yang diterbitkan di Lancet Obstetrics, Gynaecology and Women's Health ini menemukan bahwa mengonsumsi obat ini selama kehamilan tidak meningkatkan kemungkinan autisme, ADHD, atau disabilitas intelektual.


"Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini tidak menemukan bukti bahwa penggunaan parasetamol oleh ibu selama kehamilan meningkatkan risiko gangguan spektrum autisme, ADHD, atau disabilitas intelektual pada anak-anak," demikian isi studi, dilansir The Guardian.

Penelitian ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari tujuh peneliti dari seluruh Eropa, dipimpin oleh profesor kebidanan dan kedokteran janin di City St George's, University of London, Asma Khalil. Ia juga merupakan konsultan kebidanan di di rumah sakit St George's di London.

Lebih lanjut, penelitian ini mengkaji 43 studi paling komprehensif tentang penggunaan parasetamol selama kehamilan, yang melibatkan ratusan ribu perempuan, khususnya studi yang membandingkan kehamilan di mana ibu mengonsumsi obat tersebut dan dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengonsumsinya.

Para peneliti mengatakan bahwa studi ini dapat mengesampingkan faktor-faktor lain seperti perbedaan gen dan lingkungan keluarga, yang menjadikan tinjauan mereka sebagai 'standar emas'. Penelitian juga menelaah studi-studi dengan risiko bias rendah dan studi-studi yang mengikuti perkembangan anak selama lebih dari lima tahun untuk memeriksa adanya keterkaitan.

"Ketika kami melakukan analisis ini, kami tidak menemukan hubungan, tidak ada keterkaitan, tidak ada bukti bahwa parasetamol meningkatkan risiko autisme," kata Khalil kepada BBC.

"Pesan yang ingin disampaikan jelas, parasetamol tetap merupakan pilihan yang aman selama kehamilan jika dikonsumsi sesuai petunjuk," tambahnya.

Temuan studi ini memperkuat panduan dari organisasi medis terbesar di Inggris, AS, dan Eropa mengenai keamanan obat penghilang rasa sakit yang umum digunakan selama kehamilan. Studi juga membantah klaim tentang penggunaan parasetamol saat hamil yang bisa menyebabkan autisme.

"Ini penting karena parasetamol adalah obat lini pertama yang kami rekomendasikan untuk ibu hamil yang mengalami nyeri atau demam," ungkap Khalil.

Ilustrasi Ibu Hamil Minum Obat/ Foto: Getty Images/iStockphoto/gpointstudio

Komentar pakar kesehatan

Para ahli medis yang tidak terlibat di penelitian ini juga setuju dengan temuan studi. Mereka mengatakan bahwa hasil studi dapat membantu mengurangi kekhawatiran di kalangan perempuan.

Profesor Grainne McAlonnan dari King's College London, mengatakan bahwa ibu hamil 'tidak perlu stres karena mempertanyakan apakah obat yang paling umum digunakan untuk sakit kepala dapat memiliki dampak yang luas pada kesehatan anak. "Saya berharap temuan studi ini dapat mengakhiri masalah ini," katanya.

Sementara menurut ahli neurosains molekuler dan psikiater klinis di University of Bergen, Prof. Jan Haavik, mengatakan bahwa penelitian ini memberikan 'bukti kuat' bahwa penggunaan parasetamol selama kehamilan tidak meningkatkan risiko autisme, ADHD, atau disabilitas intelektual.

Secretary of State for Health and Social Care Inggris, Wes Streeting, menyarankan perempuan di negaranya untuk mengabaikan klaim Trump. Ia meyakinkan bahwa obat parasetamol aman dikonsumsi selama hamil, Bunda.

"Saya hanya ingin mengatakan kepada orang-orang yang menonton, jangan hiraukan sama sekali apa yang dikatakan Donald Trump tentang kedokteran," katanya di ITV, beberapa waktu lalu.

"Tinjauan besar ini sekali lagi dapat meyakinkan para calon ibu di mana pun bahwa tidak ada bukti sama sekali yang menghubungkan penggunaan parasetamol oleh ibu hamil dengan autisme, ADHD, atau disabilitas pada anak-anak mereka. Para ilmuwan, dokter, dan NHS terkemuka di negara kita menegaskan bahwa parasetamol aman dikonsumsi saat hamil, merasakan nyeri, atau demam."

Aturan konsumsi parasetamol saat hamil

Dosis parasetamol umumnya adalah 1 hingga 2 tablet atau maksimal 500 atau 1.000 miligram (mg) per hari. Konsumsinya setiap 4 hingga 6 jam atau maksimal empat kali dalam 24 jam.

Sementara untuk ibu hamil, dosis parasetamol yang direkomendasikan para ahli adalah jumlah minimum yang dibutuhkan. Artinya, minum parasetamol tidak boleh melebihi dosis umum yang dianjurkan.

Konsumsi parasetamol juga harus dikonsultasikan ke dokter selama kehamilan. Sebab, obat parasetamol sering terkandung dalam beberapa obat lain yang mungkin berbahaya untuk janin.

"Hati-hati saat membeli obat ini tanpa resep karena parasetamol biasanya dikombinasikan dengan obat lain yang dijual bebas, seperti obat flu atau batuk. Komponen di obat ini mungkin tidak aman untuk kehamilan," ungkap dokter keluarga Dr Philippa Kaye, dikutip dari Made for Mums.

"Jadi, selalu tanyakan kepada apoteker bila Bunda hanya ingin membeli obat khusus parasetamol dan aman untuk kehamilan," sambungnya.

Demikian studi tentang keamanan parasetamol untuk ibu hamil, serta penjelasan lengkap dari pakar. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Minum Teh Saat Hamil Disebut Berpengaruh pada Otak Anak, Simak Faktanya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Demi Putra Sulung, Artis China Ini Rela Promil dan Lahirkan Anak Kedua di Usia 57 & 53 Th

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Gula Langka dari Jamur Lendir Jadi Sorotan, Diklaim Aman untuk Diabetes

Mom's Life Azhar Hanifah

Masuk Singapura Bakal Lebih Susah di 2026, Ini Pemicu Utamanya

Mom's Life Natasha Ardiah

7 Tanda Perubahan Kulit yang Bisa Jadi Gejala Diabetes

Mom's Life Ajeng Pratiwi & Fauzan Julian Kurnia

Qalqalah Sugra dan Kubro: Hukum Bacaan, Huruf, dan 10 Contohnya

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Leshia Anak Lesti Kejora & Rizky Billar Ultah Pertama, Intip 5 Potret Perayaannya

Gula Langka dari Jamur Lendir Jadi Sorotan, Diklaim Aman untuk Diabetes

Demi Putra Sulung, Artis China Ini Rela Promil dan Lahirkan Anak Kedua di Usia 57 & 53 Th

Qalqalah Sugra dan Kubro: Hukum Bacaan, Huruf, dan 10 Contohnya

Usai Meninggalnya Lula Lahfah, Polisi Periksa Reza Arap dan Sejumlah Pihak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK