KEHAMILAN
Studi Harvard: Buang Angin pada Bunda setelah Melahirkan Ternyata Bantu Atasi Depresi
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 30 Jan 2026 18:30 WIBDepresi setelah melahirkan dapat dialami siapa pun, termasuk Bunda yang sudah pernah melahirkan. Depresi perlu diobati agar tidak berdampak buruk pada ibu dan bayinya.
Selain pengobatan, depresi pasca melahirkan ternyata dapat diatasi dengan buang angin, Bunda. Ya, studi terbaru menemukan kalau buang angin setelah melahirkan dapat bermanfaat bagi ibu.
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Harvard menemukan bahwa bakteri usus dapat menghasilkan gas yang menciptakan hormon terkait dengan kehamilan dan pengaturan suasana hati. Dalam hal ini, buang angin dianggap sebagai versi alami dari obat-obatan yang sekarang digunakan untuk mengobati depresi pasca persalinan.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell ini juga memberikan bukti baru bahwa dokter nantinya bisa mengobati atau mencegah jenis kondisi kesehatan mental tertentu dengan memanipulasi mikroba usus. Seperti diketahui, usus dan otak memiliki 'hubungan' komunikasi dua arah atau disebut gut-brain axis.
"Meskipun sudah umum diketahui bahwa kesehatan usus penting untuk kesejahteraan kita secara keseluruhan, tapi kita masih terus mengungkap bagaimana tepatnya bakteri yang berada di saluran pencernaan dapat berinteraksi satu sama lain dan dengan sel-sel kita sendiri untuk memengaruhi kesehatan mental," kata penulis utama studi Dr. Megan McCurry, dilansir laman New York Post.
"Penelitian ini mengungkapkan bagaimana bakteri usus tertentu dapat melakukan transformasi kimia yang menghasilkan steroid yang bisa memengaruhi kesehatan perempuan dan depresi pasca persalinan," sambungnya.
Depresi pasca persalinan sering kali menjadi masalah yang dihadapi ibu setelah melahirkan. Menurut studi, kehamilan sendiri dapat menyebabkan fluktuasi hormon yang signifikan dan hal ini disertai dengan peningkatan stres, perasaan kewalahan, kurang tidur, hingga kecemasan.
Depresi pasca melahirkan adalah kondisi mental serius yang jika tidak diobati dengan obat-obatan atau terapi, kondisinya dapat memburuk dan berbahaya. Pada kondisi serius, depresi dapat berubah menjadi psikosis pasca persalinan, atau suatu kondisi serius yang membutuhkan perhatian medis segera dan terkadang pengobatan serta rawat inap.
Memahami depresi pasca melahirkan
Depresi pasca melahirkan atau postpartum merupakan suatu bentuk depresi yang dialami ibu setelah melahirkan. Menurut ulasan di laman March of Dimes, kondisi ini relatif umum terjadi, namun dianggap serius. Setidaknya, depresi postpartum memengaruhi 1 dari 7 ibu baru setelah melahirkan.
Seorang perempuan yang mengalami sering kali mengalami beberapa keluhan, seperti merasa hampa, tanpa emosi, dan mengalami kesedihan yang luar biasa berat. Keluhan tersebut juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati, kelelahan, dan rasa putus asa yang berlangsung dalam waktu lama setelah persalinan.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan bahwa seseorang dengan depresi postpartum tidak dapat melakukan tugas sehari-hari, termasuk mengasuh anaknya. Hal tersebut dapat terjadi hingga satu tahun setelah melahirkan, namun paling sering dimulai sekitar 1 sampai 3 minggu setelah melahirkan.
"Orang-orang tidak boleh menganggap enteng depresi postpartum. Ini adalah kondisi yang serius, namun berbagai program pengobatan dapat membantu mengatasinya. Jika mengalami depresi postpartum, maka perempuan itu perlu tahu bahwa ia tidak sendirian dan bisa pulih," kata profesor, peneliti, dan praktisi kesehatan holistik, Debra Rose Wilson, Ph.D, dikutip dari Healthline.
Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama seseorang mengalami depresi postpartum, maka semakin besar mereka mengalami depresi kronis. Misalnya, dalam sebuah penelitian di JAMA Psychiatry tahun 2018 menemukan bahwa sebagian besar perempuan yang mengalami depresi berat di 2-8 bulan pasca persalinan akan terus mengalami gejala depresi lebih dari 10 tahun kemudian.
Tanpa pengobatan, depresi postpartum bisa memburuk. Dampak paling berbahaya dari kondisi ini dapat mengarah pada pemikiran untuk melukai diri sendiri atau melukai orang lain, hingga berujung pada kematian.
Menurut ACOG, depresi postpartum dapat diatasi dengan penggunaan obat dan terapi. Selain itu, dukungan dari keluarga juga dibutuhkan untuk terus memberikan afirmasi positif dan berada di samping ibu yang mengalami kondisi ini.
Demikian studi tentang manfaat buang angin untuk atasi depresi setelah melahirkan, serta penjelasan pakar terkait kondisi ini. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
4 Perbedaan Baby Blues dan Postpartum Depression
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kisah Bunda Alami Depresi Postpartum setelah Melewati Kehamilan yang Sulit dan Menyakitkan
Risiko Depresi Pasca Melahirkan Dapat Dideteksi dari Tes Darah, Simak Hasil Studi
Studi Ungkap Operasi Caesar Tak Direncanakan Tingkatkan Risiko Depresi Pasca Melahirkan
Penyebab Depresi Postpartum yang Perlu Bunda Waspadai
TERPOPULER
30 Th Bersama, Intip Momen Mona Ratuliu dan Indra Brasco Liburan Romantis Tanpa Anak-Anak
Anak Mulai Punya Teman AI? Ini yang Perlu Dibicarakan Orang Tua
Bius Total saat Operasi Caesar, Kenali Risiko dan Kondisi yang Membutuhkannya
Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Beraktivitas di Malam Hari atau Night Owl
Haru, Enno Lerian Ungkap Terima Kasih untuk Sang Putra yang Bantu Wujudkan Warung Impian
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Spatula Silikon yang Bagus Tahan Lama & Aman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
30 Th Bersama, Intip Momen Mona Ratuliu dan Indra Brasco Liburan Romantis Tanpa Anak-Anak
Anak Mulai Punya Teman AI? Ini yang Perlu Dibicarakan Orang Tua
Bius Total saat Operasi Caesar, Kenali Risiko dan Kondisi yang Membutuhkannya
Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Beraktivitas di Malam Hari atau Night Owl
7 Rekomendasi Spatula Silikon yang Bagus Tahan Lama & Aman
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Liburan 5-7 Hari? Ketahui Kapasitas Koper 25 Inci
-
Beautynesia
5 Kalimat Elegan yang Akan Membungkam Orang Arogan
-
Female Daily
Bye-Bye Bra Strap! 3 Rekomendasi Bra Tape Lokal untuk Pakai Backless Dress hingga Low-Cut Top
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Bintang Reality Show Berubah Jadi Kylie Jenner untuk Halloween, Mirip Banget
-
Mommies Daily
Terpopuler: Kampus Psikologi Terbaik 2026 hingga Gaya Hijab Syahrini