Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Berapa Kali Seminggu Hubungan Suami Istri yang Normal agar Hamil?

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Jumat, 06 Feb 2026 20:40 WIB

Ilustrasi suami istri
Berapa Kali Seminggu Hubungan Suami Istri yang Normal agar Hamil?/Foto: Getty Images/Rossella De Berti
Daftar Isi
Jakarta -

Banyak yang memercayai, frekuensi hubungan suami istri bisa memengaruhi kesuksesan peluang kehamilan pasangan. Idealnya, berapa kali seminggu hubungan suami istri yang normal agar hamil ya, Bunda?

Ada anggapan katanya berhubungan intim dua kali sehari selama ovulasi bisa memudahkan kehamilan seseorang. Sebab, di masa ovulasi ini,peluang kehamilan bisa lebih besar.  Tak heran, pejuang garis dua banyak memanfaatkan momen masa subur tersebut untuk mendapatkan kehamilan.

Berapa kali seminggu hubungan suami istri yang normal agar hamil?

Bercinta katanya bukan soal kuantitas tapi bagaimana kualitas yang didapatkan. Sehingga, ada juga pasangan yang menganut asumsi tersebut sehingga mereka lebih jarang melakukannya karena mengutamakan kualitas bersama pasangannya. Sebab, jika sekadar mengejar kuantitas malah bisa mengesampingkan kualitas dan kehangatan dengan pasangan.

Hmm, jadi sebaiknya nih, berapa kali seminggu hubungan suami istri yang normal agar hamil bisa dilakukan agar tidak terlalu sering dan juga tidak terlalu jarang juga, Bunda?

Faktanya, berdasarkan ilmu pengetahuan bahwa tingkat kehamilan tertinggi pada pasangan sebenarnya terjadi di antara mereka yang berhubungan intim setiap hari, atau setidaknya setiap dua hari sekali. Meski kenyataannya sesi tersebut menyenangkan, tetapi bagi sebagian pasangan mungkin sulit diwujudkan.

Penting Bunda ketahui bahwa berhubungan intim setiap hari atau setiap dua hari sekali selama masa subur yakni lima hari sebelum ovulasi hingga satu hari setelahnya memang bisa memberikan peluang terbaik untuk hamil.

Aturan praktis yang bisa dilakukan setidaknya setiap dua hingga tiga hari segera setelah berakhirnya periode menstruasi. Seseorang bisa mendapatkan kehamilan jika berhubungan intim mulai dari lima hari sebelum ovulasi hingga satu hari setelahnya. Jadi, ini adalah saat seseorang paling subur.

Ingat ya, Bunda, sperma dapat bertahan hidup di dalam tubuh selama sekitar 72 jam. Jadi, jika berhubungan intim dalam rentang waktu tiga hari sebelum ovulasi, seseorang lebih mungkin hamil karena ada sperma yang siap menyambut sel telur yang baru dilepaskan. Dalam hal ini, masa hidup sel telur setelah dilepaskan hanya sekitar 24 jam ya, Bun. Jadi, ketika sperma tiba bahkan hanya 12 hingga 24 jam setelah ovulasi, mungkin sudah terlambat. 

Meskipun frekuensi bercinta yang sering memang dibutuhkan tetapi jika melakukannya setiap hari selama masa subur tidak memungkinkan atau tidak menyenangkan baik untuk Bunda dan pasangan, tidak apa-apa untuk mengurangi frekuensinya, seperti dkutip dari laman Baby Center.

Tanda-tanda ovulasi yang perlu diperhatikan

Saat tubuh sedang memasuki masa ovulasi, biasanya terdapat tanda-tanda ovulasi yang perlu diperhatikan. Sehingga, Bunda bisa mendapatkan petunjuk bahwa inilah masa potensial untuk memaksimalkan hubungan suami istri. Nah, biasanya tubuh akan memberikan petunjuk bahwa sudah waktunya untuk mencoba. Dan, diantara tanda-tanda ovulasi yang perlu diperhatikan yakni sebagai berikut, Bunda:

1. Perubahan lendir serviks

Tepat sebelum ovulasi, Bunda akan melihat bahwa Bunda lebih banyak menghasilkan lendir yang tipis dan licin di mana konsistensinya seperti putih telur. Dan, tepat setelah ovulasi, lendir berkurang dan mengental. Jika ingin hamil, lakukan hubungan intim setidaknya setiap dua hari sekali ketika melihat lendir serviks dengan tipe tersebut.

2. Peningkatan suhu basal tubuh

Suhu basal tubuh merupakan suhu tubuh seseorang saat istirahat. Suhu ini biasanya meningkat setengah derajat hingga satu derajat selama ovulasi dan tetap bertahan hingga menstruasi berikutnya. 

Hari-hari paling subur yang bisa dimanfaatkan yakni dua hingga tiga hari sebelum peningkatan suhu ini. Bunda dapat memantau suhu basal tubuh jika mengukur suhu setiap pagi sebelum bangun tidur. 

Ketika ingin memanfaatkan masa-masa ovulasi dalam meningkatkan peluang kehamilan, cobalah untuk tidak stres dan rileks satu sama lain. Sehingga, hubungan suami istri jauh lebih nyaman dan nikmat.

Hubungan intim saat hamil.Hubungan intim saat hamil./ Foto: Mia Kurnia Sari

Cara menghitung masa subur setelah haid

Mengetahui masa subur setelah haid dapat membantu Bunda dapat mendapatkan peluang kehamilan dengan baik. Selain itu, Bunda dapat memanfaatkan masa subur dengan berhubungan intim secara teratur dari 3 hingga 4 hari sebelum masa subur hingga satu hari setelah masa subur guna meningkatkan peluang kehamilan.

Seperti diketahui bahwa di masa subur atau ovulasi yakni proses di mana ovarium melepaskan sel telur. Dan, beberapa hari sebelum ovulasi penting dimanfaatkan karena sperma dapat membuahi sel telur selama sekitar 12 hingga 24 jam setelah dilepaskan.

Sperma dapat hidup di dalam saluran reproduksi perempuan selama sekitar 3 hingga 5 hari setelah bercinta. Sehingga, terdapat peluang untuk hamil paling tinggi ketika sperma hidup di dalam saluran yang menghubungkan ovarium ke rahim, yang disebut tuba fallopi, selama ovulasi. Inilah mengapa berhubungan seks sebelum ovulasi itu penting seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.

Pada sebagian besar siklus menstruasi perempuan, ovulasi paling sering terjadi sekitar 14 hari sebelum dimulainya periode menstruasi berikutnya. Bagi kebanyakan perempuan, ovulasi terjadi dalam empat hari sebelum atau setelah titik tengah siklus menstruasi. Mengingat agak sulit memprediksinya secara tepat, guna memudahkan penghitungan, Bunda dapat melacaknya dengan bantuan aplikasi. 

Selain itu, untuk membantu Bunda dapat mengetahui masa subur dan melakukan hubungan suami istri, Bunda bisa menghitungnya dengan cara berikut ini. 

1. Berdasarkan siklus menstruasi 

Ovulasi biasanya terjadi sekitar pertengahan siklus jika Bunda memiliki siklus 28 hari (hari ke-14). Namun, pada siklus normal ialah antara 21 dan 35 hari seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Ada baiknya, catat pola siklus menstruasi di kertas atau aplikasi di ponsel selama beberapa bulan dan perhatikan gejala yang tidak biasa yang muncul. Secara umum, kebanyakan perempuan berovulasi 14 hari sebelum menstruasi mereka dimulai, terlepas dari panjang siklus yang dijalani.

2. Metode kalender

Orang yang menggunakan metode kalender dapat menganalisis siklus menstruasi selama enam bulan untuk menentukan kapan mereka subur. Untuk menghitung kapan kemungkinan Bunda berovulasi, Bunda bisa menemukan siklus terpendek dan siklus terpanjang dalam periode enam bulan. 

Kemudian, Bunda dapat mengurangi 18 hari dari siklus terpendek Bunda dan 11 hari dari siklus terpanjang. Kedua angka ini memberikan Bunda hari-hari dalam siklus yang paling subur. Misalnya, jika panjang siklus Bunda ialah 31 dan 18, waktu subur Bunda ialah hari ke-10 hingga hari ke-20 dari siklus Bunda.

3. Lendir serviks

Lendir serviks merupakan cairan vagina yang diproduksi serviks dan lendir ini mengalami beberapa tahapan selama siklus menstruasi. Biasanya, Bunda menemukan lendir serviks kental, putih, dan kering sebelum ovulasi. Tepat sebelum ovulasi, lendir serviks berubah menjadi bening dan licin seperti putih telur. Konsistensi ini memudahkan sperma untuk berenang naik dan bertemu dengan sel telur.

4. Suhu basal tubuh

Suhu basal tubuh biasanya sedikit meningkat selama ovulasi. Ukur suhu tubuh setiap pagi menggunakan termometer digital yang dirancang khusus untuk mengukur suhu basal tubuh. Metode ini hanya berfungsi efektif jika Bunda mengukur suhu sebelum bangun tidur dan sebelum makan atau minum. Bunda dapat mencatat hasilnya selama beberapa bulan dan catat hari ke berapa dalam siklus Bunda terjadi peningkatan suhu.

5. Kit ovulasi

Kit ovulasi bekerja mirip dengan tes kehamilan di rumah karena Bunda buang air kecil pada strip indikator di rumah sendiri. Kit ini bekerja dengan mendeteksi LH (hormon luteinizing) dalam urine. LH sendiri merupakan hormon yang meningkat sebelum ovulasi. Jika hasilnya positif, berarti Bunda akan segera berovulasi (biasanya dalam 36 jam).

Apakah normal bila berhubungan suami istri tiap hari agar bisa hamil?

Memanfaatkan masa subur banyak dilakukan pasangan yang sedang menanti anak. Sehingga, mereka pun sangat bersemangat untuk melakukan agenda intim setiap hari, bahkan berkali-kali dalam sehari. 

Ya, melakukan hubungan intim di masa subur setiap hari normal dilakukan, Bunda. Karena, masa-masa subur memang sangat potensial untuk meningkatkan peluang kehamilan seseorang. 

Ada baiknya, lakukan sesi bercinta mendekati waktu ovulasi. Jika memang tidak memungkinkan melakukannya atau tidak ingin bercinta setiap hari, lakukan hubungan seks setiap 2 atau 3 hari seminggu, dimulai segera setelah berakhirnya periode menstruasi. 

Hal ini dapat membantu memastikan bahwa Bunda dan pasangan melakukan hubungan intim di saat Bunda paling subur sehingga peluang kehamilan pun lebih tinggi bisa didapatkan.

5 Tips agar rutin berhubungan suami istri

Bagi sebagian pasangan, melakukan hubungan intim secara rutin dan terencana mungkin bisa jadi sulit. Padahal, kunci dari kesuksesan mendapatkan kehamilan salah satunya dengan rutin berhubungan intim agar peluang kehamilan lebih besar didapatkan terutama di masa subur.

Agar Bunda bisa mendapatkan peluang tersebut, simak tips agar bisa rutin berhubungan intim berikut ini yuk:

1. Kenali siklus menstruasi diri sendiri

Memahami dengan baik siklus menstruasi diri sendiri dapat membantu Bunda mengetahui kapan Bunda paling subur. Di masa ini menjadi waktu terbaik untuk hamil dan saatnya fokus pada hubungan intim.

2. Jangan khawatir tentang posisi terbaik untuk hamil

Tidak ada bukti ilmiah yang mengatakan bahwa posisi misionaris lebih baik daripada posisi lainnya untuk memaksimalkan peluang kehamilan. Sehingga, tidak perlu terbebani dengan mitos tersebut. 

Memang, posisi tertentu seperti duduk atau berdiri saat bercinta dapat menghambat sperma bergerak ke hulu. Ini hanyalah masalah gravitasi dan tentunya pejuang garis dua tidak ingin semua air mani keluar percuma. Sehingga, banyak juga yang memanfaatkan posisi lainnya untuk memaksimalkan air mani optimal disalurkan. Apa pun posisi bercinta yang dipilih, hal terpenting ialah kenyamanan satu sama lain ya, Bunda.

3. Jangan berlebihan

Berhubungan intim setiap hari bahkan selama ovulasi memang tidak selalu membuat seseorang lebih mungkin hamil. Hanya saja, berhubungan intim setiap malam di setiap waktu ovulasi bisa membantu meningkatkan peluang kehamilan.

Sperma dapat hidup hingga 5 hari di dalam tubuh. Sehingga, membuat rencana terbaik adalah berhubungan seks secara teratur saat Bunda berovulasi, dan saat Bunda tidak berovulasi.

4. Tetaplah berada di tempat tidur setelah berhubungan suami istri

Berbaringlah di tempat tidur setelah berhubungan intim guna meningkatkan kehamilan merupakan saran yang baik. Tetapi, Bunda tidak perlu mengangkat kaki ke udara karena panggul tidak bergerak saat Bunda mengangkat kaki.

Bunda hanya perlu bertahan sejenak dan jangan segera bergegas ke kamar mandi selama waktu ini juga. Tunggulah antara 10 hingga 15 menit, di mana sperma yang akan masuk ke serviks akan berada di serviks.

5. Nikmati seks di pagi hari

Jika Bunda bertanya-tanya kapan waktu yang tepat berhubungan suami istri agar cepat hamil, pagi hari mungkin pilihan terbaik. Saat tidur, tubuh meregenerasi sperma yang hilang selama siang hari. Bahkan, perenang yang tangguh pun dapat mengalami masa kadaluarsa lebih cepat jika terlalu panas akibat aktivitas tertentu seperti berendam di bak air panas atau olahraga seperti bersepeda.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pagi hari menjadi waktu terbaik melakukannya yakni pukul 7.30. Sehingga, Bunda pun dapat memanfaatkan waktu tersebut seperti dikutip dari laman Parents.

Selain itu, pastikan diri dan pasangan tidak mudah stres dan panik ketika kehamilan belum didapatkan. Dengan mengurangi stres tentunya dapat meningkatkan peluang seseorang untuk hamil. 

Demikian penjelasan berapa kali seminggu hubungan suami istri yang normal agar hamil. Agar lebih efektif, jangan ragu meminta saran dari ahlinya. Pergilah ke dokter untuk memaksimalkan mendapatkan peluang kehamilan dengan melakukan pemeriksaan pra konsepsi. Setidaknya, jika Bunda memiliki masalah medis sebelum kehamilan, masalah tersebut dapat dibantu dikendalikan dan Bunda bisa hamil dengan aman.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda