HaiBunda

KEHAMILAN

Bunda Ini Melahirkan di Mobil Sahabatnya, tapi Sejak itu Hubungan Keduanya Berubah...

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Rabu, 18 Feb 2026 15:20 WIB
Bunda Ini Melahirkan di Mobil Sahabatnya, tapi Sejak itu Hubungan Keduanya Berubah.../Foto: Getty Images/iStockphoto/Galina Zhigalova

​​Melahirkan adalah momen besar yang tak akan pernah dilupakan seorang perempuan. Namun bagi seorang bunda ini, proses persalinannya terjadi di tempat yang tak terduga di dalam mobil sahabatnya sendiri. 

Tak ada satu pun Bunda yang membayangkan akan melahirkan di dalam mobil. Namun itulah yang dialami seorang ibu ini di tengah kepanikan, jauh dari rumah sakit, dan hanya ditemani sahabatnya. Bayinya selamat, momen itu pun jadi kisah yang tak terlupakan. Tapi siapa sangka, setelah hari penuh drama itu, hubungan persahabatan mereka justru perlahan berubah. Berikut kisahnya dikutip dari Chipchick.

Melahirkan di tengah kepanikan

Melalui Reddit, Bunda dengan nama pengguna @throwRA_carbaby berusia 27 tahun ini yang sedang menunggu hari kelahiran bayinya mengalami kontraksi yang tak terduga. Pada hari itu, pasangan hidupnya sedang membantu saudaranya, sehingga ia memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama sahabatnya, Alice. Mereka menonton film dan mencoba menikmati waktu bersama, tanpa menyangka bahwa momen itu berubah menjadi perjuangan nyata menyambut kehidupan baru. 


Hari itu awalnya tampak biasa. Kontraksi datang lebih cepat dari perkiraan. Ketika rasa tidak nyaman berubah menjadi kontraksi yang kuat, mereka tahu waktunya sudah tiba. Ia meminta Alice Untuk mengantarnya ke rumah sakit, sementara jarak ke rumah sakit masih cukup jauh. 

Dalam kondisi panik, sang sahabat segera mengantar dengan mobil pribadinya. Persalinan terjadi sebelum mereka sempat sampai. Tak disangka, bayi justru lahir di kursi belakang sebelum sempat tiba di fasilitas medis. Sang ibu malah melahirkan dalam mobil milik suami sahabatnya. Beruntungnya, ibu dan bayi dalam keadaan sehat setelahnya. 

Tangis bayi bercampur dengan rasa syok, takut, dan lega. Secara fisik, bunda dan bayinya selamat. Namun secara emosional, peristiwa ini menyisakan jejak yang dalam bagi keduanya.

Dari rasa terima kasih menjadi memberi jarak

Sesudah kejadian itu, ibu baru ini mencoba mengucapkan terima kasih kepada Alice. Ia bahkan menawarkan diri membayar biaya pembersihan mobil atau membayar biaya lain yang mungkin timbul akibat persalinan yang tak terduga itu. Tapi pesan-pesannya hanya di-like tanpa balasan, hingga akhirnya diblokir oleh Alice. 

Yang membuatnya bingung bukan hanya diamnya Alice, tetapi juga pesan dari suami Alice yang mengucapkan selamat atas kelahiran bayi mereka lalu menambahkan bahwa mereka telah 'menghancurkan' mobilnya. Bunda itu pun dibuat terluka dan heran: Apakah Alice merasa trauma dengan kejadian itu atau ada hal lain yang membuat persahabatan itu berubah drastis? Bagaimana menurut Bunda?

Ketika pengalaman traumatis mengubah relasi

Terkait kisah di atas, dikutip dari Psycotraumatology, menurut penelitian psikologis, pengalaman traumatis bukan hanya berdampak pada orang yang langsung mengalaminya, tetapi juga pada orang di sekitarnya yang ikut terlibat atau menyaksikan kejadian tersebut.

Dalam konteks psikologi, kondisi ini sering disebut trauma sekunder atau secondary trauma, yaitu dampak emosional yang muncul dari paparan tidak langsung terhadap pengalaman traumatis orang lain. 

Studi menunjukkan bahwa trauma sekunder dapat menyebabkan perubahan dalam fungsi hubungan interpersonal, termasuk menurunnya kepuasan hubungan, berkurangnya kedekatan emosional, serta munculnya pola komunikasi menghindar dan konflik yang lebih sering. Hal ini bisa terjadi karena seseorang yang terpapar trauma orang lain menghadapi tekanan emosional yang berat, meski mereka tidak mengalami peristiwa secara langsung. 

Pakar trauma juga menjelaskan bahwa fenomena ini sering dialami oleh para profesional yang bekerja dengan korban trauma, seperti terapis dan pekerja sosial, dan dapat menyebabkan exhaustion emosional, penurunan empati, hingga keterasingan sosial. Meski konteksnya di lingkungan profesi, prinsip psikologisnya mirip: stres emosional yang menetap dapat mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang penting dalam hidupnya. 

Oleh sebab itu, perubahan sikap atau jarak dalam hubungan setelah pengalaman intens seperti situasi darurat persalinan bukan selalu sekadar ‘pilihan’ namun bisa merupakan respons psikologis yang manusiawi terhadap stres emosional yang belum diproses.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kaleidoskop 2025: 7 Kisah Melahirkan Paling Unik, Mengharukan & Tak Terduga

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Pasangan Artis Jalani Ramadhan Pertama sebagai Suami-Istri

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kejutan Imlek, 5 Potret Megan Anak Pertama Tina Toon yang Baru Diperkenalkan ke Publik

Parenting Nadhifa Fitrina

9 Ciri Kepribadian Orang yang Biarkan Piring Menumpuk Menurut Psikologi, Bukan Malas

Mom's Life Azhar Hanifah

5 Resep Ayam Kecap Bumbu Meresap, Ide Menu Sahur hingga Buka Puasa

Mom's Life Amira Salsabila

Bunda Ini Melahirkan di Mobil Sahabatnya, tapi Sejak itu Hubungan Keduanya Berubah...

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cerita Kehamilan Keempat Usha Vance Istri Wapres AS, Disebut Cetak Sejarah Baru

5 Pasangan Artis Jalani Ramadhan Pertama sebagai Suami-Istri

Harapan Baru, Peneliti Temukan Cara Baru Lawan Kanker Payudara Paling Agresif

5 Resep Ayam Kecap Bumbu Meresap, Ide Menu Sahur hingga Buka Puasa

Kejutan Imlek, 5 Potret Megan Anak Pertama Tina Toon yang Baru Diperkenalkan ke Publik

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK