kehamilan
Kisah Bunda Salah Melahirkan Bayi Orang Lain, Berakhir Tuntut Klinik Kesuburan
HaiBunda
Sabtu, 24 Jan 2026 20:10 WIB
Kisah Bunda menuntut klinik kesuburan karena diduga melakukan kesalahan prosedur IVF kembali terjadi. Kali, seorang Bunda asal Florida, Amerika Serikat (AS), menggugat klinik lantaran diduga salah melakukan prosedur implantasi embrio hingga membuatnya hamil dan melahirkan bayi orang lain.
Dilansir laman News4Jax, gugatan tersebut menyatakan bahwa Bunda yang diidentifikasi secara anonim sebagai Jane Doe dan suaminya John Doe ini mulai menjalani prosedur medis di sebuah klinik kesuburan pada Maret 2025. Pada saat itu, keduanya menghubungi klinik yang berbasis di Longwood tersebut untuk melakukan prosedur bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) karena ingin mendapatkan momongan.
Sebagai bagian dari prosedur IVF, Jane Doe mesti menjalani implantasi embrio di rahimnya. Jane Doe tentu saja menyakini bahwa embrio tersebut 'dibuat' dengan materi genetik dirinya dan sang suami.
Jane Doe pun berhasil hamil setelah menjalani prosedur tersebut. Hanya beberapa minggu sebelum Natal 2025, ia berhasil melahirkan seorang bayi perempuan. Namun bayi tersebut tampaknya berasal dari ras yang berbeda dari ia dan sang suami, Bunda.
"Tragisnya, meskipun Jane Doe dan John Doe sama-sama ras Kaukasia, bayi yang dilahirkan menunjukkan penampilan fisik anak yang bukan ras Kaukasia," demikian bunyi gugatan tersebut.
Menurut pasangan tersebut, penemuan ini menyebabkan mereka melakukan tes genetik. Hasilnya mengungkapkan bahwa bayi tersebut tidak memiliki hubungan genetik dengan salah satu orang tuanya.
"Yang sama mengkhawatirkannya bagi (pasangan tersebut) adalah kemungkinan bahwa (perempuan lain) telah ditanami satu atau lebih embrio mereka dan saat ini tengah mengasuh satu atau lebih anak mereka," lanjut gugatan tersebut.
Catatan pengadilan menyatakan bahwa Jane Doe dan John Doe menghubungi klinik tersebut untuk mencari orang tua kandung dari bayi yang dilahirkan Jane. Namun, pihak klinik tidak pernah memberikan tanggapan.
Dalam gugatannya, Jane Doe dan suaminya menuntut bantuan darurat yang tertuang dalam tiga poin. Pertama, mereka memaksa klinik untuk mengungkapkan apa yang terjadi pada pasien lain secara relevan, untuk menentukan apakah bayi perempuan dalam kasus ini benar-benar anak mereka, serta menentukan apakah ada pasien lain menerima embrio dari pasien yang identitasnya tidak diketahui.
Kedua, mereka ingin adanya pengujian genetik, di mana mewajibkan klinik untuk membayar pengujian genetik pada semua pasien yang relevan dan anak-anak mereka selama lima tahun terakhir, sementara klinik memiliki hak atas embrio pasien yang identitasnya tidak diketahui.
Poin terakhir adalah mewajibkan klinik untuk mengungkapkan setiap ketidaksesuaian dalam identitas orang tua dari anak-anak semua pasien yang kelahirannya dihasilkan dari implantasi embrio selama lima tahun terakhir.
Ilustrasi Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/PonyWang |
Kisah serupa juga pernah terjadi di AS
Kisah Bunda hamil bayi orang lain diduga karena kesalahan prosedur bayi tabung juga pernah terjadi di AS, Bunda. Dikutip dari BBC, seorang perempuan asal AS bernama Krystena Murray tanpa sadar mengandung dan melahirkan bayi laki-laki yang bukan anak kandungnya. Ia pun mengajukan tuntutan hukum terhadap sebuah klinik bayi tabung atas kesalahan tersebut, setelah dipaksa menyerahkan hak asuh.
Murray hamil setelah menjalani perawatan kesuburan dengan program bayi tabung pada bulan Mei 2023. Murray yang memiliki ras kulit putih melahirkan bayi berkulit hitam pada Desember 2023. Setelah melahirkan, Murray tak pernah mengunggah foto anaknya secara daring atau mengizinkan teman-teman dan keluarganya untuk melihat sang putra.
Perempuan asal negara bagian Georgia ini lalu membeli alat tes DNA. Pada akhir Januari 2024, hasil tes keluar dan menunjukkan bahwa ia tidak memiliki hubungan biologis dengan anak yang dilahirkannya.
Dari situ, Murray mengetahui bahwa ia melahirkan seorang anak laki-laki yang memiliki etnis berbeda dari dirinya dan donor sperma yang dipilihnya. Ia pun lantas segera memberi tahu klinik kesuburan tersebut di bulan berikutnya.
Alih-alih mendapatkan jawaban, Murray justru dituntut hak asuh oleh orang tua kandung dari bayi yang dilahirkannya. Saat itu, bayi laki-laki tersebut sudah berusia tiga bulan.
Dalam tuntutan yang diajukannya, Murray mengatakan bahwa hingga kini ia tidak tahu apakah pihak klinik telah secara keliru memindahkan embrionya ke pasangan lain, atau apa yang terjadi padanya setelah itu.
Demikian kisah Bunda hamil dan melahirkan bayi orang lain karena kesalahan prosedur bayi tabung.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Transfer Embrio Bayi Tabung
Kehamilan
10 Hal yang Bisa Sebabkan Kegagalan Program Bayi Tabung, Termasuk BB Tak Ideal
Kehamilan
Kesehatan Suami Bantu Sukseskan Program Bayi Tabung
Kehamilan
Simak Aturan Berhubungan Seks saat Bunda dan Ayah Menjalani IVF
Kehamilan
5 Penyebab Paling Umum yang Sebabkan Program Bayi Tabung Gagal
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Romantis Irwansyah & Zaskia Sungkar Traveling di Sela Program Bayi Tabung
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/PonyWang
Ketahui Perbedaan IVF Alami dan IVF Tradisional meski Sama-sama Program Hamil
Kisah Bunda Tuntut Klinik Kesuburan Usai Hamil & Melahirkan Bayi Orang Lain
Yang Mungkin Bunda Rasakan di 5 Tahap Program IVF, Kurang Nyaman hingga Deg-degan