KEHAMILAN
Amankah Ibu Hamil yang Puasa tapi Berat Badan Turun?
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Jumat, 13 Feb 2026 15:20 WIBBerpuasa tidak sekadar menjalankan ibadah tetapi juga membuat tubuh tetap sehat. Nah, kalau sedang hamil, kira-kira, amankah ibu hamil yang puasa tapi berat badan turun, Bun?
Ramadan tinggal menunggu hari ya, Bunda. Rasanya tidak sabar untuk turut serta memaksimalkan ibadah di bulan yang suci tersebut. Bagi ibu hamil, tak sedikit yang ingin mengisinya dengan puasa juga ya, Bunda.
Tetapi, amankah berpuasa selama kehamilan ya, Bunda?
Mengutip dari laman Baby Center, sebenarnya menahan diri dari makanan dan minuman untuk sementara selama kehamilan memang dapat aman dalam beberapa kondisi. Namun, agar lebih aman, sebaiknya Bunda membicarakannya terlebih dahulu dengan dokter atau bidan sebelum melaksanakannya.
"Puasa selama kehamilan bukanlah hal yang mustahil, tetapi mulailah dengan berbicara dengan dokter terlebih dahulu," kata Layan Alrahmani, M.D., seorang dokter kandungan bersertifikasi, spesialis kedokteran ibu dan janin.
Dikatakan Dr Alrahmani bahwa salah satu kekhawatiran utama saat ibu hamil berpuasa yakni apakah mereka tetap terhidrasi dengan baik atau tidak. Karena, dehidrasi selama kehamilan memiliki risiko tersendiri termasuk kontraksi dan ketidaknyamanan, pusing, dan bahkan pingsan, katanya.
Ketika berpuasa, memang tidak jarang berat badan jadi menurun. Sebenarnya berat badan yang turun selama kehamilan tidaklah selalu berbahaya. Apalagi, di trimester pertama biasanya bumil memang kehilangan berat badannya karena gangguan mual di pagi hari dan lainnya. Tetapi, berpuasa dan kemudian menurun berat badannya memang tidak dianjurkan ya, Bunda, terutama ketika memasuki trimester kedua dan ketiga.
Menurut the American College of Obstetricians and Gynecologists bahwa ibu hamil membutuhkan tambahan 340 kalori per hari pada trimester kedua dan sekitar 450 kalori tambahan per hari pada trimester ketiga kehamilan.
Dr Alrahmani menunjukkan bahwa rekomendasi kalori tambahan ini tidak berlaku jika Bunda sudah kelebihan berat badan atau obesitas atau mengonsumsi lebih dari jumlah kalori yang direkomendasikan untuk berat badan dan tingkat aktivitas Bunda setiap harinya.
Jika Bunda memulai kehamilan dengan kelebihan berat badan, mungkin aman bagi Bunda untuk menambah sedikit berat badan daripada perempuan dengan BMI lebih rendah. Tetapi, menurunkan berat badan mungkin berarti mengurangi kalori dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membantu pertumbuhan bayi. Ada baiknya, bicarakan dengan dokter atau bidan terkait hal tersebut.
Amankah ibu hamil yang puasa tapi berat badan turun?
Idealnya, berat badan memang bertambah sesuai yang direkomendasikan dokter setiap fase kehamilan ya, Bunda. Namun, ketika menjalani puasa, amankah ibu hamil yang puasa tapi berat badan turun?
Tim Naviri dalam Buku Pintar Ibu Hamil menjelaskan bahwa berat badan harus naik 1 kilogram (kg) sampai usia kehamilan mencapai 20 minggu. Setelah itu, berat akan naik 2 kg setiap bulannya.
"Kenaikan yang tidak sesuai dengan rumus ideal dapat menjadikannya kehamilan berisiko," tulis Tim Naviri.
Jika berat badan Bunda justru turun dan sulit naik, ada baiknya berkonsultasi ke dokter dan membarengi dengan pola makan bergizi seimbang sesuai rekomendasi untuk ibu hamil. Sebab, berat badan yang terganggu seperti tidak naik selama kehamilan tentunya dapat mengganggu pertumbuhan janin di dalam rahim.
Cara mengatasi berat badan ibu hamil yang turun saat berpuasa
Ikut berpuasa di bulan Ramadan tentunya mendapatkan keberkahan ya, Bunda. Namun, jika Bunda tidak menjaga pola makan dengan baik lewat asupan bergizi seimbang, tentunya grafik berat badan Bunda bisa menurun. Jika sudah begini, simak cara mengatasi berat badan ibu hamil yang turun saat berpuasa, seperti dikutip dari berbagai sumber:
1. Konsultasi dokter
Sebelum memutuskan untuk berpuasa, diskusikan niat tersebut dengan dokter terlebih dahulu. Dengan begitu, dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut apakah Bunda memang layak untuk ikut berpuasa dengan kondisi kehamilan Bunda atau tidak.
2. Makan bergizi seimbang
Mengonsumsi gizi seimbang terutama saat puasa sangatlah penting ya, Bunda. Komposisi makanan ini berupa 50 persen karbohidrat, 30 persen protein, dan 10-20 persen lemak. Komposisi tersebut dapat dibagi di waktu sahur, berbuka puasa, serta di antara berbuka dan sahur.
3. Istirahat cukup
Kehamilan dan tetap berpuasa mungkin cukup menguras energi ya, Bunda. Ada baiknya, penuhi waktu istirahat dengan baik ketika merasakan kantuk. Selain itu, hindari stres selama berpuasa karena bisa berdampak negatif pada kehamilan.
4. Konsumsi suplemen sesuai rekomendasi dokter
Selain makan makanan bergizi seimbang, menambahkan suplemen yang diresepkan dokter bisa membantu nutrisi Bunda tetap terpenuhi setiap harinya selama berpuasa. Biasanya, dokter akan memberikan tambahan suplemen untuk dikonsumsi rutin selama kehamilan. Suplemen ini kebanyakan mengandung makronutrien, yakni vitamin dan mineral yang dapat membantu Bunda tetap fit selama berpuasa.
Pentingnya nutrisi yang tepat saat ibu hamil berpuasa
Nutrisi yang tepat merupakan komponen inti dari kehamilan yang sehat. Dalam hal ini, pertumbuhan embrio sepenuhnya bergantung pada ibu untuk nutrisinya, termasuk energi, vitamin, mineral, dan hidrasi.
Ragam nutrisi seperti zat besi, asam folat, kalsium, protein, dan asam lemak omega-3 sangat penting dalam perkembangan janin, khususnya dalam perkembangan otak, perkembangan dan penguatan tulang, dan pematangan organ.
Dengan pemenuhan nutrisi yang cukup pada ibu hamil tentunya dapat mendukung berat badan yang sehat, menjaga kadar gula darah, mencegah anemia, dan mengurangi risiko komplikasi kehamilan seperti dikutip dari laman Cloudninecare.
Perlu Bunda ketahui bahwa metabolisme ibu hamil terus bekerja terus menerus untuk mendukung pertumbuhan janin. Kelaparan yang berkepanjangan dapat mengganggu keseimbangan ini, terutama jika sering melewatkan makan atau hidrasi tidak mencukupi.
Mengutip dari laman Vinmec bahwa selama kehamilan, ibu yang mendapatkan suplementasi pola makan lengkap dan seimbang akan membantu janin menambah berat badan dengan baik. Bahkan, jika ibu kekurangan berat badan atau kekurangan gizi.
Sebaliknya, jika ibu hamil tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup, kekurangan makanan, atau pola makan yang tidak seimbang, hal itu akan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan kurang atau prematur.
Berat badan lahir mencerminkan peluang bertahan hidup, dan kemampuan untuk berkembang secara fisik dan mental. Karenanya, anak yang lahir dengan berat badan kurang atau kekurangan gizi dalam kandungan akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, peningkatan risiko infeksi, kemampuan kognitif dan kecerdasan yang rendah, yang memengaruhi kemampuan belajar dan peluang kerja mereka ketika dewasa.
Selain itu, nutrisi selama kehamilan juga memengaruhi perkembangan intelektual anak. Dan, perkembangan otak anak saat masih dalam kandungan menentukan daya ingat serta kemampuan belajar di kemudian hari. Proses perkembangan di atas membutuhkan kelompok zat seperti vitamin B6, vitamin B12, asam folat, seng, dan zat besi.
Tiga bulan terakhir kehamilan merupakan waktu ketika otak tumbuh dan matang paling pesat sehingga ibu hamil perlu diberi suplemen energi dan nutrisi dengan kandungan yang lebih tinggi. Itulah mengapa penting bagi ibu hamil yang berpuasa memenuhi nutrisinya secara seimbang agar tidak memengaruhi janin dalam hal berat badan dan perkembangan intelektual mereka di kemudian hari.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang kekurangan gizi di awal kehamilan meningkatkan risiko penyakit kronis tidak menular pada anak ketika mereka dewasa, seperti penyakit kardiovaskular dan obesitas. Tak hanya itu, pola makan yang buruk di akhir kehamilan meningkatkan risiko gangguan toleransi glukosa pada anak ketika mereka lahir.
Untuk itu, bagi Bunda yang ingin berpuasa saat hamil, sangatlah penting menjaga pola makan dengan baik ya, Bunda. Pola makan ibu hamil memang perlu seimbang dan harus dibagi menjadi beberapa kali makan dalam sehari untuk membantu menjaga energi tertinggi dan kadar gula darah yang stabil. Pola makan yang dibagi menjadi beberapa kali makan juga membantu ibu hamil mengurangi gejala mual dan muntah akibat morning sickness pada tahap awal kehamilan.
Begitulah penjelasan ibu hamil yang puasa tapi berat badan turun. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)