KEHAMILAN
Studi Terbaru Temukan Kaitan Kehamilan Kedua dengan Stres Tinggi, Apa Penyebabnya?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 04 Mar 2026 18:40 WIBKecemasan dan stres merupakan tantangan terbesar yang dihadapi setiap calon Bunda selama masa kehamilan. Meski seorang perempuan pernah menjalani kehamilan dan melahirkan, ia tetap berisiko mengalami stres di kehamilan berikutnya.
Studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal BMC Pregnancy and Childbirth mengungkap bahwa kehamilan kedua dikaitkan dengan stres tinggi meski ibu telah memiliki pengalaman melahirkan. Studi ini melibatkan 400 perempuan yang datang ke klinik antenatal di Port Said, Mesir, yang semuanya sedang mengandung anak kedua dan berusia 18-40 tahun.
Dalam studi, para peneliti meminta peserta menyelesaikan wawancara terstruktur menggunakan Self-Rating Anxiety Scale untuk menilai kecemasan, Perceived Stress Scale untuk mengukur stres yang dirasakan, dan Psychological Capital Questionnaire untuk mengevaluasi kondisi psikologis.
Data tersebut dikumpulkan melalui wawancara tatap muka selama periode 5 bulan pada tahun 2024, dengan waktu wawancara sekitar 10-15 menit per peserta. Kriteria peserta penelitian ini adalah perempuan dewasa tanpa kondisi medis kronis yang berada di antara usia kehamilan 12 dan 38 minggu, tengah menjalani kehamilan tunggal, dan melek huruf.
Hasil studi tentang stres tinggi pada kehamilan kedua
Hasil studi ini menemukan, perempuan yang sedang hamil anak kedua menunjukkan tingkat tekanan psikologis yang tinggi. Secara rinci disebutkan bahwa lebih dari 84 persen peserta mengalami kecemasan sedang dan lebih dari 90 persen melaporkan tingkat stres yang sedang hingga tinggi.
Dalam studi, peneliti juga menggali tentang low psychological capital, yakni kondisi di mana seseorang kekurangan sumber daya psikologis positif (efikasi diri, harapan, optimisme), sehingga sulit bangkit dari keterpurukan. Mereka yang memiliki low psychological capital biasanya mudah menyerah dan sering pesimis.
Menurut studi, low psychological capital teridentifikasi pada 71 persen peserta penelitian. Hal itu secara signifikan meningkatkan kerentanan terhadap kecemasan dan stres, Bunda.
"Stres dan kecemasan yang dirasakan menunjukkan korelasi positif yang signifikan, sedangkan psychological capital menunjukkan korelasi negatif yang signifikan dengan kecemasan dan stres yang dirasakan, yang menunjukkan bahwa tingkat psychological capital yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat tekanan psikologis yang rendah," demikian hasil studi, dilansir laman Medscape.
Lantas, apa penyebab kehamilan kedua terkait dengan stres tinggi?
Penyebab stres tinggi pada kehamilan kedua
Setidaknya ada lima faktor yang muncul sebagai prediktor signifikan dari tingkat kecemasan pada ibu yang menjalani kehamilan kedua. Kelimanya dapat menjadi penyebab kehamilan kedua dapat terkait dengan stres tinggi.
Berikut lima faktor yang berkaitan dengan stres di kehamilan kedua:
- Persepsi terhadap kualitas perawatan kesehatan
- Kehamilan yang direncanakan
- Ketakutan terkait persalinan
- Jarak atau waktu sejak persalinan terakhir
- Psychological capital atau modal psikologis yang rendah
Hasil studi ini dapat menunjukkan bahwa intervensi untuk memperkuat sumber daya psikologis yang positif dapat menjadi strategi untuk meningkatkan hasil kesehatan mental ibu yang akan menjalani kehamilan keduanya.
"Intervensi antenatal yang menilai dan memperkuat modal psikologis dapat menjadi kunci untuk meningkatkan hasil kesehatan mental ibu pada kehamilan berikutnya," tulis para penulis studi tersebut.
Demikian hasil studi terbaru yang mengungkap kaitan kehamilan kedua dan stres tinggi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
9 Perbedaan Hamil Anak Pertama & Kedua, Termasuk Sakit Punggung Lebih Parah
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Benarkah Melahirkan Anak Kedua Lebih Mudah? Ini Perbedaan Persalinan Pertama & Kedua
Alasan Audi Marissa Tunda Hamil Kedua Padahal Inginkan Anak Perempuan
Beda Reaksi Marissa Nasution dan Suami saat Tahu Kehamilan Kedua
Cerita Tantri 'Kotak' Lebih Menikmati Kehamilan Keduanya
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bingung Mix and Match Polo dan Rok Pleated? Ini Formula yang Jarang Gagal
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Viral DIY Pakai Cabai untuk Menumbuhkan Rambut, Dokter Ingatkan Risikonya
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif