KEHAMILAN
Ketahui Manfaat dan Risiko Melahirkan dengan Posisi Jongkok
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Jumat, 06 Mar 2026 09:20 WIBBunda, saat membayangkan proses persalinan, mungkin yang terlintas adalah posisi berbaring di tempat tidur. Padahal, ada banyak pilihan posisi melahirkan, salah satunya posisi jongkok atau squatting birth. Metode ini sudah digunakan sejak zaman dahulu dan kini kembali populer karena dianggap lebih alami.
Lalu, apa saja manfaat dan risiko melahirkan dengan posisi jongkok? Yuk, simak penjelasannya.
Manfaat melahirkan dengan posisi jongkok
Dikutip dari Parents, melahirkan sambil jongkok dapat bermanfaat bagi ibu dan bayi. Salah satu keuntungan terbesarnya? Mengejan lebih mudah saat jongkok, karena melebarkan lubang panggul Anda.
"Posisi ini memanjangkan otot-otot dasar panggul dan memudahkan bayi atau feses untuk keluar," kata Dr. Gossard.
Ia menambahkan bahwa persalinan jongkok membuka lubang panggul dan membantu bayi untuk masuk ke posisi yang tepat selama persalinan. Pada dasarnya, jongkok memungkinkan gravitasi melakukan sebagian pekerjaan. Berikut beberapa manfaatnya:
1. Membuka panggul lebih lebar
Secara anatomi, posisi jongkok dapat memperlebar diameter panggul hingga sekitar 10 persen dibanding posisi berbaring. Hal ini membantu bayi turun lebih mudah melalui jalan lahir.
2. Memanfaatkan gaya gravitasi
Dengan posisi tegak, gaya gravitasi membantu mendorong bayi ke bawah sehingga proses mengejan bisa lebih efektif.
3. Kontraksi lebih efisien
Studi dalam jurnal kebidanan menunjukkan bahwa posisi tegak, termasuk jongkok, dapat membuat kontraksi terasa lebih efektif dan mempercepat fase persalinan kala dua.
4. Mengurangi risiko intervensi medis
Beberapa penelitian yang dirangkum dalam systematic review oleh Cochrane menyebutkan bahwa posisi tegak saat persalinan dapat menurunkan kemungkinan tindakan seperti episiotomi atau persalinan dengan alat bantu.
5. Bunda lebih aktif dan berdaya
Banyak Bunda merasa lebih memiliki kontrol atas tubuhnya saat memilih posisi jongkok dibanding hanya berbaring pasif di tempat tidur.
Risiko melahirkan dengan posisi jongkok
Melahirkan sambil jongkok memiliki banyak manfaat bagi ibu yang sedang melahirkan, mulai dari mengurangi robekan perineum hingga memudahkan mengejan, tetapi juga memiliki beberapa kekurangan.
Misalnya, posisi lutut ditekuk melelahkan untuk dipertahankan, dan Anda berisiko lebih tinggi terkena wasir karena tekanan. Selain itu, beberapa orang mungkin tidak dapat melahirkan sambil jongkok karena komplikasi kehamilan tertentu dan kebijakan rumah sakit.
Berikut posisi yang memiliki beberapa risiko, antara lain:
1. Kelelahan pada kaki
Jongkok dalam waktu lama bisa membuat kaki cepat lelah, terutama jika ibu belum terbiasa.
2. Risiko robekan perineum
Karena pembukaan panggul lebih besar dan dorongan gravitasi lebih kuat, ada kemungkinan robekan perineum meningkat jika tidak didampingi teknik mengejan yang tepat.
3. Tidak cocok untuk semua kondisi
Pada kondisi tertentu seperti ibu dengan tekanan darah tidak stabil, penggunaan epidural dosis tinggi, atau kehamilan berisiko tinggi, posisi ini mungkin tidak direkomendasikan.
4. Membutuhkan dukungan dan fasilitas
Tidak semua rumah sakit menyediakan alat bantu seperti birth stool atau pegangan khusus untuk posisi jongkok.
Apakah semua perempuan bisa melahirkan dengan posisi jongkok?
Tidak selalu, Bunda. Pemilihan posisi persalinan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi medis ibu dan bayi. Diskusikan dengan dokter kandungan atau bidan sebelum hari persalinan tiba.
Organisasi seperti World Health Organization juga mendukung kebebasan ibu untuk memilih posisi persalinan yang nyaman selama tidak ada kontraindikasi medis.
Salah satu RCT yang dipublikasikan di PubMed menemukan bahwa kelompok ibu yang melahirkan dengan posisi jongkok memiliki kala dua yang lebih singkat dibanding kelompok posisi berbaring, tanpa perbedaan signifikan pada skor Apgar bayi.
Tips aman jika ingin melahirkan dengan posisi jongkok
1. Konsultasikan sejak trimester akhir
Diskusikan rencana posisi persalinan dengan dokter atau bidan. Pastikan kehamilan Bunda tergolong risiko rendah dan tidak ada kondisi medis yang menjadi kontraindikasi.
Rekomendasi dari World Health Organization menyebutkan bahwa ibu boleh memilih posisi melahirkan yang nyaman selama kondisi ibu dan bayi stabil.
2. Latihan squat sejak hamil tua
Latihan jongkok ringan bisa membantu memperkuat otot paha, panggul, dan dasar panggul. Bunda bisa:
- Latihan squat perlahan dengan pegangan
- Mengikuti prenatal yoga (dengan izin dokter)
- Melatih teknik napas dan mengejan yang benar
Latihan ini membantu tubuh lebih siap saat benar-benar berada di fase kala II (mengejan).
3. Gunakan alat bantu
Posisi jongkok tidak harus dilakukan tanpa dukungan. Bunda bisa menggunakan:
- Birth stool (kursi bersalin khusus)
- Pegangan tali atau bar
- Sandaran pasangan atau pendamping
- Bantuan bidan dari belakang
- Alat bantu membantu mengurangi kelelahan pada kaki.
4. Jangan dipaksakan jika lelah
Jongkok dalam waktu lama bisa membuat paha cepat lelah. Jika merasa tidak kuat, Bunda boleh mengganti posisi. Fleksibilitas sangat penting dalam persalinan.
5. Pastikan pendampingan tenaga medis
Teknik mengejan yang tepat penting untuk mengurangi risiko robekan perineum. Tenaga medis yang berpengalaman akan membantu mengarahkan kapan harus mengejan dan kapan harus bernapas perlahan.
6. Perhatikan kondisi medis
Posisi jongkok mungkin tidak dianjurkan jika:
- Menggunakan epidural dosis tinggi
- Mengalami tekanan darah tidak stabil
- Ada tanda gawat janin
- Terjadi perdarahan
Dalam kondisi tersebut, dokter mungkin menyarankan posisi lain yang lebih aman.
Demikian Bunda, penjelasan manfaat dan risiko melahirkan dengan posisi jongkok. Semoga informasinya membantu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
BAB Terasa Sakit Setelah Operasi Caesar? Ini Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mengenal Posisi Litotomi yang Permudah Melahirkan Pervaginam
4 Pilihan Posisi Ternyaman Melahirkan secara Pervaginam Selain Terlentang
9 Posisi Melahirkan, Bumil Perlu Tahu
Mengenal 9 Posisi Melahirkan saat Persalinan, Bumil Trimester 3 Perlu Tahu
TERPOPULER
Sejarah Pembalut dari Masa ke Masa, dari Kain hingga Produk Menstruasi Modern
Surat Menyentuh Khadeejah Putri Oki Setiana Dewi untuk Ibunda
Surah Luqman untuk Ibu Hamil: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Ciri Kepribadian Orang yang Cerdas secara Emosional, Jarang Mengeluhkan 9 Hal Ini
15 Ide Foto Pasangan Romantis dari Artis Tanah Air
REKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Sejarah Pembalut dari Masa ke Masa, dari Kain hingga Produk Menstruasi Modern
Surat Menyentuh Khadeejah Putri Oki Setiana Dewi untuk Ibunda
Surah Luqman untuk Ibu Hamil: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Ciri Kepribadian Orang yang Cerdas secara Emosional, Jarang Mengeluhkan 9 Hal Ini
15 Ide Foto Pasangan Romantis dari Artis Tanah Air
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Baru Mulai Lari? Ini Cara Memahami Drop Sepatu agar Tidak Salah Pilih
-
Beautynesia
5 Kalimat yang Pantang Diucap Orang Terdidik
-
Female Daily
Syahrini Gelar Konser “Aku Kembali” Desember 2026, Tiket VIP Rp35 Juta Ludes Terjual!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Arumi Bachsin Berkebaya Biru Elektrik Dampingi Wisuda Emil Dardak
-
Mommies Daily
Mantan Punya Pasangan Baru? Ini 7 Batasan yang Perlu Disepakati demi Anak