HaiBunda

KEHAMILAN

Studi Temukan, Merokok saat Hamil Bisa Picu Masalah Kesehatan Mental Anak

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 02 May 2026 20:40 WIB
Merokok saat Hamil Bisa Picu Masalah Kesehatan Mental pada Anak, Simak Hasil Studi Terbaru/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio
Jakarta -

Merokok saat hamil telah dikaitkan dengan beragam risiko kesehatan pada anak. Studi terbaru menemukan satu temuan lagi terkait risiko merokok saat hamil pada kondisi kesehatan anak setelah lahir, Bunda.

Studi yang diterbitkan di jurnal Development and Psychopathology ini mengaitkan kebiasaan merokok selama hamil dengan masalah kesehatan mental anak. Studi ini juga fokus pada tingkat keparahan gejala secara keseluruhan dan keseimbangan antara perkembangan masalah internalisasi dan eksternalisasi.

Dilansir laman News Medical, gejala eksternalisasi meliputi perilaku yang diarahkan ke luar seperti agresi, hiperaktivitas, dan pelanggaran aturan. Perilaku internalisasi berfokus ke dalam, seperti kecemasan, depresi, atau penarikan diri dari pergaulan.


Gejala eksternalisasi cenderung muncul lebih awal dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Gejala internalisasi lebih sering muncul pada masa remaja dan lebih banyak memengaruhi anak perempuan daripada anak laki-laki.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa janin laki-laki lebih mungkin terpengaruh secara negatif oleh perilaku ibu yang merokok saat hamil. Perilaku ini juga dikaitkan dengan gejala eksternalisasi yang lebih tinggi pada anak dari waktu ke waktu.

Dampak merokok saat hamil dan kesehatan mental anak

Nah, untuk lebih memahami bagaimana kebiasaan merokok selama kehamilan berhubungan dengan masalah kesehatan mental anak, para peneliti menerapkan model keparahan-arah psikopatologi (severity-directionality model of psychopathology), sebuah kerangka kerja yang dirancang untuk memisahkan beban gejala secara keseluruhan dari keseimbangan jenis gejala.

Pendekatan ini memungkinkan para peneliti untuk melampaui analisis tradisional yang memeriksa gejala internalisasi dan eksternalisasi secara terpisah, sehingga memungkinkan penilaian yang lebih tepat mengenai apakah kebiasaan merokok saat hamil memang terkait dengan risiko kesehatan mental secara umum, efek spesifik domain, atau keduanya.

Perlu diketahui, studi ini melibatkan 16.335 anak berusia satu hingga 18 tahun, yang sebagian besar berkulit putih. Mereka dikumpulkan dari 55 kohort dalam konsorsium Environmental Influences on Child Health Outcomes (ECHO).

Di semua kelompok usia yang diteliti dalam interval dua tahun, kebiasaan merokok ibu selama kehamilan secara konsisten menunjukkan beban kesehatan mental komorbid yang lebih besar di antara anak-anak yang terpapar. Hubungan ini tetap signifikan secara statistik bahkan setelah disesuaikan dengan berbagai faktor pengganggu, seperti sosiodemografis, riwayat psikiatri keluarga, penggunaan zat lain selama kehamilan, dan paparan asap rokok setelah lahir.

Saat meneliti perbedaan jenis kelamin, studi mengungkap bahwa persentase yang sama untuk anak laki-laki dan perempuan. Satu pengecualian muncul pada kelompok usia 13-14 tahun, di mana hubungan dengan tingkat keparahan gejala tampak lebih kuat pada anak laki-laki.

Secara keseluruhan, hasil studi menunjukkan konsistensi di seluruh tahapan perkembangan, dengan pola asosiasi serupa yang diamati dari masa kanak-kanak awal hingga remaja. Meskipun penelitian ini dirancang untuk mendeteksi potensi efek spesifik usia atau jenis kelamin, hanya ada sedikit bukti perbedaan yang kuat atau sistematis di seluruh kelompok usia atau jenis kelamin anak, Bunda.

Studi ini juga tetap memiliki beberapa keterbatasan, seperti data yang dilaporkan secara individual dan kurangnya data tentang waktu dan frekuensi merokok pada periode prenatal. Selain itu, sistem penilaian yang digunakan tidak dapat memastikan pengukuran di seluruh kelompok usia, sehingga membatasi perbandingan antar kategori usia dan jenis kelamin.

Demikian hasil studi terbaru yang mengungkap dampak buruk merokok saat hamil dan kesehatan mental anak setelah dilahirkan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kesehatan Mental Anak Bisa Dipengaruhi Faktor Genetik, Ini Penjelasan dari Psikolog

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Terbaru Humaira Putri Zaskia Sungkar & Irwansyah, Gaya OOTD-nya Curi Perhatian

Parenting Nadhifa Fitrina

Potret Persahabatan Leony dan Dhea Ananda Bikin Netizen Terhibur

Mom's Life Annisa Karnesyia

Studi Temukan, Merokok saat Hamil Bisa Picu Masalah Kesehatan Mental Anak

Kehamilan Annisa Karnesyia

9 Kalimat Orang Tua yang Bisa Melukai Emosi Anak Menurut Psikolog

Parenting Nadhifa Fitrina

10 Salt Bread di Jakarta yang Enak dan Viral

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Persahabatan Leony dan Dhea Ananda Bikin Netizen Terhibur

5 Potret Terbaru Humaira Putri Zaskia Sungkar & Irwansyah, Gaya OOTD-nya Curi Perhatian

Studi Temukan, Merokok saat Hamil Bisa Picu Masalah Kesehatan Mental Anak

Dipaksa Kerja Keras sejak Kecil, Pria Ini Kaget saat Tahu Orang Tuanya Ternyata Miliarder

10 Salt Bread di Jakarta yang Enak dan Viral

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK