KEHAMILAN
Sulit Hamil Anak Kedua? Simak Pilihan Cara untuk Atasi Infertilitas Sekunder
Melly Febrida | HaiBunda
Selasa, 26 May 2026 18:50 WIBTernyata tak semua pasangan suami istri yang telah dikaruniai anak pertama mudah untuk mendapatkan kehamilan kedua. Kondisi itu disebut dengan infertilitas sekunder, Bunda.
Infertilitas sekunder adalah kondisi ketika pasangan mengalami kesulitan mendapatkan kehamilan lagi setelah sebelumnya pernah memiliki anak.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility Research and Practice, infertilitas sekunder memiliki angka kejadian yang hampir sama dengan infertilitas primer. Studi meta-analisis tersebut menemukan sekitar 49,79 persen kasus infertilitas termasuk infertilitas sekunder.
Penelitian itu menjelaskan bahwa banyak pasangan mengalami perubahan kondisi kesuburan seiring bertambahnya usia, perubahan kesehatan tubuh, maupun faktor gaya hidup.
Penyebab infertilitas sekunder
Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan infertilitas sekunder, Bunda. Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemukan:
1. Faktor usia
Usia menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kesuburan perempuan. Semakin bertambah usia, kualitas dan jumlah sel telur juga akan menurun.
Sebuah penelitian tentang cadangan sel telur manusia menemukan bahwa pada usia 30 tahun, cadangan sel telur perempuan rata-rata tinggal sekitar 12% dari jumlah maksimal saat lahir. Jumlah ini akan menurun lebih drastis setelah usia 40 tahun.
2. Gangguan ovulasi
Ovulasi yang tidak teratur membuat sel telur sulit dibuahi. Kondisi ini dapat dipengaruhi hormon, stres, berat badan berlebih, atau sindrom ovariumpolikistik(PCOS).
3. Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri haid hebat dan mengganggu kesuburan.
4. Masalah pada rahim atau tuba fallopi
Saluran tuba yang tersumbat, perlengketan, miom, atau polip rahim dapat menghambat pertemuan sperma dan sel telur. Menurut studi Fertility Research and Practice, gangguan saluran reproduksi perempuan termasuk salah satu penyebab paling umum infertilitas sekunder.
5. Kualitas sperma menurun
Tidak semua kasus infertilitas berasal dari pihak perempuan. Jumlah, bentuk, atau pergerakan sperma yang menurun juga bisa membuat pasangan sulit mendapatkan kehamilan.
6. Faktor gaya hidup
Berat badan berlebih, merokok, kurang tidur, konsumsi alkohol, hingga stres berkepanjangan dapat memengaruhi kesuburan pasangan.
Penelitian dari Universitas Gadjah Mada juga menemukan bahwa faktor gaya hidup dan riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal dapat memengaruhi risiko infertilitas sekunder
Cara mengatasi infertilitas sekunder
Jika Ayah atau Bunda merasa mengalami infertilitas sekunder, evaluasi dini sangat penting untuk memastikan pilihan pengobatan selanjutnya. Untuk hal ini Bunda dapat segera menghubungi ahli endokrin reproduksi, atau ahli urologi untuk melakukan tes dan tinjauan riwayat medis Ayah dan Bunda.
Untuk menentukan ketidaksuburan, Ayah dan Bunda akan melawati beberapa tes meliputi:
- Analisis air mani
- Tes darah untuk melihat kadar hormon
- USG transvaginal
- Hysterosalpingogram, sejenis pemeriksaan dengan sinar-X yang memungkinkan dokter melihat rahim dan saluran tuba Bunda.
Perawatan untuk infertilitas sekunder
Pada umumnya perawatan dan pengobatan ketidaksuburan sama saja baik pada infertilitas primer ataupun sekunder. Berikut ini adalah ragam pengobatan yang bisa Bunda pilih:
- Obat-obatan, termasuk clomiphene (Clomid®) dan letrozole, untuk menginduksi ovulasi bagi Bunda yang tidak berovulasi secara teratur.
- Inseminasi intrauterin (IUI) yang melibatkan penempatan sperma di dalam rahim untuk meningkatkan kemungkinan pembuahan.
- Pembedahan untuk memperbaiki komplikasi terkait rahim seperti menghilangkan jaringan parut, polip, dan fibroid .
- Pembedahan untuk memperbaiki varikokel testis. Ini adalah penyebab infertilitas pada pria yang paling dapat diperbaiki dengan pembedahan.
- IVF atau in vitro fertilization
IVF atau in vitro fertilization adalah program bayi tabung, yaitu proses pembuahan sel telur dan sperma yang dilakukan di laboratorium sebelum embrio dipindahkan ke rahim. Program ini biasanya menjadi salah satu pilihan bagi pasangan yang mengalami kesulitan hamil secara alami.
Fertilisasi in vitro (IVF) atau program bayi tabung adalah proses kompleks yang melibatkan pengambilan sel telur dari ovarium dan menggabungkannya secara manual dengan sperma di laboratorium untuk pembuahan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)