Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Angka Kematian Ibu Melahirkan di Inggris Tertinggi dalam 20 Th, Aturan Baru Diberlakukan

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 01 May 2026 13:30 WIB

Team of doctors and nurses wear masks and gloves and prepare for surgery.
Angka Kematian Ibu Melahirkan di Inggris Tertinggi dalam 20 Th, Aturan Baru Diberlakukan/ Foto: iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Kematian ibu melahirkan masih menjadi masalah kesehatan di banyak negara maju. Negara Inggris menjadi salah satu negara yang mengalami kenaikan angka kematian ibu melahirkan, Bunda.

Menurut data, terdapat 252 kematian ibu dari tahun 2022 hingga 2024. Angka tersebut 20 persen lebih tinggi bila dibandingkan data dari tahun 2009 hingga 2011. Bila dijumlahkan, angka kematian di negara Inggris ini setara dengan 12,8 kematian untuk setiap 100.000 ibu yang melahirkan.

Inggris telah berusaha untuk menurunkan angka kematian ibu selama beberapa tahun. Namun menurut kepala bidan di NHS Inggris, Kate Brintworth (CMO), meskipun perbaikan sedang dilakukan, tidak satu pun yang berpikir bahwa sistem perawatan tepat berada di 'tempat yang tepat'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Kami merasa bahwa keadaan belum cukup baik," katanya kepada Sky News.

"Kehilangan anak adalah penderitaan yang mengerikan. Saya pikir itu adalah salah satu hal terburuk yang dapat terjadi pada manusia, dan tanggung jawab kita sebagai pemimpin di bidang persalinan adalah untuk memastikan keluarga-keluarga tersebut tidak mengalami penderitaan itu."

NHS memperkenalkan Maternal Care Bundle

Untuk mengurangi angka kematian ibu, NHS Inggris memperkenalkan aturan atau program baru yang diberi nama Maternal Care Bundle. Ini merupakan serangkaian standar nasional wajib yang mengharuskan staf klinis untuk mengidentifikasi dan menindaklanjuti tanda-tanda peringatan tanpa penundaan.

Selama bertahun-tahun, rekomendasi tentang pengelolaan komplikasi berisiko tinggi telah berjalan beriringan dengan variasi dalam penerapannya di rumah sakit. Standar baru dari NHS ini dirancang untuk menutup kesenjangan tersebut.

Melansir dari laman Distilled Post, penyebab langsung kematian ibu selama atau segera setelah kehamilan adalah pembekuan darah, penyakit jantung, dan sepsis. Kondisi-kondisi tersebut memerlukan kecepatan respons klinis dari staf medis di fasilitas kesehatan.

Data MBRRACE-UK berulang kali mengidentifikasi keterlambatan dalam pengenalan dan pengobatan sebagai faktor penyebab kematian yang dapat dicegah. Pada kondisi sepsis, intervensi yang cepat padahal berpotensi untuk menyelamatkan nyawa ibu.

Para klinisi juga menangani perbedaan populasi pasien yang secara material. Saat ini, banyak perempuan yang melahirkan di usia lebih lanjut, memiliki tingkat obesitas tinggi, dan menjalani kehamilan dengan kondisi kardiovaskular atau metabolik yang sudah ada sebelumnya. Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko dan menghadirkan kompleksitas klinis tinggi.

Kucuran dana untuk menekan angka kematian ibu

NHS Inggris juga telah mengalokasikan 25 juta poundsterling atau Rp580 miliar untuk meningkatkan triase persalinan, dengan tujuan khusus untuk memastikan perempuan yang datang dengan komplikasi tak terduga dievaluasi oleh dokter senior dengan lebih cepat. Kecepatan pasien yang kondisinya memburuk untuk ditangani ahli telah diidentifikasi sebagai titik kegagalan kritis dalam tinjauan kasus berganda.

National Maternity and Neonatal Taskforce memiliki target pengurangan separuh angka kematian ibu pada tahun 2030. Target tersebut telah ditetapkan sejak beberapa tahun lalu, Bunda.

Sistem layanan kesehatan ditingkatkan

Pada program di bulan Maret tahun ini, NHS juga menawarkan penilaian risiko dini untuk tromboembolisme vena kepada semua ibu hamil sebelum kunjungan antenatal pertama mereka. Kondisi ini merujuk pada pembekuan darah yang terbentuk di pembuluh darah vena dalam, yang kini menjadi penyebab utama kematian ibu.

Nah, siapa pun yang diidentifikasi berisiko tinggi akan ditawari obat pengencer darah untuk mencegah pembekuan dalam waktu 72 jam.

Perubahan lain yang akan diterapkan pada Maret 2027 adalah pemberian akses kepada setiap perempuan yang mengidap epilepsi ke tim spesialis untuk mengelola gangguan tersebut selama kehamilan. Rencana yang disesuaikan juga meliputi pengendalian kejang, dan akses tepat waktu ke obat-obatan yang aman digunakan selama kehamilan.

Perempuan juga akan secara rutin dinilai kesehatan mentalnya. Jika diperlukan, ibu hamil dengan masalah kesehatan mental dapat dirujuk ke layanan khusus.

Sementara bagi ibu hamil yang mengalami perdarahan hebat, ia akan menerima perawatan dari dokter spesialis kebidanan dan anastesi dengan lebih cepat.

NHS memperkirakan program ini dapat mengurangi jumlah kematian yang disebabkan oleh pembekuan darah, stroke, penyakit jantung, bunuh diri, sepsis, perdarahan obstetri, dan preeklamsia. Langkah-langkah ini juga diharapkan bisa mengatasi kecenderungan ibu hamil mengakhiri hidup, yang juga menjadi penyebab utama kematian antara enam minggu hingga satu tahun usai melahirkan.

Demikian berita tentang peningkatan angka kematian ibu melahirkan di Inggris. Semoga informasi ini bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda