KEHAMILAN
Studi Temukan Ibu yang Melahirkan 3 Anak atau Lebih Berisiko Kecil Terkena Stroke
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Selasa, 12 May 2026 13:20 WIBBunda, kabar menarik datang dari dunia kesehatan perempuan. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa ibu yang telah melahirkan tiga anak atau lebih ternyata memiliki risiko lebih rendah terkena stroke dibandingkan perempuan yang memiliki anak lebih sedikit atau bahkan tidak pernah melahirkan.
Temuan ini tentu menimbulkan rasa penasaran: Apakah benar semakin banyak anak bisa membuat tubuh lebih 'terlindungi'? Yuk, kita bahas.
Jumlah persalinan dan risiko stroke
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association dan Neuroscience News ini menganalisis data dari studi jangka panjang terkenal, yaitu Framingham Heart Study. Para peneliti mengamati sekitar 1.800 perempuan selama hampir dua dekade. Hasilnya cukup mengejutkan.
Perempuan yang melahirkan tiga anak atau lebih memiliki risiko stroke yang jauh lebih rendah. Bahkan, risikonya bisa hingga sekitar 40–50 persen lebih kecil dibandingkan yang tidak pernah melahirkan. Mereka juga cenderung memiliki kondisi pembuluh darah otak yang lebih sehat. Temuan ini tetap terlihat meskipun sudah mempertimbangkan faktor lain seperti tekanan darah, kolesterol, hingga gaya hidup.
Meski hasilnya menarik, para ilmuwan belum bisa memastikan penyebab pastinya. Namun, ada beberapa dugaan yang cukup masuk akal.
Selama kehamilan, tubuh perempuan mengalami perubahan besar, terutama pada hormon seperti estrogen. Hormon ini diketahui memiliki efek perlindungan terhadap pembuluh darah dan kesehatan jantung.
Selain itu, kehamilan juga melatih tubuh untuk beradaptasi dengan perubahan sistem peredaran darah. Adaptasi ini diduga memberi 'latihan alami' bagi sistem kardiovaskular, termasuk pembuluh darah di otak.
Dengan kata lain, pengalaman hamil dan melahirkan bisa saja memberikan efek jangka panjang yang bermanfaat bagi kesehatan.
Pengalaman hamil dan melahirkan pada efek jangka panjang
Meski hasil studi ini terdengar positif, penting untuk dipahami bahwa ini bukan hubungan sebab-akibat langsung. Artinya, memiliki banyak anak bukan jaminan pasti akan terhindar dari stroke.
Studi yang dilaporkan oleh Neuroscience News memang menemukan bahwa perempuan dengan jumlah kelahiran lebih banyak cenderung memiliki risiko stroke yang lebih rendah. Namun, temuan ini belum bisa disebut sebagai hubungan sebab-akibat.
Artinya, para peneliti belum bisa memastikan bahwa, memiliki banyak anak adalah penyebab langsung turunnya risiko stroke.
Yang ditemukan dalam penelitian tersebut lebih tepat disebut sebagai hubungan atau keterkaitan (asosiasi). Jadi, dua hal ini, jumlah anak dan risiko stroke, terlihat berhubungan, tetapi belum tentu saling menyebabkan.
Dalam dunia medis, untuk menyatakan sebab-akibat, dibutuhkan bukti yang jauh lebih kuat, seperti uji klinis terkontrol. Sementara itu, penelitian seperti ini bersifat observasional, yaitu hanya mengamati pola yang terjadi pada banyak orang dalam jangka waktu tertentu.
Bisa saja ada faktor lain yang ikut memengaruhi hasil tersebut. Misalnya, perempuan yang mampu menjalani beberapa kehamilan dengan baik mungkin sejak awal memiliki kondisi tubuh yang lebih sehat. Atau bisa juga mereka memiliki gaya hidup tertentu yang tanpa disadari turut menurunkan risiko stroke.
Faktor lain yang jauh lebih berpengaruh terhadap risiko stroke, seperti:
- Tekanan darah tinggi
- Diabetes
- Pola makan tidak sehat
- Kurang aktivitas fisik
- Stres berlebihan
Selain itu, kehamilan juga bukan tanpa risiko. Beberapa kondisi seperti preeklamsia atau diabetes gestasional justru bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke di kemudian hari.
Jadi, kesimpulan yang paling tepat dari studi ini adalah jumlah anak bisa menjadi indikator tambahan dalam melihat risiko kesehatan, tetapi bukan penyebab utama.
Pentingnya melihat kesehatan perempuan secara menyeluruh
Studi ini memberi sudut pandang baru bahwa riwayat kehamilan dan jumlah anak bisa menjadi salah satu indikator kesehatan perempuan di masa depan. Namun kesehatan perempuan tidak bisa dilihat dari satu faktor saja, termasuk jumlah anak. Tubuh perempuan jauh lebih kompleks dari sekadar angka tersebut.
Kesehatan perempuan dipengaruhi oleh banyak hal yang saling berkaitan. Mulai dari sebelum hamil, selama kehamilan, hingga setelah melahirkan, semuanya berperan dalam menentukan kondisi tubuh di masa depan. Misalnya, riwayat kehamilan seperti preeklamsia atau diabetes gestasional bisa menjadi sinyal adanya risiko penyakit kardiovaskular di kemudian hari.
Di sisi lain, faktor gaya hidup tetap menjadi kunci utama. Pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang cukup, kualitas tidur, hingga kesehatan mental memiliki dampak besar terhadap risiko stroke dan penyakit lainnya. Bahkan, faktor seperti stres kronis dan kelelahan yang sering dialami ibu juga tidak boleh diabaikan.
Melihat kesehatan secara menyeluruh berarti memahami bahwa tubuh Bunda adalah satu kesatuan. Riwayat reproduksi memang penting, tetapi harus dilihat bersama dengan kondisi medis, kebiasaan hidup, dan faktor lingkungan.
Pendekatan ini juga semakin banyak digunakan dalam dunia medis. Tenaga kesehatan kini tidak hanya melihat satu gejala atau satu riwayat saja, tetapi mencoba memahami gambaran besar dari kesehatan seorang perempuan secara utuh.
Artinya, dokter dan tenaga medis mungkin ke depan akan lebih mempertimbangkan faktor reproduksi saat menilai risiko penyakit, termasuk stroke.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Potret Gender Reveal Chelsea Islan, Siap Sambut Anak Perempuan Pertama
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cerita Bunda Alami Stroke dan Pendarahan Otak Usai Melahirkan, Ini Gejala yang Dialami
Ibu Hamil dengan Metode Bayi Tabung Lebih Berisiko Terkena Stroke, Kok Bisa? Ini Kata Studi
Kehamilan Disebut Dapat Meningkatkan Risiko Stroke? Ini Kata Pakar
Penyebab Stroke setelah Melahirkan, Kenali segera Gejalanya Bun
TERPOPULER
Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya
Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO
Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya
Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian
Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Main Badminton, Tenis, dan Padel Bergantian? Satu Sepatu Ini Cukup
-
Beautynesia
4 Manfaat Rutin Membaca Buku 20 Menit Setiap Pagi
-
Female Daily
Coba 6 Menu Spesial Hari Kemerdekaan di Bacha Coffee!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 13 Agustus: Taurus Cuma Manis di Bibir, Aries Jangan Sembrono
-
Mommies Daily
Menyimpan Parfum di Kulkas, Boleh atau Malah Merusak? Ini Penjelasannya