Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Perbedaan Tes TORCH dan NIPT yang Sering Bikin Bingung

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Senin, 18 May 2026 08:10 WIB

Tes NIPT atau torch untuk ibu hamil
Tes NIPT atau torch untuk ibu hamil/ Foto: Getty Images/7postman
Daftar Isi

Bunda, selama kehamilan ada berbagai jenis pemeriksaan yang dianjurkan untuk memantau kondisi ibu dan janin. Nah, beberapa yang sering disarankan adalah tes TORCH dan tes NIPT. Namun, tak sedikit ibu yang masih bingung dengan perbedaannya, lho.

Demi kelahiran bayi yang sehat, penting bagi Bunda untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan tersebut. Untuk itu, simak penjelasan lengkap mengenai tes TORCH dan NIPT, serta fungsi masing-masingnya bagi ibu hamil.

Mengenal tes TORCH

Melansir dari Stanford Medicine, tes TORCH merupakan tes untuk mendiagnosis infeksi yang dapat membahayakan janin selama mereka berada di dalam kandungan. TORCH merupakan akronim dari 5 infeksi yang tercakup dalam pemeriksaan ini, yakni Toxoplasmosis, Other, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes simplex virus (HSV).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Infeksi ini dapat menyebabkan masalah serius selama kehamilan, Bunda. Oleh karena itu, penting untuk mendeteksinya sejak dini selama kehamilan agar infeksi dapat terdiagnosis lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut penjelasan beberapa infeksi TORCH beserta dampaknya.

Toxoplasmosis

Infeksi ini disebabkan oleh parasit yang umumnya terdapat dalam kotoran kucing. Bayi bisa terkena taxoplasmosis kongenital, yang berarti sudah ada sejak lahir. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan kebutaan, tuli, kejang, dan keterbelakangan intelektual.

Other

Other ini maksudnya penyakit lain, Bunda. Nah, salah satu penyakit tersebut adalah sifilis. Sifilis merupakan infeksi menular seksual yang dapat ditularkan ibu kepada bayi yang belum lahir selama kehamilan. Sifilis dapat menyebabkan bayi prematur, cacat lahir, berat badan lahir rendah, tuli, bahkan bayi lahir mati.

Rubella

Rubella atau yang disebut juga campak Jerman merupakan virus yang mudah menular melalui bersin atau batuk. Meskipun sudah tersedia vaksin untuk mencegah penularannya, virus ini juga dapat menularkan bayi melalui ibu hamil yang menderita rubella.

Kondisi ini menjadi semakin serius. Rubella diketahui dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, hingga kematian janin dalam kandungan. Selain itu, rubella juga dapat menyebabkan masalah pada jantung, penglihatan, pendengaran, dan pertumbuhan bayi.

Cytomegalovirus (CMV)

CMV adalah jenis virus herpes dan merupakan infeksi bawaan yang paling umum pada bayi. Ibu dapat tertular CMV melalui kontak seksual atau kontak dengan cairan tubuh, seperti air liur dari yang menderita CMV. Akibatnya, bayi dapat mengalami masalah penglihatan, pendengaran, hingga perkembangan mental.

Herpes simplex virus (HSV)

Herpes simplex virus dapat ditularkan melalui kontak seksual dengan orang terinfeksi. Nantinya, infeksi tersebut dapat menular kepada bayi yang berada di kandungan. HSV pada bayi dapat menyebabkan berat badan lahir rendah, keguguran, dan kelahiran prematur. Virus ini juga dapat menyerang kulit, mata, mulut, serta kerusakan otak dan organ.

Mengenal tes NIPT pada ibu hamil

Mengutip dari Hopkins Medicine, NIPT adalah singkatan dari Non-Invasive Prenatal Testing. Tes skrining genetik ini dilakukan untuk mengidentifikasi risiko janin terkena down syndrome, trisomi 13, atau trisomi 18. Intinya, tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah ibu untuk mendeteksi risiko kelainan kromosom pada janin sejak dini.

Selain down syndrome, trisomi 13, dan trisomi 18, NIPT dapat mendeteksi berbagai tanda yang berkaitan dengan kromosom abnormal lainnya, seperti sindrom Turner, sindrom Klinefelter, dan sindrom triple X. NIPT juga dapat memprediksi jenis kelamin janin dengan akurasi tinggi.

Mengapa ibu hamil perlu melakukan tes NIPT?

Down syndrome, trisomi 13, dan trisomi 18 merupakan kelainan kromosom yang dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan cacat lahir pada anak, Bunda. Siapapun bisa saja memiliki bayi dengan kelainan kromosom seperti ini, terlebih dengan seiring meningkatnya usia ibu.

Bayi dengan down syndrome (trisomi 21) memiliki kromosom ke-21 tambahan yang dapat menyebabkan berbagai tanda dan gejala, termasuk keterbelakangan intelektual dan berbagai komplikasi medis. Beberapa di antaranya ialah komplikasi yang melibatkan jantung, saluran pencernaan, dan sistem organ lainnya.

Trisomi 18 (memiliki kromosom ke-18 tambahan) dan trisomi 13 (memiliki kromosom ke-13 tambahan) adalah kelainan yang meningkatkan risiko keterbelakangan intelektual dan cacat lahir yang lebih parah. Sayangnya, hanya sedikit bayi dengan trisomi 13 atau 18 yang bertahan hidup lebih dari beberapa bulan, Bunda.

Melihat risiko kelainan kromosom tersebut, melakukan tes NIPT menjadi salah satu langkah untuk penting mengetahui kondisi tubuh ibu sehingga risiko tersebut dapat diketahui dan ditangani lebih awal.

Perbedaan tes NIPT dan tes TORCH, mana yang lebih penting?

Melihat dari tujuan pemeriksaannya, tes NIPT dan tes TORCH jelas berbeda, Bunda. Meskipun sama-sama direkomendasikan untuk ibu hamil, kedua pemeriksaan ini memiliki fungsi dan fokus yang tidak sama.

Berdasarkan sumbernya, tes NIPT dilakukan guna membantu mendeteksi risiko kelainan kromosom pada janin, seperti down syndrome, sejak awal kehamilan. Pemeriksaan ini hanya dilakukan melalui sampel darah ibu hamil dan umumnya dianjurkan pada trimester pertama.

Sementara itu, tes TORCH bertujuan untuk mendeteksi infeksi tertentu pada ibu hamil yang berisiko memengaruhi kesehatan janin. Karena itu, tes TORCH lebih fokus kepada pencegahan risiko infeksi yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan.

Kedua tes tersebut sama pentingnya, Bunda. Sebab, baik tes NIPT maupus tes tORCH sama-sama membantu memantau kondisi kehamilan dan kesehatan janin sejak dini. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui kemungkinan risiko tertentu sehingga penanganan dan pemantauan dapat dilakukan lebih cepat.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan tes NIPT dan tes TORCH pada ibu hamil. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda