KEHAMILAN
30 Gejala Sindrom Couvade, Keluhan Unik yang Dialami Suami saat Istri Hamil
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 21 May 2026 08:50 WIBBunda pernah mendengar sindrom Couvade? Istilah ini mengacu pada keluhan yang dialami suami saat istrinya hamil.
Sindrom Couvade atau kehamilan simpatik terjadi ketika suami mengalami gejala kehamilan saat istrinya mengandung. Menurut studi lama yang diterbitkan di Journal of Psychosomatic Obstetrics & Gynecology, antara 11 hingga 65 persen calon ayah mengalami sindrom Couvade.
Dikutip dari BBC, sindrom Couvade dapat bermanifestasi dalam banyak cara, memiliki definisi tidak jelas, dan perkiraan prevalensi yang sangat bervariasi. Misalnya, sebuah studi menemukan bahwa hingga 52 persen ayah di Amerika Serikat mengatakan mereka mengalami beberapa tanda sindrom ini selama kehamilan istrinya, dengan angka serupa dilaporkan di Yordania sebesar 59 persen, dan Thailand sebesar 61 persen.
Studi lain menemukan angka yang lebih tinggi di Polandia dan Tiongkok, di mana tujuh dari 10 calon ayah melaporkan gejala dari sindrom Couvade. Penelitian lain menunjukkan prevalensi mungkin lebih rendah di Swedia yakni 20 persen, dan Rusia sebesar 35 persen.
Perlu diketahui, nama 'couvade' berasal dari kata kerja bahasa Prancis yakni 'couver', yang berarti bersarang, mengerami, atau menetas. Istilah ini pertama kali diterapkan sebagai gejala pada tahun 1800-an oleh seorang antropolog yang bekerja di antara komunitas primitif. Sindrom Couvade paling mungkin muncul pada trimester pertama dan trimester ketiga.
"Bukan hal yang aneh jika pasangan mengalami gejala serupa, atau setidaknya mengeluh tentang hal-hal yang serupa," kata dokter kandungan, Layan Alrahmani, MD, dikutip dari Baby Center.
Penyebab sindrom Couvade
Meski penelitian menunjukkan bahwa Couvade cukup umum terjadi, namun tidak ada klasifikasi resmi yang menyatakannya sebagai gangguan medis. Tak hanya itu, hanya sedikit buku teks medis yang menyebutkan sindrom ini.
"Mekanismenya belum dipahami dengan baik. Mungkin ini adalah cara untuk menyublimasi dan mengatasi masalah emosional, mungkin ada dasar neurobiologisnya. Saya rasa itu belum diketahui," kata psikolog dan direktur Center for Men's Excellence di San Diego, AS, Daniel Singley.
Menurut profesor emeritus psikologi di Universitas Akron di Ohio, AS, Ronald Levant, sindrom Couvade dapat bersifat multifaktorial. Artinya, ada beberapa faktor yang dianggap menjadi penyebab dari sindrom ini, Bunda.
"Sebagian besar peneliti sepakat bahwa sindrom Couvade bersifat 'multifaktorial', yang melibatkan komponen biologis dan psikologis," ujar Levant.
Para ahli juga menyakini bahwa gejalanya mungkin dapat muncul karena stres yang dialami suami karena akan dikaruniai anak. Mereka memanifestasi stres dengan keluhan yang mirip dengan kehamilan.
"Memiliki bayi adalah salah satu tonggak perkembangan paling signifikan dalam kehidupan dewasa," kata psikolog klinis Kevin Gruenberg.
"Hal itu terkadang bisa terasa sangat menegangkan dan melelahkan, jadi Couvade bisa menjadi cara untuk merefleksikan transformasi besar yang sedang terjadi," lanjutnya.
Sementara menurut Alrahmani, faktor fisiologis juga dapat berperan dalam terjadinya sindrom Couvade. Tetapi, faktor ini juga belum sepenuhnya dipahami oleh para pakar, Bunda.
"Ada beberapa data yang menunjukkan bahwa ayah mengalami perubahan kadar hormon selama kehamilan, seperti penurunan testosteron dan peningkatan prolaktin serta oksitosin, atau mungkin ada sesuatu yang belum kita pahami sepenuhnya, seperti feromon," ungkap Alrahmani.
Gejala sindrom Couvade
Gejala sindrom Couvade sama banyaknya dengan keluhan perempuan saat hamil. Gejala dapat berupa fisik atau psikologis. Berikut gejala-gejalanya:
- Sakit perut
- Kecemasan
- Sakit punggung
- Perut kembung dan perut bergas
- Perubahan nafsu makan ( makan lebih banyak atau makan lebih sedikit )
- Sembelit
- Diare
- Pingsan
- Kelelahan
- Takut sendirian
- Merasa hampir menangis
- Merasa tidak berdaya/tidak berharga
- Merasa kesepian
- Merasa kesal
- Merasa stres
- Mengidam makanan
- Merasa bersalah
- Sakit kepala
- Mulas dan gangguan pencernaan
- Insomnia
- Sifat lekas marah
- Kram kaki
- Perubahan suasana hati
- Mual dan muntah
- Mimpi buruk
- Tidak tertarik pada aktivitas biasa
- Masalah kulit
- Sakit gigi
- Penambahan berat badan
- Penurunan berat badan
Cara mengatasi sindrom Couvade
Jika suami mengalami sindrom Couvade, maka mengurangi stres bisa jadi cara untuk mengatasinya. Suami dapat melakukan aktivitas olahraga, istirahat, atau meditasi.
Penggunaan obat juga dapat diterapkan untuk mengurangi beberapa gejala, seperti kecemasan, perut kembung, dan insomnia. Namun, penggunaan obat sebaiknya dikonsultasikan dulu ke dokter ya.
Demikian penyebab dan gejala-gejala sindrom Couvade yang perlu Bunda ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Suami Ikut Ngidam Saat Istri Hamil? Ternyata Ini Alasannya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Uniknya Para Ayah Alami Sindrom Couvade, Kondisi Suami Ikut Rasakan Gejala Kehamilan
Mengenal Kehamilan Simpatik, saat Suami Ikut Merasakan Gejala Hamil
Ini Dia 5 Gejala Kehamilan Paling Awal yang Dirasakan Wanita
Penyebab Kehamilan Simpatik yang Dialami Suami saat Istri Hamil
TERPOPULER
10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia, Ada yang Masuk Kategori Berbahaya
Alasan Negara Mayoritas Muslim Ini Larang Guru dan Siswi Berhijab di Sekolah
5 Film Tentang Perjuangan Melawan Kanker Payudara
Pendiri Sariayu Martha Tilaar Meninggal, Ini Perjalanan Bisnis dan Kisah Cintanya dengan Suami
9 Resep Menu Ikan untuk MPASI Bayi 6 Bulan ke Atas, Enak & Praktis Dibuat
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Ketombe Makin Parah
7 Perubahan Cara Orang Tua Mendidik setelah Punya 5 Anak atau Lebih
10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia, Ada yang Masuk Kategori Berbahaya
Alasan Negara Mayoritas Muslim Ini Larang Guru dan Siswi Berhijab di Sekolah
25 Contoh Teks Argumentasi Berbagai Tema Beserta Strukturnya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Beli Kaos Online Sering Kebesaran? Cara Baca Size Chart Biar Nggak Salah Ukuran
-
Beautynesia
4 Hal Unik di Jepang yang Mungkin Bikin Kamu Tercengang
-
Female Daily
Hansaplast Hadirkan Spray Plaster, Inovasi Perlindungan Luka Praktis untuk Gaya Hidup Aktif
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Tubuh Terlalu Kurus 'Tinggal Tulang', Influencer yang Lagi Hamil Ini Banjir Kritik
-
Mommies Daily
Intergenerational Health: Pengaruh Kesehatan Orang Tua pada Anak