kehamilan
Uniknya Para Ayah Alami Sindrom Couvade, Kondisi Suami Ikut Rasakan Gejala Kehamilan
HaiBunda
Sabtu, 04 Apr 2026 13:30 WIB
Gejala kehamilan ternyata dapat dirasakan oleh suami saat istrinya mengandung janin. Kondisi ini sering disebut sindrom Couvade atau kehamilan simpatik, Bunda.
Kehamilan simpatik terjadi ketika calon Ayah mengalami gejala yang sangat mirip dengan tanda kehamilan yang dialami istrinya. Beberapa tandanya adalah sembelit, perut terasa kembung, mual dan muntah, berat badan naik, hingga mood swing. Tak cuma itu, calon Ayah juga bisa mengalami kecemasan, depresi, dan gangguan tidur selama istrinya hamil.
Dilansir BBC, sindrom Couvade dapat bermanifestasi dalam banyak cara, memiliki definisi yang tidak jelas, dan perkiraan prevalensinya sangat bervariasi. Misalnya, sebuah studi lama menemukan bahwa hingga 52 persen ayah di Amerika Serikat mengatakan mereka mengalami beberapa tanda sindrom ini selama kehamilan istri mereka, dengan angka serupa dilaporkan di Yordania sebesar 59 persen, dan Thailand sebesar 61 persen.
Studi lain menemukan angka yang lebih tinggi di Polandia dan Tiongkok, di mana tujuh dari 10 calon ayah mengatakan mereka mengalami gejala dari sindrom Couvade. Penelitian lain menunjukkan prevalensi mungkin lebih rendah di Swedia yakni 20 persen, dan Rusia sebesar 35 persen.
Meski penelitian menunjukkan bahwa Couvade cukup umum, namun sindrom ini tidak secara resmi diklasifikasikan sebagai gangguan medis, Bunda. Tak hanya itu, hanya sedikit buku teks medis yang menyebutkan sindrom ini.
"Mekanismenya belum dipahami dengan baik. Mungkin ini adalah cara untuk menyublimasi dan mengatasi masalah emosional, mungkin ada dasar neurobiologisnya. Saya rasa itu belum diketahui," kata psikolog dan direktur Center for Men's Excellence di San Diego, AS, Daniel Singley.
Sementara menurut profesor emeritus psikologi di Universitas Akron di Ohio, AS, Ronald Levant, sindrom Couvade dapat bersifat multifaktorial. Itu artinya, ada beberapa faktor yang dianggap mendasari terjadinya kondisi ini.
"Sebagian besar peneliti sepakat bahwa sindrom Couvade bersifat 'multifaktorial', yang melibatkan komponen biologis dan psikologis," ungkap Levant.
Sejarah sindrom Couvade
Sindrom Couvade berasal dari kata kerja Bahasa Prancis 'couver', yang berarti mengerami atau menetaskan. Seorang antropolog Inggris bernama Edward Burnett Tylor, pertama kali mempopulerkan istilah ini pada tahun 1865.
Saat itu, Tylor menggunakannya untuk menggambarkan apa yang menurutnya sebagai pemandangan aneh yang ia saksikan ketika melakukan perjalanan melalui pedesaan Basque. Ia melihat petani pria berbaring di tempat tidur bersama bayi mereka yang baru lahir.
"Ini adalah gagasan umum tentang pria yang bertingkah seperti wanita," kata antropolog medis di Universitas South Florida, AS, Richard Powis.
Namun, tradisi Couvade sebenarnya telah dimulai sekitar 50 Sebelum Masehi (SM), ketika para calon ayah di Korsika, Siprus, dan Iberia berbaring di tempat tidur dan mengekspresikan rasa sakit persalinan atau menirukan aspek-aspek persalinan, terkadang sambil mengenakan pakaian pasangan mereka.
Para antropolog kemudian menggambarkan praktik ritual serupa yang dilakukan di seluruh dunia oleh kelompok-kelompok di Hindia Barat, Amerika Selatan, dan Asia Timur. Ritual tersebut dilakukan sebagai upacara adopsi.
Di antara suku-suku tertentu, Couvade dianggap sebagai bentuk hukum yang digunakan oleh ayah untuk mengakui seorang bayi sebagai anaknya. Dalam kasus lain, ritual ini diyakini dapat mengalihkan perhatian roh jahat dari ibu kepada ayah. Ada juga yang memandangnya sebagai rangkaian ritual yang disengaja dan dipraktikkan oleh para ayah baru di 'tempat-tempat eksotis' untuk menjaga kesehatan dan semangat pasangan hamil mereka dan anak yang belum lahir.
"Namun, ketika sudut pandang beralih ke masyarakat Barat yang terindustrialisasi pada pertengahan hingga akhir abad ke-20, Couvade mulai memiliki sudut pandang yang berbeda, yakni dianggap 'sebagai patologi psikologis' atau pengalaman tak disengaja dari sindrom kehamilan dengan dasar biologis dan psikosomatik," ujar Powis.
"Salah satunya adalah bahwa para pria sengaja meniru kehamilan untuk mencuri perhatian dari pasangannya," sambungnya.
Menurut Powis, gejala Couvade berakar pada kecemburuan alam bawah sadar, di mana calon ayah menganggap anak yang belum lahir sebagai saingan untuk mendapatkan perhatian pasangannya.
Penyebab dikaitkan dengan emosi yang kompleks
Saat ini, sebagian besar ahli sepakat bahwa ada aspek psikologis pada sindrom Couvade. Gejalanya kemungkinan muncul karena stres yang dialami pasangan sebagai calon orang tua.
"Memiliki bayi adalah salah satu tonggak perkembangan paling signifikan dalam kehidupan dewasa," kata psikolog klinis Kevin Gruenberg.
"Hal itu terkadang bisa terasa sangat menegangkan dan melelahkan, jadi Couvade bisa menjadi cara untuk merefleksikan transformasi besar yang sedang terjadi."
Tak hanya pada perempuan, masa pasca persalinan juga bisa menghadirkan tekanan baru bagi seorang pria, Bunda. Mereka bahkan bisa mengalami depresi postpartum layaknya seorang ibu baru.
Menurut studi yang dipublikasikan di JAMA Network tahun 2010, setidaknya satu dari 10 ayah baru mengalami depresi prenatal atau postpartum. Sementara itu, hingga 18 persen pria melaporkan mengalami tingkat kecemasan yang tinggi selama periode tersebut, dengan 7 persen menunjukkan gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD).
Studi yang diterbitkan di JAN Leading Global Nursing Research tahun 2003 menunjukkan bahwa jika seorang ibu baru mengalami depresi postpartum, maka pasangannya juga setidaknya dua kali lebih mungkin untuk mengalaminya.
Beberapa ahli berpendapat bahwa calon ayah secara tidak sengaja mengalami gejala mirip kehamilan sebagai bentuk empati bawah sadar yang mendalam terhadap pasangan mereka yang sedang hamil. Ini merupakan cerminan dari keterlibatan emosional yang mendalam dan identifikasi dengan istri yang sedang hamil.
Demikian penjelasan terkait sindrom Couvade dan sejarahnya menurut para ahli. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
ggg
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Suami Ngidam Saat Istri Hamil? Ini Penyebabnya
Kehamilan
14 Ciri-ciri Hamil 1 Bulan yang Sering Tidak Disadari
Kehamilan
Mengenal Kehamilan Simpatik, saat Suami Ikut Merasakan Gejala Hamil
Kehamilan
10 Makanan yang Baik Dikonsumsi Ibu Hamil di Trimester 1
Kehamilan
Penyebab Kehamilan Simpatik yang Dialami Suami saat Istri Hamil
5 Foto
Kehamilan
7 Potret Kehamilan Kedua Dinda Hauw, Shaka bakal Punya Adik Perempuan Nih
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Suami Ngidam Saat Istri Hamil? Ini Penyebabnya
7 Perubahan Sikap dan Psikologis Suami saat Istri Hamil
Mengenal Kehamilan Simpatik, saat Suami Ikut Merasakan Gejala Hamil