Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Fungsi Tuba Fallopi pada Sistem Reproduksi Perempuan dan Perannya dalam Kehamilan

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Selasa, 02 Jun 2026 08:50 WIB

Ilustrasi rahim
Fungsi Tuba Fallopi pada Sistem Reproduksi Perempuan dan Perannya dalam Kehamilan/Foto: Getty Images/Svitlana Hulko
Daftar Isi
Jakarta -

Saat membahas program hamil atau kesehatan reproduksi, banyak orang lebih familiar dengan rahim dan ovarium. Padahal, ada satu organ kecil yang punya peran sangat penting dalam proses kehamilan, yaitu tuba fallopi.

Tuba fallopi merupakan saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Organ ini menjadi tempat bertemunya sel telur dan sperma sebelum akhirnya terjadi kehamilan. Karena itu, kesehatan tuba fallopi sangat memengaruhi kesuburan perempuan.

Yuk, kenali lebih jauh fungsi tuba fallopi dan perannya dalam kehamilan, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


5 Fungsi tuba fallopi

1. Menangkap sel telur dari ovarium

Proses fertilisasi umumnya terjadi di bagian ampula tuba fallopi. Saat ovulasi, ovarium akan melepaskan sel telur matang. Ujung tuba fallopi yang disebut fimbriae bertugas menangkap sel telur tersebut agar masuk ke saluran tuba. 

2. Menjadi tempat terjadinya pembuahan

Tuba fallopi adalah tempat bertemunya sel telur dan sperma. Setelah sperma masuk melalui rahim, sperma akan berenang menuju tuba fallopi untuk membuahi sel telur. Jika pembuahan berhasil terjadi, akan terbentuk zigot atau bakal embrio.

3. Mengantar embrio ke rahim

Setelah pembuahan, embrio akan bergerak perlahan menuju rahim melalui tuba fallopi. Pergerakan ini dibantu oleh otot tuba dan rambut-rambut halus yang disebut silia. Di rahim, embrio akan menempel dan berkembang menjadi janin.

4. Mendukung kelangsungan hidup sperma dan embrio

Tuba fallopi menghasilkan cairan khusus yang membantu menjaga sperma, sel telur, dan embrio awal tetap hidup selama proses menuju rahim. Lingkungan di dalam tuba fallopi sangat penting agar proses reproduksi berjalan optimal.

Sebuah studi berjudul Fallopian tube anatomy predicts pregnancy and pregnancy outcomes after tubal reversal surgery menemukan bahwa kondisi anatomi tuba fallopi, terutama panjang saluran tuba, berpengaruh terhadap peluang kehamilan dan risiko kehamilan ektopik.

5. Membantu proses kehamilan yang sehat

Tuba fallopi yang sehat dan tidak tersumbat sangat penting untuk meningkatkan peluang kehamilan. Jika saluran ini mengalami kerusakan atau penyumbatan, proses pembuahan bisa terganggu dan meningkatkan risiko infertilitas maupun kehamilan ektopik.

Bentuk tuba fallopi

Tuba fallopi adalah organ reproduksi perempuan berbentuk saluran kecil memanjang yang menghubungkan ovarium (indung telur) dengan rahim. Organ ini berjumlah dua, berada di sisi kanan dan kiri rahim.

Secara umum, bentuk tuba fallopi menyerupai pipa atau selang kecil yang lentur dengan panjang sekitar 10–12 cm. Ujungnya memiliki bentuk seperti jari-jari halus yang disebut fimbriae.

Anatomi tuba fallopi

Tuba fallopi terdiri dari beberapa bagian utama dengan fungsi berbeda-beda. Berikut penjelasannya:

1. Fimbriae

Fimbriae adalah bagian ujung tuba fallopi yang bentuknya menyerupai jari-jari halus atau rumbai-rumbai kecil. Fungsinya adalah menangkap sel telur yang dilepaskan ovarium saat ovulasi agar masuk ke saluran tuba.

2. Infundibulum

Infundibulum merupakan bagian berbentuk corong yang berada dekat ovarium. Bagian ini menjadi jalur awal masuknya sel telur menuju tuba fallopi setelah ditangkap fimbriae.

3. Ampula

Ampula adalah bagian tengah tuba fallopi yang paling lebar dan panjang. Bagian ini sangat penting karena menjadi tempat utama terjadinya pembuahan antara sperma dan sel telur.

4. Isthmus

Isthmus adalah bagian tuba fallopi yang lebih sempit dan menghubungkan ampula dengan rahim. Fungsinya membantu mengarahkan embrio menuju rahim setelah pembuahan terjadi.

Gangguan pada fungsi tuba fallopi

Tuba fallopi memiliki peran penting dalam proses reproduksi dan kehamilan. Jika organ ini mengalami gangguan, proses pembuahan hingga perjalanan embrio menuju rahim bisa terganggu.

1. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel dan berkembang di luar rahim, paling sering di tuba fallopi.

Kondisi ini terjadi karena embrio tidak dapat bergerak dengan normal menuju rahim, biasanya akibat kerusakan atau penyumbatan pada tuba fallopi.

Gejala kehamilan ektopik dapat berupa:

  • Nyeri perut atau panggul hebat
  • Perdarahan dari vagina
  • Pusing atau lemas
  • Nyeri di salah satu sisi perut

Kehamilan ektopik termasuk kondisi darurat medis karena dapat menyebabkan pecahnya tuba fallopi dan perdarahan berbahaya.

2. Infeksi dan radang

Infeksi pada organ reproduksi perempuan dapat menyebabkan peradangan pada tuba fallopi atau disebut salpingitis. Kondisi ini sering dipicu oleh:

  • Penyakit menular seksual
  • Infeksi bakteri
  • Radang panggul
  • Peradangan dapat menimbulkan jaringan parut yang mengganggu fungsi tuba fallopi. Gejalanya bisa berupa:
  • Nyeri panggul
  • Demam
  • Keputihan tidak normal
  • Nyeri saat berhubungan intim

Jika tidak ditangani, infeksi dapat meningkatkan risiko infertilitas.

3. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim, termasuk di area tuba fallopi. Kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Peradangan
  • Perlengketan
  • Penyumbatan tuba fallopi

Akibatnya, perjalanan sel telur menuju rahim menjadi terganggu dan peluang kehamilan bisa menurun.

Gejala endometriosis umumnya meliputi:

  • Nyeri haid hebat
  • Nyeri panggul kronis
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Sulit hamil

4. Tuba fallopi tersumbat

Penyumbatan tuba fallopi merupakan salah satu penyebab infertilitas pada perempuan.

Sumbatan dapat terjadi akibat:

  • Infeksi panggul
  • Endometriosis
  • Riwayat operasi
  • Jaringan parut

Jika tuba fallopi tersumbat, sperma sulit mencapai sel telur atau embrio tidak dapat masuk ke rahim. Pada beberapa kasus, kondisi ini tidak menimbulkan gejala sehingga baru diketahui saat menjalani program hamil atau pemeriksaan kesuburan. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan seperti:

  • USG
  • HSG (histerosalpingografi)
  • Laparoskopi

Penanganannya tergantung penyebab dan tingkat kerusakan tuba fallopi. Demikian penjelasan fungsi tuba fallopi dan perannya dalam kehamilan Bunda. Semoga kehamilan Bunda selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan hingga hari persalinan tiba.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda