HaiBunda

KEHAMILAN

6 Jenis Orgasme yang Perlu Diketahui Pasangan dan Cara Mencapainya

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 13 Jun 2026 21:10 WIB
6 Jenis Orgasme yang Perlu Diketahui Pasangan dan Cara Mencapainya/Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages
Jakarta -

Orang sering berpikiran bahwa orgasme itu hanya satu jenis yang terjadi dengan cara tertentu. Padahal, tubuh manusia jauh lebih kaya dari itu dan ada 6 jenis orgasme yang manusia rasakan. Tentunya, Bunda dan Ayah perlu mengetahui cara mencapainya.

Melansir Healthline, orgasme bukan satu pengalaman tunggal melainkan spektrum sensasi yang dipengaruhi banyak faktor. Misalnya saja stimulasi, kondisi emosional pasangan, hingga relaksasi tubuh.

Para pakar di dunia kesehatan seksual modern sepakat untuk tidak mengkotak-kotakkan orgasme secara kaku. Intensitas orgasme bisa berbeda-beda, begitu juga dengan durasinya yang bisa berubah. Bahkan, sensasi yang manusia rasakan bisa dari berbagai area tubuh.


Apa arti orgasme?

Caitlin V. Neal, ahli seksologi mengatakan bahwa tidak ada definisi tunggal dan disepakati secara luas tentang orgasme. "Salah satu definisi orgasme adalah pelepasan ketegangan seksual yang menyenangkan," katanya.

Kalau ditanya penyebab orgasme, menurut Neal karena penumpukan ketegangan di sel-sel saraf. Ketika ketegangan itu dilepaskan, maka seseorang dapat mengalami orgasme.

"Anda dapat membayangkan orgasme sebagai akibat dari kenikmatan luar biasa di ujung saraf yang mencapai titik puncaknya," kata Neal.

Jenis orgasme dan cara mencapainya

Berbagai sentuhan di tubuh dapat menghasilkan berbagai jenis orgasme. Pasangan suami istri (pasutri) yang tertarik mengeksplorasi potensi kenikmatan tubuh sepenuhnya mungkin perlu mencoba merangsang berbagai bagian tubuh. 

Banyak pencari kenikmatan akan mengatakan bahwa mereka mengalami berbagai jenis orgasme yang berbeda, tergantung pada bagian tubuh mana yang dirangsang.

Dan sebagian besar pendidik seks setuju bahwa orgasme datang dalam berbagai durasi, intensitas, dan kualitas keseluruhan yang berbeda. Namun masalahnya, manusia seringkali sulit untuk membedakan jenis orgasme apa yang dialaminya.

Menurut pendidik seks berpengalaman, Searah Deysach, pemilik Early to Bed, sebuah perusahaan produk kenikmatan di Chicago, Illinois, hal itu karena struktur anatomi yang dapat menyebabkan orgasme seringkali saling terkait dan sulit dibedakan.

"Seseorang mungkin mengalami orgasme dari stimulasi dinding depan vagina (titik G) atau mengalami orgasme dari stimulasi bagian luar klitoris mereka, tetapi pada akhirnya semua orgasme ini berasal dari tempat yang sama," kata Deysach.

Berikut 6 jenis orgasme yang perlu diketahui:

1. Orgasne klitoris

Klitoris adalah titik sensitif yang kaya akan saraf. Bagian luar klitoris mengintip dari ujung atas vulva dan seringkali tertutup oleh tudung.

Perempuan sering dapat merasakan orgasme jenis ini di permukaan tubuh, seperti sensasi geli di sepanjang kulit dan di otak.

Salah satu cara terbaik untuk menstimulasi bagian luar klitoris adalah dengan menggosoknya perlahan dengan jari, telapak tangan, atau lidah dengan gerakan maju mundur atau melingkar.

Bagian dalam klitoris tidak dapat dilihat, tetapi dapat distimulasi melalui tekanan vagina atau anus bagian dalam.

Perempuan mungkin mengalami orgasme klitoris dengan memberikan tekanan yang lebih cepat dan lebih keras secara berulang.

2. Vaginal orgasme

Orgasme vagina lebih dalam di dalam tubuh dan biasanya disertai dengan denyutan dinding saluran vagina. Ketika G-spot, titik spesifik sekitar 2 inci di dalam dinding vagina bagian depan, dirangsang, hal itu dapat menyebabkan ejakulasi.

Orgasme vagina bisa sangat menyenangkan untuk orang yang dapat mengalaminya. Tetapi kepercayaan budaya bahwa orgasme vagina lebih baik daripada jenis orgasme lainnya adalah omong kosong belaka. Tidak ada hierarki orgasme.

Ketika perempuan terangsang dan cukup terlumasi untuk penetrasi, cobalah memasukkan jari, penis, atau mainan tongkat ke dalam saluran vagina.

Arahkan objek atau bagian tubuh yang melakukan penetrasi ke arah pusar, dan buat gerakan 'mengundang'. Ini dapat merangsang G-spot dan mungkin menyebabkan orgasme vagina.

3. Orgasme anal 

Selama orgasme anal, kontraksi otot yang orang rasakan terutama akan berada di saluran anus dan di sekitar sfingter anus. Dan bukan di dalam vagina.

Orgasme anal dapat dialami siapa pun, meskipun penyebab yang mendasarinya dapat berbeda.

Untuk orang yang memiliki penis, penetrasi anal dapat merangsang prostat, yang merupakan zona erotis yang kaya saraf dan analog dengan G-spot. Sedangkan, orang yang memiliki vagina, penetrasi anal dapat merangsang klitoris, serta A-spot atau G-spot.

Anus tidak menghasilkan pelumas secara alami dan jaringan di anus sangat halus, yang berarti area tersebut sangat rentan terhadap robekan mikro jika pelumasan tidak memadai.

4. Kombinasi atau campuran 

Seseorang dapat mengalami orgasme campuran dengan menggabungkan stimulasi klitoris dan vagina secara bersamaan, baik secara paralel atau berlawanan ritme. Apa pun yang terasa paling nyaman!

Ketika vagina dan klitoris dirangsang pada saat yang bersamaan, cenderung menghasilkan orgasme yang lebih eksplosif. Terkadang orgasme kombinasi ini disertai dengan getaran dan gemetaran seluruh tubuh.

5. Zona erotis

Stimulasi erotis pada bagian tubuh yang kurang dikenal (telinga, puting, leher, siku, lutut, dan lain-lain) dapat menyebabkan pelepasan yang menyenangkan saat dicium dan dimainkan.

Beberapa orang menggambarkan orgasme yang mengikutinya sebagai lebih terasa di seluruh tubuh, dibandingkan dengan jenis orgasme lainnya.

Cara terbaik untuk menemukan zona erotis adalah dengan menggunakan bulu atau benda ringan lainnya dan perhatikan di mana Bunda merasakan kenikmatan paling besar.

6. Orgasme kejang

Ini adalah orgasme yang menyebabkan otot dasar panggul berkedut berulang kali dengan sangat cepat. Orgasme ini biasanya terjadi setelah penumpukan yang lama.

Bunda dapat melakukan ini dengan melakukan edging, artinya mendekatkan diri pada orgasme tanpa melewatinya hingga berulang kali.

Apakah ada perbedaan antara orgasme 'pria' dan 'wanita'?

Neal bilang semua orgasme itu serupa dan sedikit berbeda. Perempuan yang memiliki vulva dan vagina biasanya mengalami orgasme yang lebih lama yakni sekitar 20 hingga 35 detik.

Sementara orang yang memiliki penis biasanya mengalami orgasme lebih cepat, biasanya kurang dari 15 detik.

Neal menambahkan bahwa penting untuk diingat bahwa ejakulasi dan orgasme itu berbeda. "Orgasme pria dan ejakulasi pria adalah dua proses biologis berbeda yang tidak harus terjadi bersamaan," katanya. 

Menurutnya banyak pria atau pemilik penis mampu mencapai orgasme tanpa ejakulasi. "Dan melaporkan orgasme ini mirip dengan orgasme yang dialami pemilik vagina," jelas Neal.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Luna Maya Hiatus Demi Promil, Inginkan Bayi Kembar

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Momen Arjuna Anak Titi Kamal & Christian Sugiono Lulus SD, Intip Potret Bahagianya

Parenting Nadhifa Fitrina

6 Jenis Orgasme yang Perlu Diketahui Pasangan dan Cara Mencapainya

Kehamilan Melly Febrida

7 Ucapan Orang Tua yang Niatnya Baik tapi Bisa Melukai Mental Anak

Parenting Nadhifa Fitrina

Gunung Bromo Berselimut 'Salju' Perdana Tahun Ini, Wisatawan Antusias Berburu Embun Upas

Mom's Life Amira Salsabila

Jangan Asal Ambil, Ketahui Etika bila Berbagi Makan Satu Piring dengan Orang Lain

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Momen Arjuna Anak Titi Kamal & Christian Sugiono Lulus SD, Intip Potret Bahagianya

Gunung Bromo Berselimut 'Salju' Perdana Tahun Ini, Wisatawan Antusias Berburu Embun Upas

6 Jenis Orgasme yang Perlu Diketahui Pasangan dan Cara Mencapainya

7 Ucapan Orang Tua yang Niatnya Baik tapi Bisa Melukai Mental Anak

Jangan Asal Ambil, Ketahui Etika bila Berbagi Makan Satu Piring dengan Orang Lain

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK