Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Gaya Helikopter dalam Berhubungan Intim: Cara Melakukan, Risiko & Hal yang Perlu Diperhatikan

Melly Febrida   |   HaiBunda

Rabu, 03 Jun 2026 20:30 WIB

Ilustrasi suami istri
Gaya Helikopter dalam Berhubungan Intim: Cara Melakukan, Risiko & Hal yang Perlu Diperhatikan/Foto: Getty Images/Rossella De Berti
Daftar Isi
Jakarta -

Gaya helikopter dalam berhubungan intim cukup sering diperbincangkan. Posisi ini dikenal menantang yang melibatkan rotasi tubuh serta koordinasi yang baik antarpasangan.

Ashley Cobb, edukator mainan seks Lovehoney mengakui bahwa dia bukan penggemar berat posisi helikopter. Menurutnya, posisi helikopter termasuk salah satu variasi hubungan intim yang cukup rumit sehingga pasangan disarankan melakukannya secara perlahan dan tidak terburu-buru.

Mengenal apa itu gaya helikopter dalam hubungan intim

Gaya helikopter adalah salah satu variasi posisi hubungan intim yang melibatkan sudut penetrasi yang tidak biasa. Gerakan tubuh dalam posisi ini menyerupai baling-baling helikopter. Alhasil, posisi helikopter menuntut fleksibilitas, kekuatan otot inti, dan koordinasi tubuh yang cukup baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Melansir dari Woman & Home, posisi helikopter tradisional dilakukan dengan pasangan berada pada posisi berlawanan arah sambil mempertahankan penetrasi dari sudut yang unik.

Menurut Ahli Seks Anna Richards, posisi helikopter menjadi salah satu gerakan tersulit yang ada. "Pada intinya, penerima perlu memposisikan diri dalam posisi downward dog klasik dengan kaki dan tangan di lantai dengan bokong miring ke atas," katanya. 

Bagian yang sulit adalah pada pemberi, yang berada dalam posisi serupa tetapi menghadap ke arah lain dengan pinggul sejajar.

Posisi helikopter selain memberi sensasi yang berbeda juga dianggap mampu meningkatkan variasi dan eksplorasi dalam hubungan seksual pasangan suami istri.

Gaya helikopter versi pertama

Gaya helikopter versi pertama merupakan bentuk klasik yang cukup menantang secara fisik. Pada posisi ini, pasangan penerima berada dalam posisi bertumpu pada siku dan lutut menyerupai gaya doggy style.

Sementara pasangan pemberi berada di atas tubuh pasangan dengan arah tubuh berlawanan, lalu menopang tubuh menggunakan lengan sambil mempertahankan penetrasi.

Posisi ini membutuhkan kekuatan lengan dan keseimbangan tubuh yang baik karena sebagian besar berat badan ditopang oleh tangan dan otot inti.

Menurut pakar seks Anna Richards, variasi ini termasuk salah satu posisi paling sulit dilakukan karena membutuhkan koordinasi tubuh yang tidak biasa.

Gaya helikopter versi kedua

Gaya helikopter versi kedua ini merupakan modifikasi yang lebih stabil dan tidak terlalu atletis. Versi kedua ini dianggap lebih realistis dan lebih mudah dicoba dibanding versi pertama.

Pada variasi kedua ini disebut dengan helikopter darat. Jadi pasangan penerima berbaring telentang sambil sedikit menopang tubuh menggunakan siku, dengan bokong terangkat. Pasangan pemberi berada di atas dengan posisi tubuh menghadap ke arah kaki pasangan. Berbaring di atas pasangannya. 

Setelah berada di atas si bawah dan sejajar dengan benar, maka yang di atas dapat memasukkan penisnya.

"Pasangan yang memberi kemudian menurunkan kaki mereka dan hanya mengangkangi kedua sisi tubuh kekasih mereka dengan posisi merangkak," kata Richards.

Versi ini dinilai lebih nyaman karena tidak terlalu membebani otot lengan maupun punggung. Selain itu, pasutri juga lebih mudah mengatur ritme dan sudut gerakan.

Cobb menyebut variasi ini lebih memungkinkan dilakukan pasutri yang awam dibanding helikopter klasik karena tekanan tubuh lebih ringan.

Cara melakukan gaya helikopter untuk pasangan suami istri

Posisi helikopter bukan tanpa risiko. Pasutri sebaiknya memahami cara melakukan posisi helikopter dengan benar. Bunda dan Ayah dapat menikmati posisi ini dengan lebih aman dan nyaman dengan melakukan beberapa langkah-langkah ini.

1. Persiapan dan pemanasan

Bunda dan Ayah perlu melakukan pemanasan ringan sebelum memulainya. Cara ini untuk mengurangi risiko cedera. Pemanasan yang dimaksud bisa berupa peregangan otot-otot punggung, pinggang, dan kaki, yang akan membantu meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh.

Pastikan juga pasutri menciptakan suasana yang nyaman dan santai Bunda dan Ayah bisa lebih rileks dan fokus pada pengalaman bersama.

"Penyesuaian terlebih dahulu penting untuk mencari posisi yang benar-benar nyaman saat melakukannya," ujar pakar kesehatan seks, Emily Morse, seperti dikutip dari Insider.

2. Mulailah dengan posisi dasar

Bunda atau Ayah bisa memulai dengan posisi duduk atau berbaring. Sementara pasangan yang berada di atas, siap untuk melakukan rotasi. Pastikan bahwa posisi ini nyaman dan tidak ada tekanan berlebih pada bagian tubuh manapun.

Kuncinya adalah komunikasi. Jadi, pastikan kedua pasangan merasa nyaman sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.

Setelah berada dalam posisi dasar yang nyaman, pasutri dapat memulai gerakan rotasi dengan perlahan. Gerakan ini harus dilakukan secara bertahap, mulai dari rotasi kecil hingga semakin besar, sesuai dengan kenyamanan dan kemampuan masing-masing.

3. Lakukan rotasi tubuh secara perlahan

Pasutri penting untuk menjaga ritme yang stabil dan tidak terburu-buru saat melakukan rotasi. Melakukan gerakan rotasi yang terlalu cepat bisa menyebabkan kehilangan keseimbangan, risikonya cedera.

Mulailah dengan gerakan rotasi kecil dan tingkatkan intensitasnya secara bertahap. Hindari perubahan posisi mendadak karena dapat meningkatkan risiko cedera otot maupun kehilangan keseimbangan.

Selama proses ini, pasutri penting untuk terus berkomunikasi. Jika salah satu pasangan mulai merasa pegal, nyeri, atau tidak nyaman, hentikan gerakan dan kembali ke posisi awal.

Tips dan trik melakukan gaya helikopter

Pasutri tentu menginginkan seks yang terasa nyaman dan aman. Berikut tiga tips untuk memaksimalkan kenikmatan saat mencoba posisi helikopter:

1. Gunakan pelumas untuk kenyamanan

"Menggunakan pelumas dapat membantu memudahkan dorongan," kata Morse. Selain itu, pelumas dapat membantu memastikan pelumasan yang cukup dan mencegah iritasi serta rasa sakit selama berhubungan intim. 

2. Berkomunikasi secara terbuka

Komunikasi pasutri menjadi kunci utama saat mencoba posisi seks yang baru. Pasangan perlu saling memberi tahu jika merasa nyeri, pegal, atau perasaan tidak nyaman. 

Komunikasi yang baik juga membantu pasangan menemukan ritme dan sudut gerakan yang paling nyaman.

3. Coba dengan ritme yang berbeda

Tidak semua pasutri cocok dengan gerakan cepat atau rotasi penuh. Karena itu, cobalah ritme perlahan terlebih dahulu sebelum meningkatkan intensitas gerakan.

Eksplorasi ritme dapat membantu pasangan menemukan sensasi yang paling sesuai tanpa membuat tubuh cepat lelah.

Risiko gaya helikopter

Gaya helikopter bisa berisiko jika tidak dilakukan dengan tepat. Berikut ini beberapa risiko yang bisa muncul saat mencoba gaya helikopter.

1. Cedera otot dan sendi

Gaya helikopter melibatkan rotasi dan gerakan tubuh yang tidak biasa. Karena itu lebih berisiko mengalami cedera otot atau sendi. Gerakan yang terlalu cepat atau tidak terkontrol dapat menyebabkan otot tertarik atau cedera pada sendi, terutama di area pinggang dan punggung.

Bunda dan Ayah harus memastikan tubuh dalam kondisi sehat dan tidak ada masalah pada otot atau sendi sebelum mencoba gaya ini. Tujuannya untuk meminimalkan risiko

Untuk membantu mencegah cedera, sebaiknya melakukan pemanasan sebelum berhubungan seks.

Selain itu, penting untuk memperhatikan sinyal tubuh dan segera berhenti jika merasa tidak nyaman atau sakit. Jangan memaksakan diri untuk terus melanjutkan jika merasa nyeri. Karena ini bisa memperburuk kondisi dan menyebabkan cedera yang lebih serius.

2. Kesulitan dalam menjaga keseimbangan

Gaya helikopter membutuhkan keseimbangan dari kedua pasangan. Gagal menjaga keseimbangan dapat menyebabkan salah satu atau kedua pasangan terjatuh sehingga berpotensi menyebabkan cedera. 

Gaya helikopter juga bisa menimbulkan tekanan pada punggung dan pinggul, terutama Bunda yang mungkin kurang terbiasa dengan gerakan yang melibatkan rotasi.

Jika Bunda atau Ayah merasa tidak nyaman atau sakit, segera sampaikan. Jangan ragu untuk berhenti jika salah satu merasa tidak nyaman atau tidak yakin.

3. Ketidaknyamanan pada perut dan panggul

Rotasi tubuh dalam gaya helikopter dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau tekanan pada perut dan panggul. Terutama jika Bunda merasa tidak nyaman dengan gerakan yang melibatkan otot inti secara intens. Ketidaknyamanan ini bisa diperparah jika Bunda atau Ayah memiliki kondisi kesehatan tertentu yang memengaruhi area perut atau panggul.

Untuk mengatasinya, penting untuk melakukan gerakan dengan lembut dan perlahan, serta selalu mendengarkan respons tubuh. Jika terasa ada tekanan yang tidak nyaman, sebaiknya segera hentikan dan coba posisi yang lebih nyaman.

4 Manfaat melakukan gaya berhubungan intim helikopter

Posisi helikopter memang menantang. Meski berisiko cedera, posisi hubungan intim ini juga memberikan manfaat. 

1. Merangsang kepala penis

Richards bilang, posisi seks helikopter sangat bermanfaat untuk pasangan yang memberi. "Dengan sudut penetrasi ke bawah, ini membantu merangsang kepala penis, menambah kenikmatan dan koneksi seksual," katanya.

Ada sekitar 4.000 ujung saraf di sini, jadi ini bisa menjadi titik yang sangat sensitif. Seperti biasa, gunakan banyak pelumas terbaik. Sudut ini dapat menciptakan sedikit lebih banyak gesekan antara pasangan daripada beberapa posisi lainnya.

2. Sudut pandang yang menggairahkan

Jika pasutri dapat mempertahankan posisi ini, ada sudut pandang yang sangat nakal yang juga menambah gairah.

"Ini membawa kesenangan ke dalam permainan seksual Anda bersama dan juga memamerkan beberapa gerakan seksi otot lengan kekasih Anda," ujar Richard.

3. Posisi seks helikopter terasa penuh petualangan

Pasutri terkadang penting untuk menambah bumbu dalam kehidupan seks di kamar tidur. Menemukan posisi seks baru dapat membantu membangkitkan kembali gairah. Dan gaya helikopter adalah posisi yang sempurna untuk penuh petualangan.

"Rasanya akan berbeda dari banyak posisi lain yang mungkin Anda lakukan secara teratur, yang akan terasa sangat eksperimental dan menantang," ujarnya.

4. Penetrasi G-spot yang dalam

Menurut Oregon Health and Science University, klitoris (termasuk bagian dalam yang mencapai G-spot) memiliki 10.000 ujung saraf. Tak mengherankan bahwa penetrasi dalam yang ditawarkan oleh posisi helikopter dapat membantu merangsang ujung saraf ini, membantu penerima mencapai orgasme.

Gaya helikopter terdengar rumit. Namun posisi ini sebenarnya bisa disesuaikan dengan kemampuan dan preferensi masing-masing. Yang terpenting bukan soal seberapa ekstrem gerakannya, tetapi bagaimana pasutri bisa tetap merasa aman, rileks, dan menikmati momen bersama.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda